Kalau bagi orang lanjut usia, bercocok tanam dilakukan untuk mengisi waktu luang dan menghindarkan diri dari stress. Ternyata bagi anak-anak kegiatan tersebut juga punya makna penting, terutama untuk tumbuh kembangnya. Makanya materi pelajaran belajar menanam untuk anak jadi salah satu yang penting dan sudah dimulai, sejak Taman Kanak-Kanak.

Secara umum menanam itu punya tahapan yang sangat mudah dipahami, tapi ketika ditelaah lebih detail setiap tahapan punya arti penting. Makanya dalam pembelajaran bagi anak-anak, cara menanam dijelaskan secara detail namun tetap menyenangkan. Agar anak bisa cepat paham dan bisa merasakan manfaatnya.

Cara Menanam Untuk Anak TK

cara menanam untuk anak tk

Ketika anak menginjak usia TK mereka akan diajarkan banyak hal, salah satunya adalah cara menanam satu jenis tumbuhan. Keterlibatan mereka sangat maksimal di setiap rangkaian pelajaran menanam tersebut. Berikut ini secara jelas cara menanam untuk anak TK tersebut.

  1. Pilih Tanaman

Anak akan diminta memilih salah satu dari daftar tanaman, yang sudah dipersiapkan. Bisa juga memintanya memilih tanaman yang diinginkannya, namun tetap dalam koridor jenis tanaman yang mudah ditanam. Kemudian memiliki durasi tumbuh cepat dan proses perawatannya sangat mudah. Contohnya adalah daun bawang, bayam, atau toge.

  1. Pilih Media Tanam

Anak juga dilibatkan dalam pemilihan media tanam, yang akan digunakan sebagai tempat menanam. Diutamakan media yang diperoleh dari barang bekas daur ulang misalnya botol air mineral bekas, kaleng bekas, atau mainan bekas. Jadi mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan media yang tepat.

  1. Penanaman

Pada saat penanaman, anak diminta melakukannya secara seksama. Mulai dari mengisi media dengan tanah dan mencampurnya dengan pupuk yang tepat. Kemudian memasukkan bibit tanaman dengan hati-hati, pada lubang tanam dan menutup kembali dengan tanah dengan ketinggian tertentu. Tahapan ini perlu pendampingan maksimal dari guru.

  1. Pemberian Nutrisi

Memberikan nutrisi seperti menyiram secara rutin, juga merupakan tanggung jawab anak. Sehingga mereka bisa paham pentingnya makan untuk siapapun termasuk tanaman, agar bisa tumbuh sempurna dan sehat.

  1. Pengecekan

Cara selanjutnya dalam menerapkan belajar menanam untuk anak TK adalah melakukan pengecekan rutin kondisi tanaman, kemudian guru menjelaskan tahapan perkembangan tanaman. Mulai dari tumbuhnya tunas, batang, hingga menjadi tanaman yang sempurna.

  1. Panen

Saatnya panen tanaman yang ditanam oleh anak-anak, ini menjadi waktu yang paling dinanti. Sebab selain memanen, mereka juga diberi kesempatan untuk langsung mencicipi hasil panen tersebut bersama-sama.

Kegiatan Menanam Untuk Anak SD

kegiatan menanam untuk anak tk

Untuk anak SD kegiatan menanam juga dilakukan, dengan cara yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan mata pelajaran yang diikuti anak. Seperti mata pelajaran matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

  1. Menanam Toge Untuk Pelajaran IPA

Menanam toge dilakukan sebagai praktek pada pelajaran IPA, untuk melihat bagaimana pertumbuhan toge dari biji kacang hijau yang ditanam. Bisa menggunakan media tanah, maupun kapas yang diberi air. Kemudian anak diminta mengamati perkembangan tanaman tersebut dan mencatat secara detail. Barulah setelah tanaman bertumbuh jadi toge, diberi penilaian oleh guru.

  1. Menanam Sayuran Hijau Untuk Pelajaran Matematika

Untuk pelajaran matematika, anak juga terkadang akan berhubungan dengan tanam menanam. Gunanya untuk mematangkan kemampuan berhitung anak, dimulai dari pemilihan tanaman dengan bibit yang disemai. Menghitung kedalaman lubang tanam dan berapa jumlah bibit dalam satu lubang, hingga menghitung lama proses tanam hingga panen.

  1. Menanam Buah Untuk Pelajaran IPA

Belajar menanam untuk anak juga masuk dalam materi pelajaran IPA anak SD, terutama bagian biologi. Untuk menjelaskan jenis tanaman berdasarkan jenis buahnya, apakah termasuk biji terbuka atau tertutup. Juga mengetahui jenis bunganya dan semua bagian tanaman tersebut.

Bercocok Tanam Untuk Anak Usia Dini

Bagi anak usia dini, bercocok tanam memang sangat penting terutama juga menyangkut tiga hal berikut ini.

  1. Tujuan Bercocok Tanam Untuk Anak Usia Dini

Beberapa tujuan dari bercocok tanam diharapkan bisa dicapai. Diantaranya adalah membuat anak memiliki nilai estetika yang tinggi karena mereka akan menanam, menata tanaman di sebuah kebun bersama. Tujuan selanjutnya adalah meningkatkan kreativitas anak dalam berbagai hal, serta memberikan wawasan tentang pentingnya bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.

  1. Kapan Waktu Bercocok Tanam

Biasanya waktu bercocok tanam dilakukan ketika anak sudah bisa diajak konsentrasi, pada suatu kegiatan. Seperti usia TK hingga SD sehingga penjelasan yang diberikan, bisa lebih baik dan mereka bisa menerapkannya ketika kegiatan bercocok tanam berlangsung.

  1. Dimana Bercocok Tanam

Untuk anak usia dini, tempat bercocok tanam bisa disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Misalnya di rumah oleh orang tua, sebagai tahap awal memperkenalkan lingkungan. Setelah itu baru di sekolah oleh guru, sebagai lanjutan pemahaman tentang bercocok tanam dengan lebih detail.

Manfaat Berkebun Untuk Anak

manfaat berkebun dan belajar menananm untuk anak

Banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh anak, ketika mereka melakukan aktivitas berkebun. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Suka Makan Sehat

Saat melihat langsung proses berkebun, anak akan terangsang untuk mencoba buah dan sayuran yang ditanamnya sendiri. Ini merupakan langkah penting untuk membuat anak suka makan sehat, kemudian menjadikannya makanan favorit setiap hari.

  1. Stimulus Indera

Ketika berkebun semua indera anak-anak akan bekerja, mulai dari melihat semua proses dengan detail, meraba tanah, tanaman, dan pupuk. Kemudian mencium bau tanah dan juga tanaman, sehingga merangsang semua indera bekerja dengan baik.

  1. Motorik Halus Lebih Maksimal

Memasukkan bibit secara hati-hati ke dalam tanah dan masih banyak lagi tahapan bercocok tanam, yang akan merangsang pengembangan syaraf motorik anak. Belajar menanam untuk anak ini juga akan mengasah kepekaan mereka, terhadap apapun serta melakukan segala sesuatu dengan lebih hati-hati.

  1. Quality Time

Saat melakukan kegiatan berkebun di rumah bersama orang tua, anak akan memiliki waktu berkualitas dengan orang tua. Anak bisa bercanda sambil menanam, sementara orang tua bisa membuat suasana lebih menyenangkan. Tentunya dengan gurauan dan pelukan mesra ketika anak berhasil menebar benih, di media tanam yang sudah disediakan.

  1. Lebih Bertanggung Jawab

Anak akan diajarkan rasa tanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya, sebab saat menanam tumbuhan mereka harus merawatnya dengan maksimal. Mulai dari memberi pupuk, menyiramnya setiap pagi agar tanaman bisa tumbuh maksimal.

  1. Lebih Sabar

Bercocok tanam juga mengajarkan anak untuk sabar dalam melakukan apa saja. Sebab ketika berkebun mereka harus melakukan semua tahapan, dengan benar dan tidak tergesa-gesa. Misalnya saat menebar bibit tanaman, harus perlahan dan masuk tepat ke dalam lubang tanam.

  1. Belajar Berhitung

Selain belajar matematika berupa angka-angka yang jelas, melalui kegiatan berkebun anak juga dapat berhitung. Seperti jumlah bibit, lama proses tanam hingga panen, hingga kedalaman media tanam untuk dijadikan tempat tumbuhnya bibit.

Itulah penjelasan betapa pentingnya belajar menanam untuk anak, sejak usia dini. Agar anak memiliki karakter yang lebih baik, tentunya dengan bimbingan orang tua ketika melakukannya di rumah. Bisa Juga pendampingan guru, jika menanam di kebun sekolah. Semoga bermanfaat bagi Anda yang butuh alternatif kegiatan, agar si kecil tumbuh jadi pribadi yang baik.