Kronologi pertempuran Surabaya menarik perhatian para sejarawan dan banyak orang. Peristiwa pertempuran ini sangat heroik yang menggambarkan perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan gigih dan pantang menyerah. Apalagi lawan yang kita hadapi saat itu adalah pasukan sekutu Inggris yang memiliki persenjataan canggih.

Pada tahun 2021, Jenderal Inggris dan bala tentaranya mengakui kehebatan bala tentara nasional Indonesia yang didukung oleh rakyatnya dalam peperangan bersejarah di Surabaya. Jenderal Inggris mengaku merasa kapok dan takut untuk menyerang kembali Indonesia. Karena kehebatan tentara Indonesia yang didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pada peristiwa bersejarah itu tercatat ribuan tentara Inggris tewas dalam pertempuran di Surabaya. Persenjataan modern dan canggih tidak selamanya akan memenangkan peperangan. Seperti yang terjadi pada pertempuran Surabaya pada tanggal 10 Nopember tahun 1945.

Setiap tanggal 10 November, bangsa kita merayakannya sebagai Hari Pahlawan. Sebab pada tanggal 10 November 1945 terjadi peristiwa heroik di kota Surabaya.  Tiga bulan sebelumnya, pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia mengumumkan kemerdekaan negara Indonesia.

Namun setelah itu bala tentara Inggris datang hendak menjajah dan menguasai Indonesia yang disponsori oleh Belanda. Mereka mengultimatum kepada rakyat Surabaya agar menyerah kepada Inggris.

penyebab awal pertempuran di surabaya

Hotel Yamato (Oranye). Foto: Wikipedia

Alih-alih menyerah kepada bala tentara Inggris, rakyat Surabaya menantang pasukan Inggris untuk berperang secara terbuka. Salah satu tokoh pertempuran Surabaya bernama Bung Tomo yang mengobarkan semangat jihad dan bertempur secara gagah berani kepada arek-arek suroboyo melawan pasukan Inggris yang hendak menguasai Indonesia yang sudah merdeka.

Sejarah mencatat kronologi pertempuran Surabaya adalah perang pertama yang dilakukan oleh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Baca juga Sejarah Revolusi Indonesia dan Latar Belakangnya

Perang ini memberikan kesan kuat bahwa bangsa Indonesia berkeinginan kuat untuk merdeka dan berdaulat sepenuhnya dan tidak ingin dijajah kembali. Slogan yang diteriakkan oleh rakyat Indonesia dalam melawan penjajah datang adalah merdeka atau mati syahid.

Kronologi Pertempuran Surabaya

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama rakyat Indonesia maka dimulailah babak baru sejarah Indonesia. Tanggal 1 September 1945 diberlakukan perintah negara agar semua daerah di Indonesia mengibarkan bendera merah putih.

Beberapa bendera Belanda yang berkibar di sebagian wilayah segera diturunkan. Pada bagian warna birunya dirobek hingga menjadi merah putih. Seperti yang terjadi pada tanggal 19 September 1945 di Hotel Yamato. Di Hotel yang dihuni oleh bala tentara Belanda ini berkibar bendera Belanda. Segera saja pejuang Indonesia naik ke atas hotel dan merobek bendera Belanda dan merubahnya menjadi bendera Merah Putih.

Pada tanggal 15 September 1945 setelah kita memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, datanglah bala tentara Belanda dan Inggris yang tergabung dalam pasukan NICA ke Indonesia. Mereka datang kembali ke Indonesia bertujuan untuk melucuti semua tentara Jepang yang menyerah kalah pada pasukan sekutu.

kronologi pertempuran surabaya

Tentara Inggirs dan Tank. Foto: Wikipedia

Tanggal 25 Oktober 1945, pasukan tentara Inggris dan Belanda masuk ke Surabaya untuk melucuti semua tentara Jepang. Namun rakyat Surabaya melihat kenyataan bahwa pasukan Inggris dan Belanda tersebut bukan hanya ingin melucuti tentara Jepang saja.

Kronologi pertempuran Surabaya juga karena Belanda dengan dukungan Inggris berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ultimatum dari tentara Inggris agar semua pejuang Indonesia dan rakyat Surabaya menyerah pada Inggris dan Belanda.

Baca juga Isi Perjanjian Roem Royen Akhir Agresi Belanda

Rakyat Surabaya tidak senang dengan tindakan Inggris dan Belanda yang hendak menguasai kembali kota Surabaya. Oleh sebab itulah pada tanggal 27 Oktober 1945 terjadi perlawanan rakyat Surabaya yang melawan bala tentara Inggris. Pada waktu itu, Jenderal Inggris sudah memperkirakan pertempuran dengan tentara Indonesia akan berlangsung cepat dan para pejuang Indonesia akan menyerah dan kota Surabaya akan langsung dikuasai sepenuhnya oleh Inggris.

Dugaan Jenderal Inggris yang memimpin serangan pasukan Inggris ke kota Surabaya sangat salah. Pertempuran tidak semudah yang dibayangkan. Para pejuang Indonesia yang didukung oleh seluruh pemuda Surabaya dengan gagah berani berperang dengan tentara Inggris yang menggunakan peralatan senapan modern.

Pada akhirnya, korban tewas terjadi di kedua belah pihak. Salah seorang jenderal Inggris bernama Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby yang memimpin pasukannya di Surabaya tewas dalam peperangan tersebut. Selanjutnya, komando pasukan Inggris beralih ke Mayor Jenderal Robert Mansergh.

Penyebab Awal Pertempuran di Surabaya

Ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi dan menjadi penyebab awal pertempuran di Surabaya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 November 1945. Ribuan pejuang dan pahlawan Indonesia gugur di medan perang. Sekitar 1.500 tentara sekutu Inggris dan Belanda juga tewas dalam pertempuran ini. Peperangan Surabaya memberikan efek kejut bagi bala tentara Inggris dan Belanda (NICA) yang hendak menjajah Indonesia.

Kemerdekaan yang diraih Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 mendapatkan tantangan dan rintangan berat. Tentara sekutu yang terdiri dari tentara Inggris dan Belanda datang ke Indonesia pada tanggal 18 September 1945. Tujuannya untuk melucuti bala tentara Jepang yang kalah dalam perang dunia ke-2.

akhir dari pertempuran surabaya

Sedan Brigadier Jenderal Mallaby yang Hancur. Foto: Wikipedia

Namun pada sisi lain, ada niat licik Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan memanfaatkan bantuan tentara sekutu yang menang perang pada perang dunia kedua. Inilah yang ikut menjadi kronologi pertempuran Surabaya yang terkenal itu.

Bala tentara Inggris dan Belanda datang di Hotel Yamato Surabaya. Mereka mengibarkan bendera Belanda. Tindakan itu membuat perasaan rakyat Surabaya terusik jiwa nasionalismenya. Sebab Indonesia sudah menjadi negara merdeka dan tidak boleh ada bendera yang berkibar di Indonesia kecuali bendera merah putih.

Ribuan pemuda Surabaya yang berjuluk arek-arek Suroboyo melakukan demonstrasi penurunan bendera Belanda. Dengan alasan negara Indonesia sudah merdeka. Sehingga yang berhak berkibar di bumi Indonesia adalah bendera merah putih. Perwakilan demonstrasi diterima oleh pihak Belanda.

Dalam keputusannya, pihak Belanda tidak mau menurunkan bendera Belanda. Atas hal itulah arek-arek Suroboyo marah. Dua orang pemuda Surabaya bernama Kusno Wibowo dan Soedirman menaiki bangunan hotel Yamato untuk menurunkan bendera Belanda dan menggantinya dengan bendera merah putih. Upaya itu berhasil sehingga bendera merah putih berkibar.

Penyebab awal pertempuran di Surabaya juga karena tentara Belanda menembak arek-arek Suroboyo hingga ada yang gugur. Selepas itu terjadi bentrokan antara pasukan Belanda dengan para pemuda Surabaya. Dari Indonesia yang gugur adalah pemuda Surabaya bernama Sidik. Adapun dari pihak Belanda yang tewas akibat bentrokan tersebut adalah Mr Poegman.

Baca juga Sejarah Demokrasi di Indonesia dan Pencetusnya

Selepas peristiwa bentrokan di Hotel Yamato yang menewaskan dua orang itu, pada tanggal 30 Oktober 1945 berlangsung sebuah serangan yang dilakukan para pemuda Surabaya. Mereka menyerang iring-iringan kendaraan mobil pasukan Inggris yang dinaiki oleh Brigadir Jenderal Mallaby yang hendak ke pos penjagaan Inggris di kawasan Jembatan Merah. Serangan itu mengakibatkan, komandan perang Inggris itu tewas di tempat.

Inggris pun marah atas kematian jenderal mereka yang juga menjadi kronologi pertempuran Surabaya. Karena setelah itu tentara Inggris datang ke Surabaya secara besar-besaran diboncengi oleh Belanda. Langkah ini dianggap melanggar kesepakatan dengan Gubernur Jawa Timur bahwa Inggris tidak akan membuat kegaduhan dan peperangan. Dalam kesepakatan itu juga Inggris tidak akan meminta seluruh senjata rakyat Surabaya diserahkan kepada Inggris.

penyebab pertempuran di surabaya

Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Indonesia.

Namun kenyataannya, pada tanggal 9 November 1945 bala tentara Inggris yang dipimpin oleh Mayjen Robert Mansergh mengancam rakyat Surabaya. Dengan menggunakan pesawat tempurnya, Inggris memberikan ultimatum kepada penduduk Surabaya lewat selebaran yang disebarkan. Isi selebaran itu antara lain berbunyi:

“Semua senjata milik rakyat Surabaya harus diserahkan kepada tentara Inggris dan para pemimpin Indonesia yang berada di Surabaya mesti menyerahkan diri kepada Inggris tanpa syarat sampai batas waktu tanggal 10 November 1945.”

Ultimatum Inggris itu tidak diindahkan oleh rakyat Surabaya. Karena Inggris merupakan kepanjangan tangan dari tentara Belanda yang tergabung dalam NICA. Apalagi Inggris telah melanggar perjanjian sebelumnya dengan Gubernur Jawa Timur. Tapi kenyataannya, mereka malah meminta dan melucuti semua senjata pemuda Surabaya.

Dari kronologi pertempuran Surabaya atas pengkhianatan Inggris itulah para pejuang dan pemuda Surabaya tidak mendengarkan ultimatum sekutu. Bahkan dalam siaran radio, salah seorang pemuda yang bernama Bung Tomo mengobarkan semangat berperang melawan penjajah. Begitu pula yang dilakukan KH Hasyim Asyari yang juga ikut mengobarkan semangat jihad dalam melawan penjajah Belanda dan Inggris yang hendak menguasai Surabaya.

Detik-detik tanggal 10 November 1945 terasa mencekam saat itu. Pada saat jam menunjukkan pukul 24.01 WIB tanggal 10 Nopember 1945, bala tentara Inggris melakukan serangan secara sporadis ke kota Surabaya. Seluruh penjuru kota Surabaya porak poranda diserang tentara dari angkatan darat dan laut Inggris. Pemimpin bala tentara Inggris saat itu adalah Letjen Sir Philip Christison.

Akhir dari Pertempuran Surabaya

Meskipun banyak korban tewas, akhir dari pertempuran Surabaya adalah kesengsaraan dari pihak Inggris. Mereka merasa kapok dengan penyerangannya terhadap Surabaya. Semangat perlawanan dari rakyat Surabaya sangat tinggi. Banyak sekali kerugian yang diderita pihak Inggris atas kematian bala tentaranya yang mencapai ribuan orang.

Pertempuran Surabaya Kronologi Pertempuran Surabaya dan Penyebabnya

Para Pemuda dan Arek-arek Surabaya yang Ikut bertempur. Foto: Wikipedia

Untuk negara Indonesia maka kerugian yang diderita adalah kehancuran kota Surabaya yang luluh lantak. Kemudian gugurnya ribuan para pejuang Indonesia. Tercatat 200 ribu orang pejuang Indonesia yang berasal dari Surabaya gugur. Sedangkan dari pihak Inggris sebanyak 2000 lebih serdadu militernya tewas.

Dampak dari pertempuran Surabaya bukan hanya mengakibatkan kerugian korban jiwa bagi bangsa Indonesia. Tapi juga mengakibatkan persenjataan yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi berkurang drastis untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di masa selanjutnya. Dampak positif dari kronologi pertempuran Surabaya adalah meningkatnya semangat revolusi nasional di kalangan rakyat Indonesia.

Lihat juga Apa Isi Perjanjian Renville dan Dampaknya

Hikmah dari akhir dari pertempuran Surabaya berikutnya adalah membuat dunia internasional mengakui kekuatan tentara nasional Indonesia. Pada masa berikutnya, pihak Inggris mendesak pemerintah Belanda untuk berdamai dan bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia. Hingga melahirkan beberapa perundingan. Seperti perundingan Linggarjati, Renville, perjanjian Roem Royen dan Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda.

Para Tokoh Pertempuran Surabaya

Dari pertempuran Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945 secara besar dan heroik ini mencatatkan beberapa tokoh peristwa Surabaya dari pihak Indonesia dan Inggris. Dari pihak Indonesia, tokoh pertempuran Surabaya adalah Bung Tomo.

tokoh pertempuran surabaya

Bung_Tomo

Bung Tomo adalah seorang pemuda yang mengumandangkan semangat melawan penjajah dalam kerangka jihad. Tokoh kedua adalah KH Hasyim Al Asyari yang menyerukan jihad kepada penduduk Surabaya untuk melawan kesewenangan tentara Inggris yang hendak menguasai Surabaya.

Sejarah telah mencatat pertempuran Surabaya sangat hebat yang menunjukkan semangat pantang menyerah dan heroik para pemuda Surabaya. Peristiwa pertempuran Surabaya mengggerakkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia di berbagai daerah untuk melawan penjajah yang hendak kembali ke Indonesia.

Untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam medan peperangan dan pertemuran di Surabaya tersebut maka Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional sampai sekarang. Kemudian beberapa tokoh kronologi pertempuran Surabaya dijadikan sebagai pahlawan nasional seperti Bung Tomo dan KH Hasyim Al Asyari.