Elastisitas permintaan dan penawaran penting dipahami karena berkaitan secara langsung dengan aktivitas ekonomi di pasar. Bagi produsen, informais ini berguna untuk menyesuaikan strategi harga guna meningkatkan pendapatan. Sedangkan untuk konsumen tentunya perlu mengendalikan belanjanya.

Produk dengan penawaran elastis cenderung memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan produksi sesuai dengan perubahan harga. Sedangkan produk dengan penawaran inelastis memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan produksi.

Begitu juga dengan produk yang mempunyai permintaan yang elastis cenderung memiliki fleksibilitas harga yang lebih besar. Sedangkan produk dengan permintaan inelastis cenderung memiliki fleksibilitas harga yang lebih terbatas.

Apa Itu Elastisitas Permintaan dan Penawaran?

Elastisitas permintaan dan penawaran adalah konsep dalam ekonomi yang mengukur sejauh mana perubahan harga suatu produk atau layanan akan mempengaruhi jumlah yang diminta atau ditawarkan di pasar.

pengertian elastisitas permintaan

Elastisitas ini berguna bagi produsen dan konsumen untuk memahami bagaimana perubahan harga dapat mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran dalam suatu pasar.

Karena itu sangat penting untuk memahami konsep elastisitas permintaan dan penawaran karena dapat membantu produsen dan konsumen untuk mengantisipasi dan merespons perubahan di pasar. Hal ini juga dapat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih efektif.

Pengertian Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perubahan harga suatu produk atau layanan akan mempengaruhi jumlah yang diminta oleh konsumen. Lebih khusus lagi, elastisitas permintaan menggambarkan respons dari konsumen terhadap perubahan harga tersebut.

Dalam pengertian elastisitas permintaan ini perubahan harga dan perubahan jumlah diminta berbanding lurus. Dengan kata lain, ketika harga suatu produk naik, maka jumlah yang diminta oleh konsumen cenderung menurun, dan sebaliknya, ketika harga turun, jumlah yang diminta cenderung meningkat.

Elastisitas permintaan dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu terdiri dari:

1.Elastis

Elastisitas permintaan dinyatakan dalam bentuk persentase. Jika elastisitas permintaan memiliki nilai lebih besar dari 1 (positif), maka permintaan dianggap elastis. Artinya, perubahan harga akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih besar dalam jumlah yang diminta.

Dalam kasus ini, konsumen cenderung merespons harga dengan mengubah jumlah yang mereka beli. Contohnya, jika harga gula naik 10%, dan jumlah permintaan gula turun lebih dari 10%, maka permintaan gula tergolong elastis.

2.Inelastis

Sebaliknya, jika elastisitas permintaan memiliki nilai kurang dari 1 (positif), maka permintaan dianggap inelastis. Ini berarti perubahan harga akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih kecil dalam jumlah yang diminta. Konsumen cenderung tidak merespons harga dengan cara yang signifikan dan tetap membeli jumlah yang hampir sama.

Misalnya, jika harga suatu produk naik 10% dan jumlah yang diminta hanya turun kurang dari 10%, maka permintaan tergolong inelastis.

Contohnya adalah bahan bakar minyak. Meskipun harganya naik, permintaannya mungkin tidak berubah secara drastis karena banyak konsumen masih harus menggunakan bahan bakar.

3.Unitary Elastisitas

Ketika elastisitas permintaan memiliki nilai sama dengan 1 (positif), kita sebut sebagai unitary elastisitas. Ini berarti perubahan harga menyebabkan perubahan persentase yang sama dalam jumlah yang diminta.

Ini juga berarti pendapatan total produsen tetap konstan saat harga berubah, sehingga tidak ada perubahan dalam pendapatan.

Pengertian Elastisitas Penawaran

Pengertian elastisitas penawaran adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perubahan harga suatu produk atau layanan akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan oleh produsen atau penjual di pasar. Lebih khususnya, elastisitas penawaran mencerminkan respons dari produsen terhadap perubahan harga tersebut.

pengertian elastisitas penawaran

Dalam konsep elastisitas penawaran, perubahan harga dan perubahan jumlah yang ditawarkan berbanding lurus. Artinya, ketika harga produk naik, jumlah yang ditawarkan oleh produsen cenderung meningkat. Begitu juga sebaliknya, ketika harga turun, jumlah yang ditawarkan cenderung menurun.

Seperti elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga dapat digolongkan ke dalam tiga kategori yang meliputi:

1.Elastis

Elastisitas penawaran juga dinyatakan dalam bentuk persentase. Jika elastisitas penawaran memiliki nilai lebih besar dari 1 (positif), maka penawaran dianggap elastis. Ini berarti perubahan harga akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih besar dalam jumlah yang ditawarkan.

Dengan kata lain, penawaran menjadi elastis jika perubahan harga menyebabkan perubahan persentase yang lebih besar dalam jumlah yang ditawarkan oleh produsen. Produsen cenderung merespons perubahan harga dengan meningkatkan atau mengurangi produksi secara signifikan.

Contohnya, jika harga produk meningkat 10% dan jumlah yang ditawarkan oleh produsen meningkat lebih dari 10%, maka penawaran tergolong elastis.

2.Inelastis

Pada sisi lain, jika elastisitas penawaran memiliki nilai kurang dari 1 (positif), maka penawaran dianggap inelastis. Ini berarti perubahan harga akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih kecil dalam jumlah yang ditawarkan.

Jika ini terjadi, maka produsen tidak merespons perubahan harga dengan cara yang signifikan dan tetap menawarkan jumlah yang hampir sama.

Contohnya, jika harga produk naik 10% dan jumlah yang ditawarkan hanya meningkat kurang dari 10%, maka penawaran tergolong inelastis.

3.Unitary Elastisitas

Ketika elastisitas penawaran memiliki nilai sama dengan 1 (positif), kita sebut sebagai unitary elastisitas. Ini berarti perubahan harga menyebabkan perubahan persentase yang sama dalam jumlah yang ditawarkan.

Dengan kata lain, unitary elastisitas terjadi saat perubahan harga menyebabkan perubahan persentase yang sama dalam jumlah yang ditawarkan oleh produsen.

Elastisitas Pendapatan

Lantas apa itu elastisitas pendapatan? Elastisitas pendapatan adalah konsep dalam ekonomi yang mengukur sejauh mana perubahan pendapatan konsumen akan mempengaruhi jumlah barang atau layanan yang mereka beli.

Dalam kaitannya dengan elastisitas permintaan dan penawaran, elastisitas pendapatan mencerminkan respons dari permintaan konsumen terhadap perubahan dalam pendapatan mereka.

elastisitas pendapatan

Pemahaman tentang elastisitas pendapatan ini sangat penting karena membantu produsen dan pengambil kebijakan dalam memahami perilaku konsumen terhadap perubahan pendapatan mereka. Barang dengan elastisitas penghasilan positif menunjukkan bahwa barang tersebut adalah barang normal, yang permintaannya meningkat ketika pendapatan konsumen meningkat.

Sebaliknya, barang dengan elastisitas pendapatan negatif menunjukkan bahwa barang tersebut adalah barang inferior, yang permintaannya justru menurun ketika pendapatan konsumen meningkat.

Seperti halnya elastisitas permintaan dan penawaran, elastisitas pendapatan dinyatakan dalam bentuk persentase. Ada dua jenis elastisitas penghasilan ini, yaitu:

1.Elastisitas Pendapatan Positif (Elastisitas Pendapatan yang Lebih Besar dari Nol)

Jika elastisitas pendapatan suatu barang positif, artinya perubahan persentase dalam pendapatan konsumen akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih besar dalam jumlah barang atau layanan yang mereka beli.

Jadi ketika pendapatan konsumen naik, mereka cenderung membeli lebih banyak barang dan layanan. Begitu juga sebaliknya, ketika pendapatan mereka turun, mereka cenderung membeli lebih sedikit barang dan layanan.

Contohnya, jika pendapatan konsumen naik 10% dan jumlah barang yang mereka beli meningkat lebih dari 10%, maka elastisitas pendapatan positif.

2.Elastisitas Pendapatan Negatif (Elastisitas Pendapatan yang Kurang dari Nol)

Jika elastisitas pendapatan suatu barang negatif, artinya perubahan persentase dalam pendapatan konsumen akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih kecil dalam jumlah barang atau layanan yang mereka beli.

Dalam kasus ini, ketika pendapatan konsumen naik, mereka cenderung membeli lebih sedikit barang dan layanan. Sebaliknya, ketika pendapatan mereka turun, mereka cenderung membeli lebih banyak barang dan layanan.

Contohnya, jika pendapatan konsumen naik 10% dan jumlah barang yang mereka beli hanya turun kurang dari 10%, maka elastisitas pendapatan negatif.

elastisitas permintaan dan penawaran

Elastisitas Silang

Berbicara tentang elastisitas permintaan dan penawaran tentunya juga perlu membahas tentang elastisitas silang. Jenis elastisitas yang juga dikenal sebagai elastisitas persilangan atau elastisitas saling, adalah konsep dalam ekonomi yang mengukur sejauh mana perubahan harga suatu barang atau layanan akan mempengaruhi permintaan terhadap barang atau layanan lainnya.

Dengan kata lain, elastisitas silang menggambarkan respons dari konsumen terhadap perubahan harga satu produk terhadap permintaan produk lain.

Memahami elastisitas silang juga berguna dalam membantu para produsen atau perusahaan dan pelaku pasar lainnya untuk memahami hubungan dan keterkaitan antara produk atau layanan yang berbeda dalam pasar.

Seperti halnya dengan elastisitas permintaan dan penawaran, elastisitas silang juga dinyatakan dalam bentuk persentase. Ada dua jenis elastisitas silang yang penting diketahui, yaitu:

1.Elastisitas Silang Positif (Elastisitas Silang yang Lebih Besar dari Nol)

Jika elastisitas silang suatu barang positif, artinya perubahan persentase dalam harga suatu barang akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih besar dalam jumlah permintaan barang lain.

Sehingga jika harga suatu barang naik, jumlah permintaan barang lain cenderung meningkat, dan sebaliknya, jika harga barang turun, jumlah permintaan barang lain cenderung menurun.

Contohnya, jika harga pemanis buatan naik 10% dan jumlah permintaan soda (yang biasanya digunakan bersamaan dengan pemanis buatan) meningkat lebih dari 10%, maka elastisitas silang positif.

2.Elastisitas Silang Negatif (Elastisitas Silang yang Kurang dari Nol)

Jika elastisitas silang suatu barang negatif, artinya perubahan persentase dalam harga suatu barang akan menyebabkan perubahan persentase yang lebih kecil dalam jumlah permintaan barang lain.

Dalam kasus ini, jika harga suatu barang naik, jumlah permintaan barang lain cenderung menurun, dan sebaliknya, jika harga barang turun, jumlah permintaan barang lain cenderung meningkat.

Contohnya, apabila harga mobil mewah naik 10% dan jumlah permintaan bensin (yang digunakan untuk menggerakkan mobil) turun kurang dari 10%, maka elastisitas silang negatif.

elastisitas silang

Contoh Soal Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Untuk lebih memahami materi pelajaran ini, dibawah ini akan diberikan contoh soal elastisitas permintaan dan penawaran beserta jawabannya yang semoga bermanfaat.

1.Contoh Soal Elastisitas Permintaan

Suatu toko sepatu mengalami peningkatan harga sepatu dari Rp 50.000 menjadi Rp 60.000 per pasang. Akibatnya, jumlah penjualan sepatu menurun dari 100 pasang per bulan menjadi 80 pasang per bulan. Hitunglah elastisitas permintaannya.

Jawaban:

Untuk menjawab contoh soal elastisitas permintaan dan penawaran ini kita dapat menggunakan rumus elastisitas permintaan, yaitu:

Elastisitas permintaan = (% perubahan jumlah diminta) / (% perubahan harga)

Perubahan harga = (Rp 60.000 – Rp 50.000) / Rp 50.000

= Rp 10.000 / Rp 50.000 = 0.2 (atau 20%)

Perubahan jumlah diminta = (80 – 100) / 100 = -20 / 100 = -0.2 (atau -20%)

Elastisitas permintaan = (-0.2) / 0.2 = -1

Jadi, elastisitas permintaan sepatu adalah -1. Ini menunjukkan bahwa permintaan sepatu adalah elastis karena nilai elastisitas permintaan negatif.

contoh soal elastisitas permintaan dan penawaran

2.Contoh Soal Elastisitas Penawaran

Sebuah toko pertanian mengalami peningkatan harga sayuran dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 per kilogram. Akibatnya, jumlah penawaran sayuran dari pertanian tersebut meningkat dari 1000 kilogram per minggu menjadi 1200 kilogram per minggu. Hitunglah elastisitas penawaran.

Jawaban:

Untuk menjawab soal elastisitas permintaan dan penawaran ini kita juga bisa menggunakan rumus elastisitas penawaran sebagai berikut:

Elastisitas penawaran = (% perubahan jumlah ditawarkan) / (% perubahan harga)

Perubahan harga = (Rp 2.500 – Rp 2.000) / Rp 2.000 = Rp 500 / Rp 2.000 = 0.25 (atau 25%)

Perubahan jumlah ditawarkan = (1200 – 1000) / 1000 = 200 / 1000 = 0.2 (atau 20%)

Elastisitas penawaran = 0.2 / 0.25 = 0.8

Jadi, elastisitas penawaran sayuran adalah 0.8. Ini menunjukkan bahwa penawaran sayuran adalah elastis karena nilai elastisitas penawaran kurang dari 1.

Catatan: Nilai elastisitas permintaan dan penawaran yang kurang dari 1 menunjukkan bahwa permintaan atau penawaran adalah inelastis, nilai yang sama dengan 1 menunjukkan unitary elastisitas, dan nilai lebih dari 1 menunjukkan elastis.

Demikian penjelasan mengenai elastisitas permintaan dan penawaran, baik tentang pengertian maupun contoh soalnya. Untuk para pelajar yang ingin lebih menguasai materi pelajaran ekonomi ini bisa mengikuti les privat di Edumaster Privat yang telah berpengalaman bertahun-tahun.