Menghadapi anak pra remaja terkadang membuat banyak orang tua merasa stres. Persoalan tentang anak pra remaja tak kalah rumitnya dengan usia remaja lainnya. Permasalahan ini bisa berupa sifat anak yang keras kepala, membandel, hingga perubahan psikologis lainnnya.
Setiap anak tentunya mempunyai perkembangannya masing-masing. Dari mulai bayi, balita sampai anak-anak hingga mencapai usia pra remaja. Pada periode sebelum remaja ini biasanya ditandai dengan perkembangan psikologi yang mengarah pada ‘pemberontakan’. Seperti keras kepala atau sering melawan orang tua.
Fenomena social masyarakat saat ini semakin pelik, terutama menyangkut hubungan antara orang tua dan anaknya. Seiring dengan perkembangan jaman, pola-pola mendidik anak remaja pada jaman dulu sudah berbeda dengan pada jaman milenial saat ini.
Tak sedikit orang tua berkeluh kesah tentang kesulitan mereka dalam menghadapi anak pra remaja yang keras kepala. Mereka pun bertanya mengenai cara menghadapi dan mendidik anak pada usia ini baik menurut ilmu psikologi maupun dari pandangan agama.
Banyak pakar psikologi anak mengingatkan pada orang tua pentingnya mendidik anak dengan baik pada masa pra remaja yang menuju remaja. Masa ini akan menentukan kepribadian anak di masa dewasa kelak. Pada masa pra remaja sebaiknya anak sudah dilatih untuk bisa bersikap mandiri dan bertanggungjawab dan hal baik lainnya. Sehingga ketika besar anak tak mendapatkan kesulitan dalam perkembangannya.
Pada masa pra remaja merupakan tahap yang penting. Pada masa ini anak sedang berproses menuju remaja yang ditandai dengan ciri khas pubertas. Fisik yang mulai berubah pada bagian-bagian tertentu organ tubuh anak, baik perempuan maupun laki-laki.
Baca juga Cara Mengatasi Kenakalan Remaja dan Penyebabnya
Ini memerlukan penjelasan dan bimbingan orangtua. Dalam hal ini orang tua harus memberikan dukungan pada anak pra remaja dalam melewati periode ini dengan baik, khususnya terhadap segala perubahan yang terjadi pada diri anak.
Setiap manusia memiliki fasenya masing-masing. Dimulai dari fase bayi, batita sampai balita. Kemudian berlanjut ke fase pra remaja dan fase remaja. Setiap fase tersebut mempunyai perkembangan psikologi yang berlainan ciri khasnya.
Misalkan pada waktu seorang anak yang masuk dalam katergori pra remaja yang ditandai dengan kisaran umur 9 tahun sampai 11 tahun mempunyai karakteristik yang khas. Pada masa ini, seorang anak akan berlatih untuk bersikap mengembangkan jiwa mandiri ketimbang ketika ia berumur 5 tahun atau 6 tahun.
Pada masa pra remaja mempunyai ciri khas yang sangat jelas yakni terkait masalah pertemanan. Masa pra remaja dengan kisaran umur 9 tahun hingga 11 tahun mengalami perubahan psikologi dari soal pertemanan. Hidup mereka labih banyak dihabiskan bersama dengan teman-teman mereka.
Pada periode ini mulai timbul konflik pertemanan. Namun secara gambaran besarnya pada masa pra remaja umumnya mereka mempunyai ciri yang khas. Seperti rasa percaya diri yang tinggi, gampang dalam memilih keputusan yang baik baginya, dan lebih menguasai jika terjadi konflik negatif dengan temannya.
Setiap anak melewati berbagai fase kehidupan. Hal itu sangat wajar karena manusia adalah makhluk yang terus tumbuh dan berkembang setiap harinya. Dari mulai anak yang sudah memasuki satu tahun, dua tahun sampai lima tahun. Memperlakukan anak yang berumur satu tahun dengan lima tahun harus diperlakukan dan dididik secara berbeda tergantung usia dan kemampuan anak.
Untuk menghadapi anak pra remaja tentunya orang tua harus mengenal perubahan pada ini. Fase atau masa anak pra remaja merupakan periode yang pasti dialami oleh setiap orang. Secara bahasa dan istilah pra remaja adalah periode menjelang remaja. Hal ini ditandai dengan mulai timbulnya gejala-gejala pubertas pada anak laki-laki maupun wanita yang menginjak usia rentang 9 tahun hingga 12 tahun.
Pada fase atau masa anak pra remaja akan mulai timbul karakteristik psikologis yang ingin mencoba sesuatu hal yang baru. Pada masa ini kalau rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba disalurkan pada hal-hal negatif maka akan menimbulkan yang namanya kenakalan remaja. Kenakalan remaja dalam bentuk tawuran sesama pelajar, remaja, pergaulan bebas, merokok, penggunaan obat terlarang dll.
Dalam melewati masa pra remaja ada dari mereka yang berhasil dengan baik dan memiliki prestasi bagus. Namun ada juga yang melewatinya dengan masa suram. Hingga terjadinya kenakalan remaja. Namun cara mengatasi kenakalan remaja berasal dari niat dan tekad remaja itu sendiri mau atau tidak untuk berubah ke arah lebih baik.
Setelah melewati masa pra remaja maka seseorang akan mengalami masa remaja. Masa remaja ditandai dengan pubertas dan ia mulai mengenal perasaan cinta pada lawan jenis. Masa remaja juga disebut juga sebagai fase peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Masa remaja adalah masa yang penuh energi hingga jika dilakukan untuk melakukan hal positif maka hasilnya akan luar biasa besar.
Lihat juga Cara Mengatasi Anak Berani Sama Orang Tua
Untuk lebih mengenal, berikut ini ciri-ciri seseorang sedang mengalami masa anak pra remaja yang sebaiknya orang tua tahu.
Setiap orang pastinya sedang memasuki tahapnya masing-masing. Dari mulai fase anak-anak, pra remaja dan remaja, orang dewasa, sampai lanjut usia. Waktu terasa bergulir sangat cepat. Dari asalnya bayi, balita, remaja sampai dewasa dan mempunyai anak dan istri.
Jika anda mempunyai anak pra remaja maka anda sebagai orangtua harus memperlakukan anak dengan lebih baik. Karena masa pra remaja adalah fase yang sangat penting dari perpindahan masa dari fase anak-anak menuju remaja.
Masa pra remaja identik dengan sesuatu yang enerjik, penuh semangat dan sangat menyukai tantangan. Pada saat ini anak-anak pra remaja cenderung melihat segala sesuatu objek dengan sangat penasaran dan ada rasa ingin mencoba. Di sinilah peran orangtua sangat penting dalam mengarahkan anak tetap berada dalam perkara-pekara yang baik dan positif bagi dirinya.
Anak pra remaja adalah anak yang berada dikisaran umur antara 9 tahun sampai dengan 12 tahun. Jika anak anda sedang berada pada rentang usia tersebut berarti anak anda termasuk dalam ketegori pra remaja. Menangani anak usia pra remaja memerlukan metode penanganan yang tepat. Ini agar anak dapat menghadapi masa remajanya dengan baik.
Lalu bagaimanakah cara memperlakukan anak pra remaja? Berikut ini beberapa cara dan tips menghadapi anak pra remaja bagi orang tua yang bisa Anda lakukan.
Masa pra remaja adalah masa pergolakan kejiwaan seorang anak. Pergolakan bisa juga terjadi pada hubungan antara anak dan orang tuanya. Misalkan sang anak berubah sifat menjadi suka berdebat dan melawan orangtua serta lebih memilih berkumpul bersama teman-temannya ketimbang orangtuanya.
Dengan jiwa yang masih bergejolak itu, setiap orang tua harus memiliki jiwa yang sabar dan tak mudah tersinggung. Orangtua akan mendapatkan pribadi sang anak akan berbeda dari yang sebelumnya. Dalam fase ini setiap orangtua sangat perlu untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik bagi anak untuk kehidupannya kelak.
Baca juga Mengapa Anak Melawan Orang Tua? Ini Alasannya!
Pada saat ini, sang anak cenderung sangat sukar untuk diajak diskusi atau bicara dari hati ke hati oleh orangtua. Namun sebagai orangtua yang bijak , anda perlu memahami sikap anak pra remaja yang penuh gejolak tersebut sebagai tahapan masanya.
Salah satu tips menghadapi anak pra remaja adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Pastinya dalam kehidupan sekolah, kehidupan pribadi, kehidupan sosial di masyarakat dan berkehidupan dengan teman-temannya anak akan menghadapi konflik atau masalah, anak pra remaja akan menceritakan pemasalahannnya kepada orangtuanya.
Sebagai orang tua yang bijak maka anda harus menjaid pendengar yang baik bagi anak anda. Dan jangan pernah mencela atau menghakiminya. Kalau anak meminta solusi maka berikanlah solusi yang tepat kepada anak anda. Sebagai patokan Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut. Yang berarti manusia hendaknya lebih banyak mendengar ketimbang berbicara.
Sebagai orangtua dalam menghadapi anak pra remaja tidak boleh baperan atau terbawa perasaan atau mudah tersinggung. Karena karakteristik anak pra remaja adalah lebih senang bersandar pada teman-temannya ketimbang orangtuanya.
Karakteristik anak pra remaja akan berlaku cuek dan mulai menolak beberapa permintaan orangtuanya. Anda sebagai orangtua harus menyadai ini dan memberikan batas toleransi tertentu. Dalam beberapa kasus, sang anak lebih memperhatikan saran teman-temannya ketimbang orangtuanya sendiri.
Jika anda mempunyai anak pra remaja maka luangkanlah waktu sebentar untuk berdiskusi dengan anak. Anda perlu menyisihkan waktu untuk mereka agar komunikasi anak dan orangtua bisa cair. Apalagi pada anak pra remaja terbilang sangat sukar untuk diajak berkumpul dan berdiskusi dengan orangtuanya.
Bagaimanapun juga sang orangtua harus menyediakan waktu dengan anak pra remaja untuk saling berdiskusi dan berbagi. Waktu yang dibutuhkan tak lama. Dalam satu minggu sebanyak satu kali atau dua kali, orangtua bisa melakukan diskusi dengan anak secara terbuka.
Diskusi ini akan memberikan pandangan orangtua terhadap pemikiran-pemikiran dan pandangan anaknya yang masih kategori pra remaja sehingga orangtua bisa memahaminya.Pada diskusi ini juga akan menunjukkan sikap anda sebagai orangtua yang sangat mencintainya. Dengan memberikan jalan keluar atas segala permasalahan anak.
Salah satu kesukaan anak adalah menonton tivi. Sangat wajar jika anak pra remaja juga menyukai nonton tivi terhadap acara favoritnya. Pada saat ini, sebaiknya orangtua mendampingi anak dalam menonton televisi. Kemudian sambil nonton tv itu orangtua bisa memberikan pengarahan dan bimbingan pada anak secara halus dan perlahan-lahan dalam kondisi yang sangat rileks.
Baca juga Menghadapi Anak Membantah dan Cara Mendidiknya
Misalkan pengarahan mengenai apa saja yang harus ditiru dan apa saja yang tak boleh ditiru sesuai yang ditontonnya. Tips menghadapi anak pra remaja ini lebih efektif untuk menjaga hubungan harmonis antara anak dan orangtua serta membimbing anak agar bisa berlaku baik dalam kehidupan.
Anak pra remaja membutuhkan sosok teladan yang baik baginya dalam lingkungan keluarga sehingga ia merasakan kenyamanan dan bisa mengikutinya. Dalam hal ini, orangtua harus menjadi figur yang baik sehingga bisa menjadi contoh baik bagi anaknnya yang dalam tahapan pra remaja.
Orangtua jangan pernah membuat jarak dengan anak. Salah satunya dengan mengajak diskusi terbuka. Kemudian orangtua harus menunjukkan sikap bahwa orangtua yang selalu siap membantu segala kesulitan apabila anak membutuhkannnya. Ia akan selalu ada untuk anak.
Pada anak pra remaja anda jangan pernah merasa takut atau tabu untuk mengadakan pembicaraan seputar hal sensitif seperti merokok, narkoba dan obat terlarang, pergaulan bebas, dll.Katakan atau diskusikan dengan anak mengenai topik seputar kenakalan remaja tersebut. Anda sebagai orangtua bisa melihat pandangan anak terkait hal sensitif tersebut dan memberikan pengarahan dan bimbingan kepada jalan yang benar.
Anak pra remaja sangat tidak suka apabila ia dihakimi atau dikritik secara terus menerus. Sebagai orangtua yang mempunyai anak pra remaja dalam menghadapi anak pra remaja jangan pernah melakukan penghakiman atau kritikan pedas pada anak. Karena akibatnya anak justru akan menjauh dari anda. Sehingga hubungan antara anak dan orangtua bisa renggang.
Apakah kamu mengetahui cara menulis teks laporan hasil pengamatan dengan membuatnya sendiri untuk laporan hasil…
Kasus pembunuhan Munir Said Thalib adalah seorang aktivis yang menjadi korban pembunuhan di dalam pesawat…
Sekolah Alam Bekasi adalah sekolah formal yang menggunakan kurikulum sekolah alam sebagai kurikulum utamanya. Ide…
Dengan memahami akar dan asal usul Bhinneka Tunggal Ika, hal ini menunjukkan bahwa frasa atau…
Cara mengatasi konflik dengan anak merupakan salah satu hal yang banyak dicari oleh banyak orang…
Mungkin Anda akan tertarik untuk mengetahui bahwa planet terjauh dari matahari ini baru ditemukan pada…