Umum

Contoh Culture Shock: Menghadapi Dunia Perkuliahan

Tak sedikit orang yang mengalami culture shock saat memulai kuliah di kampus baru. Sebagai lulusan SMA atau SMTA yang memiliki lingkungan berbeda dengan dunia kampus tentunya wajar merasa kaget. Contoh culture shock semacam ini juga tak hanya dialami satu atau dua orang namun banyak mahasiswa baru yang akan mengalami dan merasakannya.

Tahukah Anda apa itu culture shock atau gegar budaya? Mungkin anda merasa asing mendengar istilah tersebut. Culture shock artinya sebuah perasaan frustasi, bingung sampai kecemasan berlebihan yang dialami oleh seseorang pada saat mesti memasuki sebuah lingkungan yang baru.

Begitu juga saat kita memasuki lingkungan sekolah baru pada tahun ajaran baru. Seperti saat memasuki dunia kampus baru, kantor baru ataupun sekolah baru dan lainnya. Anda akan merasakan lingkungan baru yang belum pernah anda masuki sebelumnya.

Culture Shock

Jika anda pernah mengalami kondisi demikian yakni rasa cemas sekali dan ketakutan berlebihan memasuki lingkungan baru, maka anda tengah menderita gegar budaya.

Tahun ajarn baru banyak diwarnai dengan peristiwa gegar budaya yang dialami para peserta didik. Dari Level Taman Kanak-kanak, SD, hingga perguruan tinggi. Kita mungkin pernah menyaksikan anak-anak yang baru memasuki TK atau SD yang ngambek dan tidak ingin sekolah. Lingkungan baru yang dihadapinya seakan menjadi ancaman yang berbahaya.

Culture Shock Artinya

Culture shock artinya suatu keadaan seseorang yang dirinya serasa terancam. Ia merasa dirinya berbeda dan belum terbiasa dengan kondisi lingkungan baru yang belum ia pernah kenal sama sekali. Ancaman merupakan sebuah perasaan terkejut dan tertekan sekali dan bukanlah ancaman yang realita sebenarnya.

Setiap orang yang berpindah tempat tinggal atau daerah seringkali mengalami gegar budaya. Misalkan seseorang yang berpindah dari lingkungan kota ke lingkungan desa atau sebaliknya. Berikut ini tanda orang yang mengalami kejutan budaya. Salah satunya rasa bingung, kemudian menimbulkan rasa kecemasan hingga rasa frustasi yang terus berkecamuk.

Hal yang membuatnya demikian yakni suasana hati tak nyaman karena seseorang seolah menjadi kehilangan jati diri. Ia merasa di tempat yang berbeda yang selama ini dikenalnya. Ia seolah kehilangan identitas asalnya yang biasa dilakukan dalam lingkungan pergaulan sosial yang baru.

Salah seorang ahli budaya mendefinisikan gegar budaya adalah keadaan pada waktu seorang manusia menderita kegoncangan jiwa dan mental dikarenakan tidak bersedianya anak mengalami yang namanya budaya baru yang masih belum dikenal sama sekali. Bisa juga dikatakan dengan seseorang yang belum bisa beradaptasi dengan baik pada lingkungan barunya yang sama sekali berbeda dari segi budaya setempat.

Dampak Culture Shock

Sebagai sebuah kejutan tentunya ada saja dampak atau akibat yang akan ditimbulkannya. Terlebih ini menyangkut aspek budaya atau psikologis. Dampak yang diakibatkan dari seseorang mengalami culture shock atau gegar budaya sangat banyak.

Sangat penting mengenal dan mengetahui apa saja dampak kondisi ini. Hal ini akan berguna agar kita bisa menekan atau menurunkan tingkat dampaknya. Nah, berikuit ini beberapa dampak atau akibat gegar budaya yang sebaiknya Anda tahu.

1.Rasa frustasi

Pada saat seseorang mendapatkan lingkungan budaya baru maka seseorang menjadi frustasi terhadap kenyataan yang harus dihadapinya. Ia sama sekali baru terhadap kebudayaan baru di tempat barunya.

Ia bisa memilih untuk menyesuaikan dengan kondisi barunya atau memlih kebudayaan lamanya dengan syarat harus berpindah tempat. Namun hal itu tak mungkin rasanya.  Rasa frustasi inilah yang bisa mengakibatkan pada tingkat frustasi lebih lanjut hingga berat atau depresi.

2.Menyendiri

Orang yang mengalami gegar budaya juga bisa mengalami kegoncangan jiwa. Yang membuatnya memilih untuk menyendiri dan menjauhi lingkungan baru yang sama sekali berbeda dengan kebudayaan sebelumnya ia hadapi. Keadaan semacam ini perlu ditangani secara baik agar seseorang bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya secara harmonis.

3.Tidak percaya diri

Terakhir, dampak kejutan budaya adalah membuat seseorang tidak percaya diri. Dikarenakan ia tidak nyaman dengan lingkungan barunya. Ia merasakan ketakutan dengan lingkungan barunya tersebut.

Hal tersebut bisa berlangsung secara terus menerus hingga menghancurkan rasa percaya dirinya. Pada akhirnya pada kondisi lebih besar lagi bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi.

Dampak culture shock sangat tidak mengenakan bagi penderitanya. Oleh karena itu, semua harus ditangani secara baik dan tuntas. Untuk mengatasi kejutan budaya maka salah satu caranya adalah dengan berkonsultasi pada dokter psikologi setempat.

Contoh Culture Shock

Banyak contoh orang di Indonesia yang mengalami gegar budaya secara di sadari maupun tanpa disadarinya. Seperti orang yang berasal dari negara Thailand menuntut ilmu di perguruan tinggi di Indonesia maka mahasiswa tersebut secara tak langsung akan mengalami gegar budaya. Ia harus menghadapi budaya yang berbeda dengan kehidupannya di Thailand.

Culter shock juga dialami oleh salah seorang aktor Indonesia bernama  Iqbaal Ramadhan. Pada saat ia memutuskan kuliah di luar negeri, tepatnya di sebauh perguruan tinggi di Amerika Serikat maka ia sangat kaget dengan kehidupan baru di negara Paman Sam tersebut. Kebudayaan masyarakat bebas sekali. Hal yang berbeda sekali dengan kehidupannya di Indonesia.  Hal tersebut  membuatnya mengalami kejutan budaya.

Culture Shock di Kampus

Culture shock di kampus biasanya dialami oleh mahasiswa baru yang merasa kecemasan berlebihan ketika masuk ke dalam lingkungan kampus barunya. Dari mulai gerbang kampus  sampai masuk ke ruang perkuliahan. Hal tersebut tampak wajar sebagai permulaan sebagai bagian adaptasi. Apalagi ada banyak perbedaan antara SMA dan kuliah yang akan dihadapi mahasiswa baru.

Ada mahasiswa baru yang lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Dan ada lagi mahasiswa yang sangat lambat beradaptasi dengan lingkungan kampus barunya. Hal itu bisa disebabkan oleh tingkatan kejutan budaya berbeda-beda dan ada yang melingkupinya belum diatasi secara baik.

Culture shock  di kampus  adalah sebuah emosi kebingungan dan perasaan tertekan saat berada di lingkungan kampus yang belum pernah ia kenal atau kunjungi sebelumnya. Dimana ia akan kuliah dan beraktifitas kuliah di lingkungan barunya tersebut.

Lingkungan baru tersebut mempunyai  tradisi dan budaya yang berlainan dengannya. Hal tersebut memicu suasana tidak nyaman dalam dirinya. Karena ia sudah terbiasa nyaman dengan lingkungan lamanya yang sudah mempunyai tradisi dan budaya tertentu. Termasuk soal adanya senioritas di kampus yang mungkin juga baru poertama kalinya dialami mahasiswa baru.

Setiap orang pastinya pernah merasakan gegar budaya. Hal tersebut sangat wajar karena manusia bersikap dinamis yang kadang mesti beralih ke tempat baru yang belum dikenalnya. Misalkan seorang karyawan baru pada satu perusahaan, atau murid baru di sekolah baru yang akan dimasukinya maupun kalangan mahasiswa baru di kampus negeri maupun swasta.

Gegar budaya bukan hanya akan dialami oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Tapi juga mahasiswa perantau yang kuliah di luar provinsi. Karena setiap propinsi di Indonesia mempunyai etnis dan bahasa daerah serta kebiasaan tersendiri yang sangat mungkin berlainan dengan budaya mahasiswa baru tersebut.

Bahkan sangat mungkin juga terjadi mahasiswa baru di daerahnya sendiri mengalami kejutan budaya. Hal ini karena situasi yang berlainan dari kondisi tempat asalnya dengan kondisi baru di kampus.

Tanda-tanda kejutan budaya yang dirasakan oleh mahasiswa-mahasiswi di kampus, antara lain : perasaan kangen terhadap lingkungan lama, kesukaran bersosialisasi dengan teman-teman barunya dan merasakan kesendirian dan kesedihan dengan lingkungan baru.

Cara Menangani Culture Shock

Culture Shock pada dasarnya merupakan hal lumrah yang dialami oleh siapa saja. Terutama saat memasuki sebuah lingkungan baru. Mungkin Anda yang orang tuanya sering berpindah tugas juga pernah mengalaminya.

Orang yang mengalami gegar budaya perlu ditangani secara baik. Jangan sampai gejala ini berlanjut hingga membawa dampak buruk bagi kejiwaan seseorang.

Ada sejumlah tips yang bis akita lakukan untuk menghadapi sekaligus mengatasi kondisi kejut budaya semacam ini. Berikut ini sejumlah langkah dan  cara menangani penderita kejutan budaya, antara lain :

1.Menerima kenyataan

Hal paling pertama yang harus dilakukan bagi penderita gegar budaya adalah menyadari kenyataan yang sebenarnya. Dimana ia menghadapi lingkungan yang budayanya sama sekali baru baginya. Rasa tidak nyaman pastinya ia rasakan. Namun, semua itu resiko dari berada di tempat barunya tersebut.

2.Berpikir positif

Alih-alih berpikir negatif dari tempat baru. Anda bisa memulai berpikir positif terhadap kondisi lingkungan budaya baru tersebut. Anda bisa mengenal budaya baru tersebut sehingga anda bisa benar-benar memahaminya secara baik. Bahkan lebih dari itu, anda bisa belajar dari hal positif dari lingkungan atau budaya baru itu. Karena tidak selamanya budaya baru itu buruk atau negatif. Pastinya ada hal positifnya bagi anda.

3.Berpikir tidak picik

Berikutnya cara menangani culture shock adalah mulai berpikir untuk tidak picik yaitu berpikir terbuka hingga bersikap terbuka. Karena setiap manusia memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Setiap masyarakat mempunyai kebiasaan yang berlainan dengan masyarakat yang lain.

Perbedaan tersebut membuat kekayaan intelektual dan kekayaan budaya. Hal tersebut berguna untuk anda bisa memandang segala sesuatu dengan pikiran terbuka. Pikiran terbuka membuat kesediaan bagi anda dalam menghadapi budaya baru.

4.Terlibat dalam kegiatan di masyarakat

Cara mengatasi gegar budaya berikutnya adalah dengan  terlibat langsung dalam kegiatan di masyarakat. Sehingga seseorang akan merasakan sendiri budaya di masyarakat tersebut. Contohnya makan makanan khas daerah setempat,  bergabung dalam organisasi di karang taruna di daerah tersebut, atau memakai bahasa warga setempat dan lain sebagainya.

Culture Shock Kuliah Dan Cara Mengatasinya

Culture shock kuliah tak hanya dialami calon mahasiswa baru yang kuliah di luar negeri. Meskipun ini merupakan contoh paling nyata dari gegar budaya karena perbedaan tradisi kita dan negara baru. Namun kejutan budaya juga banyak terjadi pada calon mahasiswa baru yang kuliah di dalam negeri.

Untuk Anda lulusan SMA atau SMTA yang tinggal di Yogyakarta dan kuliah di UGM mungkin tingkat kejutan budayanya tidak terlalu berat. Coba bandingkan dengan calon mahasiswa asal Yogya yang akan melanjutkan kuliah di ITB Bandung atau UI Depok Jakarta.

Bandingkan juga dengan calon mahasiswa asal Makassar atau Medan yang akan melanjutkan kuliahnya di UGM atau ITB. Selain perbedaan lingkungan, aspek budaya antar pulau di Indonesia juga bisa memicu tingkat gegar budaya yang semakin tinggi.

Nah, berikut ini ada beberapa cara mengatasi culture shock di kampus atau kuliah yang bisa Anda lakukan. Cara ini terbilang umum namun cukup efektif agar Anda bisa segera melakukan proses adaptasi.

1.Berpikiran mulai terbuka

Seorang mahasiswa baru tentu merasa kaku dan was-was penuh kecemasan ketika memasuki lingkungan kampus barunya. Suasana asing akan ditemuinya. Dari mulai teman-teman atau orang-orang baru, ruangan-ruangan baru, tingkah laku, budaya, aksen bicara, dan lain-lain. Hal tersebut akan memicu mahasiswa bersangkutan mengalami gegar budaya di kampus.

Salah satu  cara mengatasi gegar budaya saat kuliah adalah dengan mulai bersikap berpikir terbuka. Kalau belum terbiasa terbuka maka anda bisa melakukan latihan terus menerus sampai terbiasa berpikir terbuka. Karena hal itu sangat bermanfaat  untuk mengatasi culture shock kuliah.

Berpikir terbuka juga akan membantu anda sebagai mahasiswa untuk bisa bergaul dan bersosialisasi dengan teman-teman baru di kampus.  Anda bisa dengan mudah memahami gaya dan logat bicara masing-masing dengan memahami dari mana asal daerahnya.

2.Menjalin hubungan baik dengan mahasiswa lain

Anda bisa mulai menjalin hubungan baik dengan rekan mahasiswa satu jurusan dan mahasiswa yang berbeda jurusan. Bahkan anda bisa menjalin hubungan baik dengan para dosen. Hal tersebut akan menghilangkan kejutan budaya pada diri anda secara perlahan-lahan di dalam lingkungan kampus.

Misalkan menjalin hubungan baik dengan mahasiswa satu kota maupun mahasiswa perantau. Semua itu akan membuat anda mempunyai sudut pandang yang berbeda. Sehingga anda siap dan menerima dengan segala perbedaan yang ada.

3.Melakukan eksplorasi kampus

Yang terakhir, cara mengatasi culture shock kuliah di kampus dapat anda lakukan dengan cara menjelajahi setiap sudut kampus. Ini serupa dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah SD hingga SMA.

Anda bisa memulainya dari halaman depan sampai halaman belakang beserta ruangan-ruangan yang terdapat di dalamnya. Seperti  ruangan perpustakaan, laboratorium bahasa, kantin kampus, aula kampus, halaman parkir kampus, ruangan fakultas, ruangan rektorat, ruangan dosen, ruangan perkuliahan mahasiswa dan lain sebagainya.

Gegar budaya bukan hanya bisa disebabkan oleh berbedanya kebudayaan atau budaya pada suatu masyarakat dengan budaya yang anda miliki. Tapi bisa juga dari segi  perbedaan agama, cara bersosialisasi di masyarakat, cara makan, cara minum, kebiasaan, profesi, pekerjaan sehari-hari, norma yang berlaku, budaya kesopanan, perbuatan, hingga adat istiadat setempat.

Contoh kejutan budaya karena perbedaan agama adalah ketika seseorang yang menganut agama Islam mesti bertempat tinggal di Medan. Gegar budaya akan muncul ketika ia menyaksikan masyarakat  setempat yang suka makan daging babi dalam kehidupan sehari-hari. Padahal agama Islam yang dianutnya mengharamkan makan daging babi.

Resah dan gelisah mulai muncul melihat perbedaan karakter budaya dari masyarakat yang ditempatinya  saat ini dengan ajaran agama yang dianutnya. Hingga  ia seolah membenci masyarakatnya yang gemar makan babi. Namun dengan bersikap terbuka, seseorang bisa mengatasi gegar budaya.

Ia semakin menyadari bahwa yang mengharamkan makan babi adalah ajaran agama Islam. Sedangkan orang Medan banyak yang memeluk agama selain Islam.  Dengan bersikap terbuka itulah akan menghindarkan diri anda dari gegar budaya berkepanjangan.

Demikianlah informasi singkat tentang pengertian culture shock, beserta dampak, contoh dan cara menanganinya. Dengan lebih memahami kondisi yang ada, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian.

Yusuf C

Recent Posts

Rekomendasi Tempat Penitipan Anak di Bintaro

Apakah Anda sering kali merasa khawatir saat harus meninggalkan buah hati Anda untuk bekerja di…

4 jam ago

Rekomendasi Tempat Bermain Anak di Jakarta Selatan yang Lengkap dan Terjangkau

Ingin mencari tempat bermain anak di Jakarta Selatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik?…

1 hari ago

Memahami Statistik Inferensial : Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Rumus dan Contohnya

Statistik inferensial seringkali menjadi momok bagi banyak orang yang ingin memahami data dengan lebih dalam.…

2 hari ago

Memahami Materi Kewirausahaan SD: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri dan Contohnya

Materi kewirausahaan sd merupakan aspek penting dalam kurikulum pendidikan, namun seringkali dihadapi dengan tantangan dalam…

3 hari ago

Memahami Cara Belajar Auditori pada Anak

Bosan belajar dengan cara biasa? Yuk, coba cara belajar auditori. Pernahkah kamu merasa kesulitan memahami…

4 hari ago

Cara Memilih Menu Makanan Anak yang Sehat dan Bergizi

Ingin memberi makan anak dengan cara yang sehat dan bergizi tetapi bingung cara memilih menu…

5 hari ago