Pola asuh yang diterapkan orangtua pada anak, sangat menentukan akan seperti apa si kecil saat besar nanti. Salah sedikit saja dalam memilih pola asuh anak usia dini, akan membuat Anda menyesal di kemudian hari. Agar hal itu tidak terjadi, perlu diketahui bagaimana mendidik dan mengasuh anak dengan cara yang tepat sesuai usia dan kondisi.

Penerapan pola asuh sudah bisa dimulai sejak dini, tepatnya ketika anak sudah bisa diajak berinteraksi dengan baik. Di usia dini, anak sangat mudah diberi arahan karena otaknya dalam masa emas. Jadi sudah jadi kewajiban orang tua, untuk mendidiknya dengan cara terbaik.

Pola Asuh Anak Usia Dini

Konsep asuh untuk anak usia dini sangat bervariasi, sejumlah psikolog anak menjelaskan setidaknya ada sembilan pola asuh yang bisa diterapkan atau dikolaborasikan untuk mendidik anak Anda. Berikut penjelasannya.

  1. Modelling

Pola ini menempatkan orangtua sebagai rule model atau contoh dalam kehidupan anak, tapi tentunya contoh positif. Sehingga anak bisa meniru hal positif dari orang tuanya, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kecilnya adalah pamit ketika hendak keluar rumah, membungkuk jika berjalan di depan orang yang lebih tua.

  1. Monitoring

Anak boleh saja berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, namun orangtua harus melakukan pengawasan penuh agar anak tidak terkontaminasi dengan hal-hal negatif. Misalnya ketika anak bermain dengan tetangga yang terbiasa berkata kasar, orang tua punya kewajiban mengingatkan bahwa berkata kasar itu tidak baik.

pola asuh anak

  1. Responding

Jadilah kamus berjalan bagi anak, setiap mereka bertanya tentang sesuatu maka Anda harus bisa menjelaskannya dengan baik dan benar. Agar pemahamannya benar-benar tepat dan saat mengimplementasikannya sendiri, tidak terjadi miskomunikasi. Contohnya saat anak bertanya tentang sahabat, maka Anda harus menjelaskan apa arti sahabat itu.

  1. Mentoring

Yaitu pola asuh anak yang menempatkan orang tua sebagai guru, yang mengajarkan hal-hal baik kepada anak. Baik itu perilaku, maupun aktivitas yang tepat di waktu yang juga tepat. Contohnya mengajarkan anak makan sendiri, membersihkan mainan setelah selesai memainkannya. Sehingga anak jadi paham dan ke depannya bisa melakukan tanpa disuruh.

  1. Preventing

Merupakan pola mencegah anak untuk melakukan hal-hal tidak baik karena pastinya akan berdampak, pada karakter dan kebiasaannya. Misalnya melarang anak bermain dengan orang-orang yang perilakunya negatif atau mencegahnya agar tidak sakit, dengan memberikan obat dan vitamin jika diperlukan.

  1. Demokratis

Dengan pola asuh ini anak diberikan ruang untuk bebas mengeluarkan pendapat, dampaknya anak bisa mengembangkan kreativitasnya dengan nyaman. Pola ini juga penting untuk mengetahui minat dan bakat anak sejak kecil, sehingga orang tua bisa mengarahkannya dengan baik.

  1. Situasional

Ada orang tua yang menerapkan pola ini, dimana ada saatnya anak diberikan porsi, untuk bebas berbicara tapi ada juga masanya dia harus dididik dengan tegas. Pola ini cukup menarik dan sangat fleksibel sehingga anak tidak bosan dan bisa mengerti, tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang harus dihindarinya.

  1. Otoriter

Adalah pola asuh anak dengan memerintahnya melakukan sesuatu dan wajib dipatuhi, termasuk memberikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan. Jika diterapkan dengan benar, pola ini bisa membuat anak jadi lebih mawas diri dan bertanggung jawab. Tapi jika berlebihan akan membuat anak tumbuh sebagai pribadi, yang tertutup dan penakut.

  1. Permitif

Tak sedikit orang tua yang menggunakan pola ini, dimana anak dimanja dan diberikan apapun yang mereka inginkan dengan batas yang wajar. Jika berlebihan, justru akan membuat anak tidak mandiri dan selalu bergantung kepada orang tua.

Setelah melakukan pola asuh anak usia dini yang tepat, bila anda tidak mempunyai waktu banyak untuk memberikan pendampingan dalam melatih membaca menulis dan berhitung, anda bisa menggunakan jasa guru les privat terbaik dari edumaster. Kami akan memberikan pendampingan dalam mendidik anak anda sebagai pelengkap dari pola asuh baik yang sudah anda berikan kepada anak.

Pola Asuh Anak di Tengah Pandemi

pola asuh anak usia dini di tengah pandemi

Mendidik anak juga harus disesuaikan dengan kondisi, salah satunya saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19 saat ini. Dimana perlu beberapa penyesuaian yang dilakukan, agar anak tetap bisa tumbuh dengan cara yang baik dan tidak ketinggalan zaman di bidang apapun. Apa saja pola yang bisa dipakai?

  1. Kreatif Dengan Dunia Maya

Dengan banyaknya waktu di rumah dan penerapan sistem belajar online, Anda harus bisa menumbuhkan kreativitas anak dengan melibatkan dunia maya. Tentunya dengan cara positif, misalnya mengajak anak nonton cara membuat mainan dari barang bekas melalui platform online. Sehingga anak bisa berkreasi dan tidak bosan, dengan mainan yang ada di rumah.

  1. Kompak

Orang tua juga harus kompak, dalam mengasuh anak di rumah karena kebanyakan saat ini suami dan istri menghabiskan waktu bersama. Misalnya ketika anak membuat kesalahan, jika ayah memarahi maka ibu harus mendukung ayah. Selama marahnya demi kebaikan dan dengan cara yang tepat, sesuai usia anak.

  1. Sabar

Orang tua harus semakin banyak bersabar menghadapi anak, yang pastinya hampir 24 jam selalu bersama di rumah. Jangan perlihatkan emosi berlebihan di depan anak, apalagi bertengkar dengan suami atau istri di depan anak. Kesabaran ini akan sangat berdampak pada karakter anak, yang juga akan menjadi pribadi yang lebih sabar dan tidak emosian.

  1. Kebiasaan Positif

Tularkanlah kebiasaan positif Anda kepada anak, jangan memperlihatkan kebiasaan buruk yang akan ditiru oleh si kecil. Contohnya ayah yang suka merokok, sebaiknya mencari lokasi khusus agar anak tidak melihat apalagi ikut menghirup asapnya.

  1. Pantau Tumbuh Kembang Via Aplikasi

Minimnya akses ke luar rumah apalagi untuk melakukan pengecekan kesehatan, maka Anda punya tugas untuk menerapkan pemantauan tumbuh kembang anak. Bisa dengan menggunakan aplikasi pantau tumbuh kembang anak, yang dikelola oleh pemerintah.

  1. Gerakan Berjarak

Jangan lupa untuk mengajarkan anak menerapkan pola jaga jarak aman, walaupun di rumah. Misalnya saat nonton televisi atau makan bersama, jika bisa dibiasakan maka anak akan menjadikannya hal penting nantinya, dimanapun dia berada.

  1. Tetap Sehat

Selain jaga jarak, terapkan juga pola hidup sehat pada anak. Mulai dari kebiasaan cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang benda kotor dan sebelum makan. Kemudian menggunakan masker, ketika berada di luar rumah dan mandi yang bersih.

Pola Asuh Anak Yang Salah

Bagi orang tua yang memiliki kesibukan di luar rumah, secara tidak sengaja atau malah disengaja mereka telah menerapkan pola asuh anak yang salah. Padahal itu hanya akan berdampak buruk pada perkembangan anak, diantaranya adalah:

  1. Pakai Jasa Pihak Ketiga Yang Tidak Bertanggung Jawab

Karena kesibukan orang tua, kemudian anak diasuh oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab seperti pembantu atau kakek neneknya. Ini hanya akan membuat hubungan yang renggang, antara orang tua dan anak. Dimana anak lebih dekat dengan pengasuh, jika dibiarkan hingga dewasa maka anak bisa saja menjadi orang asing di tengah keluarganya sendiri.

  1. Kekerasan Fisik

Orang tua yang suka memukul anak akan berdampak buruk, pada tumbuh kembangnya. Si kecil akan terbiasa melakukan kekerasan yang sama kepada orang lain karena dia mencontoh, apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Sangat penting untuk mengetahui secara detail pola asuh anak yang tepat untuk usia dini, termasuk apa saja pola yang salah dan sebaiknya dihindari. Anda tinggal menerapkannya untuk si kecil, agar dia tumbuh menjadi anak yang memiliki karakter positif dan jauh dari sifat-sifat negatif.