Kehidupan politik Kerajaan Singasari memiliki perkembangan yang sangat cepat pada saat itu. Kerajaan Singasari juga dikenal sebagai salah satu kerajaan yang mempunyai corak Hindu-Buddha. Kerajaan Singasari didirikan di wilayah Singasari, Malang, Jawa Timur sekitar tahun 1222 sampai dengan 1292. Masa pemerintahan Kerajaan Singasari hanya sekitar 70 tahun diketahui sebagai kerajaan yang berpengaruh yang mempunyai kekuasaan cenderung sangat singkat.

Perkembangan kerajaan Singasari terjadi pada berbagai bidang diantaranya politik, ekonomi, sosial budaya serta agamanya yang berdampak dalam kehidupan masyarakat. 

Kehidupan Politik Kerajaan Singasari

Perkembangan kehidupan politik Kerajaan Singasari sangat cepat karena pengaruh kerajaan yang dimiliki cukup kuat. Kerajaan Singasari ini dikenal sebagai salah satu kerajaan yang memiliki corak Hindu-Buddha. Pendiri kerajaan Singasari yaitu bernama Ken Arok yang akhirnya menjadi raja pertama dari kalangan rakyat jelata yang memimpin kerajaan tersebut.

kehidupan politik kerajaan singasari

Dengan munculnya Ken Arok sebagai raja pertama sehingga dibuat sebuah dinasti baru yang bernama Dinasti Rajasa atau biasa disebut dengan Rajawangsa. Wilayah kerajaannya merupakan tempat Kerajaan Mataram Kuno dahulu berkuasa serta Kerajaan Kediri. Akibat pertempuran di Ganter Ken Arok berhasil mendirikan Kerajaan Singasari dengan cara menyatukan Kerajaan Kediri dan Tumapel.

Kejayaan Kehidupan Politik Kerajaan Singasari

Kejayaan kehidupan politik Kerajaan Singasari pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Kegigihannya dalam membangun stabilitas internal dan eksternal kerajaan mengantarkan Singasari pada puncak kejayaan.

Memperkuat Fondasi Internal

Raja Kertanegara memahami bahwa fondasi internal yang kokoh merupakan kunci stabilitas kerajaan. Oleh karena itu, ia melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

Penyegaran Kabinet

Raja Kertanegara melakukan perombakan kabinet dengan mengangkat pejabat-pejabat baru yang cakap dan loyal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan memperkuat basis dukungannya.

Mempererat Persatuan

Raja Kertanegara menjalin hubungan erat dengan para bangsawan dan rakyatnya. Ia mengadakan berbagai acara dan ritual keagamaan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan kerajaan.

Memperkuat Militer

Sadar akan pentingnya pertahanan negara, Raja Kertanegara meningkatkan kekuatan angkatan perang. Ia memperbesar jumlah pasukan, melatih mereka dengan disiplin, dan membekali mereka dengan persenjataan yang canggih.

Memperluas Jangkauan Luar Negeri

Raja Kertanegara tidak hanya fokus pada stabilitas internal, tetapi juga aktif memperluas pengaruh Singasari di luar negeri. Berikut beberapa strategi yang ia terapkan:

Ekspedisi Pamalayu

Raja Kertanegara melancarkan ekspedisi militer ke Kerajaan Melayu untuk menguasai perdagangan di Selat Malaka dan melemahkan rivalnya, Sriwijaya.

Penaklukan Wilayah

Di bawah kepemimpinannya, Singasari berhasil menaklukkan wilayah Sunda, Bali, Kalimantan, dan bahkan Malaka. Perluasan wilayah ini memperkuat pengaruh Singasari dan meningkatkan pendapatan kerajaan.

Diplomasi

Raja Kertanegara menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara dan Asia Tenggara. Hal ini meningkatkan prestise Singasari di mata dunia internasional.

Keberhasilan Raja Kertanegara dalam mengelola kehidupan politik Kerajaan Singasari baik itu internal dan eksternal kerajaan sehingga mengantarkan Singasari pada puncak kejayaan. Kerajaan ini menjadi kekuatan maritim yang dominan di Nusantara dan memiliki pengaruh yang besar di Asia Tenggara.

Keruntuhan Kehidupan Politik Kerajaan Singasari 

Dengan perkembangan kehidupan politik Kerajaan Singasari yang pesat membuat Kertanegara seorang raja yang mengantarkan Singosari ke puncak kejayaan, ironisnya dia juga yang menjadi sosok yang menandakan terjadinya keruntuhan kerajaan tersebut. Kegigihannya dalam membangun kekuatan maritim mengaburkan fokusnya pada pertahanan internal kerajaan.

Di tengah ambisi Kertanegara, Jayakatwang, keturunan Raja Kediri, diam-diam merencanakan balas dendam. Ia dibantu oleh Wiraraja, mantan patih Singosari yang menyimpan dendam pribadi.

Serangan Jayakatwang datang bagaikan badai. Pasukannya membelah Singosari menjadi dua, menyerang dari utara dan selatan. Anehnya, serangan dari utara justru menjebak pasukan Singosari di bawah komando Ardharaja dan Raden Wijaya. Sementara itu, serangan selatan yang dipimpin Jayakatwang sendiri berhasil menembus jantung kerajaan dan merenggut nyawa Kertanegara.

Kematian Kertanegara menandai akhir kejayaan Singosari. Jayakatwang mengambil alih wilayah kerajaan dan mendirikan ibukota baru, mengakhiri era Singosari dan membuka jalan bagi kebangkitan Majapahit di bawah Raden Wijaya.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Singasari

Kehidupan politik Kerajaan Singasari yang berkuasa di wilayah Jawa Timur dari abad ke-13 hingga ke-14 telah meninggalkan jejak sejarah yang tak terhapuskan. Selain kejayaan politiknya, kehidupan ekonomi Kerajaan Singasari memiliki perekonomian yang maju.

kehidupan politik kerajaan singasari

Pertanian sebagai Fondasi Ekonomi

Mayoritas penduduk Singasari bermatapencaharian sebagai petani. Kesuburan tanah di sekitar Sungai Brantas dan sistem irigasi yang baik menunjang hasil panen yang berlimpah. Padi menjadi tanaman utama, di samping jagung, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Perdagangan yang Menggapai Nusantara dan Luar Negeri

Kerajaan Singasari memiliki jaringan perdagangan yang luas. Jalur perdagangan darat menghubungkan Singasari dengan kerajaan-kerajaan lain di Jawa dan Sumatra. Jalur perdagangan laut mengantarkan hasil bumi dan kerajinan tangan Singasari ke berbagai wilayah di Nusantara, bahkan hingga ke Asia Tenggara dan Tiongkok.

Pelabuhan yang Ramai dan Strategis

Beberapa pelabuhan penting di Singasari, seperti Ujung Galuh dan Candi Cangkuang, menjadi pusat kegiatan perdagangan. Di sana, para pedagang lokal dan internasional bertukar barang dan menjalin hubungan ekonomi yang erat.

Kerajinan Tangan yang Menawan

Kerajinan tangan menjadi salah satu sektor ekonomi yang penting bagi Singasari. Para pengrajin Singasari terampil membuat berbagai macam produk, seperti keramik, gerabah, kain, dan perhiasan. Keindahan dan kualitas produk-produk ini menjadikan mereka komoditas yang diminati di berbagai wilayah.

Sistem Pajak yang Mendukung Perekonomian

Kerajaan Singasari menerapkan sistem pajak yang terstruktur. Pajak ini dibayarkan oleh rakyat dalam bentuk hasil panen, hewan ternak, atau benda-benda lainnya. Pajak ini digunakan untuk membiayai berbagai keperluan kerajaan, seperti pembangunan infrastruktur, pemeliharaan tentara, dan penyelenggaraan pemerintahan.

Kehidupan ekonomi Kerajaan Singasari mencerminkan kegigihan dan kecerdasan masyarakatnya. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan menjalin hubungan perdagangan yang luas, Singasari berhasil membangun perekonomian yang kuat dan makmur. Kehidupan ekonomi yang stabil ini menjadi salah satu pilar utama yang menopang kejayaan Kerajaan Singasari di masa lampau.

Kehidupan Sosial Kerajaan Singasari

Kehidupan politik Kerajaan Singasari yang berkuasa di daerah Jawa Timur dari abad ke-13 hingga ke-14 merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara. Di balik kemegahan politik dan ekonominya, kerajaan ini juga memiliki kehidupan sosial yang kompleks dan menarik untuk ditelusuri.

kehidupan politik kerajaan singasari

Struktur Sosial

Masyarakat Singasari terbagi ke dalam beberapa kelas sosial, di antaranya:

Kaum bangsawan: Terdiri dari raja, keluarga kerajaan, dan para pejabat tinggi. Mereka memiliki hak istimewa dan kekuasaan atas tanah dan rakyat.

Rakyat jelata: Mayoritas penduduk kerajaan yang terdiri dari petani, pedagang, pengrajin, dan buruh.

Budak: Kelompok masyarakat yang tidak memiliki hak dan diperlakukan sebagai milik orang lain.

Sistem Kasta

Meskipun tidak seketat di India, sistem kasta juga diterapkan di Singasari. Kasta Brahmana (pendeta) dan Ksatria (pejuang) memiliki kedudukan yang tinggi, sedangkan kasta Vaisya (pedagang) dan Sudra (petani) berada di bawahnya.

Kehidupan Keluarga

Keluarga merupakan unit sosial yang penting dalam masyarakat Singasari. Keluarga patriarki, di mana ayah sebagai kepala keluarga, menjadi norma yang berlaku. Pernikahan monogami dan poligami dipraktikkan, dengan poligami umumnya hanya dilakukan oleh kaum bangsawan.

Pendidikan

Pendidikan formal hanya tersedia bagi kaum bangsawan dan kelas atas. Mereka mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, seperti bahasa, agama, hukum, dan seni. Rakyat jelata umumnya hanya mendapatkan pendidikan informal dari keluarga dan lingkungannya.

Kesenian

Seni berkembang pesat di Singasari. Seni tari, musik, wayang, dan sastra menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Candi-candi yang megah, seperti Candi Singasari dan Candi Jago, menjadi bukti keahlian arsitektur dan seni pahat masyarakat Singasari.

Kehidupan sosial Kerajaan Singasari mencerminkan peradaban yang maju dan kompleks. Sistem sosial yang terstruktur, budaya yang kaya, dan pendidikan yang berkembang pesat menjadi bukti kejayaan kerajaan ini.

Kehidupan Budaya Kerajaan Singasari

Kehidupan Politik Kerajaan Singasari yang berkuasa di wilayah Jawa Timur ini merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang kaya akan budaya. Kehidupan budaya Kerajaan Singasari ini mencerminkan perpaduan tradisi lokal Jawa dengan pengaruh dari India dan Asia Tenggara lainnya.

kehidupan politik kerajaan singasari

001 General View from West, Candi Jago, Malang, East Java

Seni dan Arsitektur

Salah satu aspek budaya Singasari yang paling menonjol adalah seni dan arsitekturnya. Candi-candi megah seperti Candi Singosari, Candi Jago, dan Candi Kidal menjadi bukti keahlian arsitektur dan seni pahat masyarakat Singasari. Candi-candi ini dihiasi dengan relief yang menceritakan kisah-kisah mitologi Hindu, sejarah kerajaan, dan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Selain candi, peninggalan seni Singasari lainnya termasuk arca-arca dewa-dewi Hindu dan Buddha, prasasti, dan naskah kuno. Arca-arca Singasari terkenal dengan gaya naturalisnya yang realistis dan detail yang rumit. Naskah kuno seperti Kakawin Nagarakertagama dan Pararaton memberikan informasi berharga tentang sejarah, budaya, dan kehidupan sosial kerajaan.

Tradisi dan Kebiasaan

Masyarakat Singasari memiliki berbagai tradisi dan kebiasaan yang unik. Salah satu tradisi yang terkenal adalah tradisi “Srada”. Tradisi ini merupakan upacara kematian yang dilakukan untuk menghormati arwah leluhur. Tradisi lain yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah tradisi “Nyadran”. Tradisi ini merupakan ritual membersihkan makam leluhur menjelang bulan Ramadhan.

Bahasa dan Aksara

Bahasa yang digunakan di Kerajaan Singasari adalah bahasa Jawa Kuno. Bahasa ini digunakan dalam prasasti, naskah kuno, dan karya sastra. Aksara yang digunakan adalah aksara Pallawa dan Kawi.

Kerajaan Singasari memiliki budaya yang kaya dan beragam. Perpaduan tradisi lokal Jawa dengan pengaruh dari India dan Asia Tenggara lainnya menghasilkan seni, arsitektur, kepercayaan, dan tradisi yang unik dan menarik. Kehidupan budaya Singasari memberikan kontribusi yang significant bagi perkembangan budaya Indonesia di masa depan.

Kehidupan Agama Kerajaan Singasari

Kehidupan politik Kerajaan Singasari yang berkuasa di Jawa Timur ini merupakan kerajaan besar yang terkenal dengan toleransi dan keragamannya. Kehidupan agama di kerajaan ini berkembang pesat, dengan dua agama utama, Hindu dan Buddha, hidup berdampingan secara harmonis.

kehidupan politik kerajaan singasari

Sinkretisme Hindu-Buddha

Salah satu ciri khas kehidupan agama di Singasari adalah sinkretisme, yaitu perpaduan antara Hindu dan Buddha. Hal ini terlihat jelas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti arsitektur candi, ritual keagamaan, dan kepercayaan masyarakat. Candi Singasari dan Candi Jago, misalnya, menunjukkan perpaduan elemen Hindu dan Buddha dalam desain dan reliefnya.

Raja dan Agama

Raja-raja Singasari memainkan peran penting dalam kehidupan agama kerajaan. Mereka tidak hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga pelindung agama. Raja Kertanegara, misalnya, dikenal sebagai penganut Buddha yang taat dan bahkan membangun candi Buddha terbesar di Jawa Timur, yaitu Candi Jawi.

Pendeta dan Brahmana

Pendeta dan Brahmana memainkan peran penting dalam kehidupan agama Hindu dan Buddha di Singasari. Mereka bertanggung jawab untuk memimpin ritual keagamaan, mengajarkan ajaran agama, dan menjaga kesucian tempat-tempat suci.

Kepercayaan Masyarakat

Masyarakat Singasari memiliki beragam kepercayaan dan tradisi keagamaan. Selain Hindu dan Buddha, terdapat pula kepercayaan animisme dan dinamisme yang masih dianut oleh sebagian masyarakat.

Kehidupan agama di Kerajaan Singasari merupakan contoh toleransi dan keragaman yang patut dicontoh. Perpaduan Hindu dan Buddha dalam berbagai aspek kehidupan menunjukkan bahwa masyarakat Singasari mampu hidup berdampingan dengan damai dan harmonis.

Demikian penjelasan mengenai kehidupan politik Kerajaan ekonomi yang disertai dengan ekonomi, sosial budaya dan agamanya, semoga dapat bermanfaat untuk anda. Anak anda mengalami kesulitan mempelajari pelajaran Sejarah, daftarkan anak anda untuk mengikuti bimbingan les privat terpercaya di sekitar wilayah anda.