Sejarah Candi Borobudur dimulai dari abad kedelapan atau sembilan Masehi saat berkuasanya Dinasti Syailendra.  Pada saat itu pembangunan Candi Borobudur dimulai dengan cara bergotong royong. Dinasti Syailendra menyuruh kepada seluruh rakyatnya untuk membangun sebuah candi besar bernama Borobudur.

Dinasti Syailendra yang tengah berkuasa pada masa itu adalah pengikut dan penganut agama Buddha Mahayana. Adapun tujuan pembangunan Candi Borobudur ketika itu untuk dijadikan sebagai monumen agama Buddha dan simbol untuk menggambarkan keterkaitan antara rakyat dan raja.

Namun seiring berjalan waktu, di daerah tersebut muncul suatu bencana alam yang dahsyat yaitu meletusnya Gunung Merapi yang memakan banyak korban jiwa. Akibat bencana alam tersebut membuat seluruh penduduk menyelamatkan diri dan meninggalkan daerah sekitar Candi Borobudur berdiri. Para penduduk keluar menyelamatkan diri untuk pergi ke tempat jauh yang lebih  aman.

candi borobudur

Candi Borobudur pun dibiarkan tergeletak dengan segala kemegahannya. Mulai banyak debu dampak dari sisa letusan dahsyat dari abu vulkanik Gunung Merapi yang menutupinya. Candi Borobudur terbengkalai. Namun setelah bencana gunung merapi selesai, seorang ilmuwan menemukan kembali Candi Borobudur. Dia lah yang melakukan pemugaran dan restorasi kembali hingga sekarang ini.

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah sebuah candi untuk beribadahnya orang-orang penganut agama Budha pada jaman dinasti Syailendra. Ratusan orang bergotong royong membangun candi tersebut hingga menghabiskan jutaan batu andesit.

Namun setelah rampung pembuatan candi tak berselang lama terjadi musibah bencana alam yang terjadi di sekitar candi yakni gunung merapi yang meletus mengeluarkan debu panas dan lahar.

Para penduduk meninggalkan tempat tersebut beserta candi. Candi Borobudur pun terkubur oleh letusan gunung merapi.  Oleh sebab itu, penduduk tidak menghiraukan lagi keberadaan candi Borobudur. Mereka lebih memilih mengamankan diri ke wilayah yang aman.

Tahun 928 hingga 1006 Masehi, sejarah Candi Borobudur dibiarkan terbengkalai tak terurus dengan baik. Apalagi dengan mayoritas penduduk Magelang Jawa tengah yang mulai mengganti agama mereka dengan menganut agama Islam. Sehingga semakin banyak orang yang meninggalkan candi.

Mengenai tanggal pasti tentang sejarah pembangunan candi Borobudur tidak diketahui tanggal pastinya. Hanya dikisaran abad delapan atau sembilan masehi. Hal tersebut berdasarkan analisa para ahli dan bukti penulisan pada relief di bagian kaki Candi.

Begitu juga dalam proses jangka waktu membangun candi Borobudur juga tak diketahui dengan pasti. Karena semua sumber yang tertulis seperti tugu atau prasasti tidak ditemukan sama sekali. Dengan demikian, tidak ada seorang pun dapat mengetahui secara pasti umur candi Borobudur pada saat ini.

candi borobudur sebagai keajaiban dunia

Berdasarkan struktur bangunan Candi Borobudur dapat diketahui bahwasanya sejarah Candi Borobudur telah dibangun dan menghabiskan dua juta lebih batu andesit. Batu tersebut merupakan jenis batu yang asal usulnya dari daerah di dekat area Candi tepatnya sekitar sungai. Untuk mengurusi Candi Borobudur, pemerintah membentuk Balai Konservasi Borobudur.

Dilihat dari struktur bangunan, Candi Borobudur mempunyai satu induk stupa dan 9 teras berundak berbentuk lingkaran dan persegi. Adapun yang membuat desain Candi Borobudur menurut sebagian pakar menunjukkan sosok pria bernama Gunadharma yang merupakan salah seorang arsitek terkenal pada waktu itu. Namun semua itu tidak ada bukti tertulis yang menjelaskannya.

Sejarah Candi Borobudur Menurut Para Ahli

Mengenai sejarah Candi Borobudur yang belum terkuak secara pasti hingga saat ini mengenai tanggal pendirian candi ini. Hal ini membuat banyak pakar atau ahli memberikan analisisnya masing-masing. Seperti halnya yang dilakukan oleh J. G. De Casparis seorang ahli sejarah dan sejarawan.

Pada sebuah desertasinya yang dimuat tahun 1950 dijelaskan mengenai masa tepat pembangunan Candi Borobudur adalah tahun 782 Masehi sampai 812 Masehi. Pada waktu itu, Dinasti Syailendra dipimpin oleh Smaratungga.

Dengan demikian, menurut disertasinya, pendiri Candi Borobudur adalah Smaratungga sebagai penguasa kala itu. Yang kemudian hal itu menjadi bahan materi pokok pada mata pelajaran sejarah di sekolah.

Pembangunan Candi Borobodur tak dikerjakan dalam waktu sebentar. Namun menurut pendapatnya, pembangunan candi Borobudur menghabiskan waktu sampai setengah abad. Pada waktu Ratu Pramudawardhani atau putri Smaratungga berkuasa barulah pembangunan Candi Borobudur selesai secara sempurna.

sejarah candi borobudur

W.F. Sutterheim seorang Arkeolog yang berasal dari negara Belanda memberikan analisanya bahwa sejarah Candi Borobudur mempunyai 504 patung dan 2500 relief. Sedangkan menurut I Gede Mugi Raharja, Guru Besar ISI Bali menyebutkan bahwa sejarah Candi borobudur dibuat dengan kombinasi antara corak budaya nusantara dan corak budaya Budha.

Fungsi Candi Borobudur

Segala sesuatu benda tentu dibangun dengan maksud dan tujuan. Begitu pula yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu dengan mendirikan candi Borobudur yang memiliki maksud dan tujuan.  Pembangunan candi Borobudur pada saat dinasti Syailendra berkuasa memiliki maksud dan tujuannya yang sangat dimengerti dan dipahami oleh para ahli sejarah.

Untuk lebih mengetahuinya secara lengkap, berikut ini beberapa fungsi Candi Borobudur pada saat dulu,

1.Sebagai tempat beribadah

Pada jaman dulu saat candi Borobudur berdiri maka dijadikan tempat beribadah bagi umat Budha di wilayah itu yang mayoritas penganut agama Budha. Bahkan mereka menggunakan candi Borobudur sebagai tempat untuk menjamu para dewa yang diyakininya.

2.Tempat untuk memuliakan dan menghormati  raja-raja dinasti Syailendra

Fungsi Candi Borobudur pada waktu dulu juga sebagai tempat dalam rangka memuliakan raja-raja dari dinasti Syailendra.

3.Ungkapan rasa hormat dan syukur

Sejarah Candi Borobudur juga merupakan bentuk  bangunan yang dibangun sebagai ungkapan rasa hormat dan syukur pada para leluhur.

fungsi candi borobudur

4.Tempat bertapa

Pada jaman permulaan pembangunan, sejarah candi Borobudur dijadikan sebagai tempat bertapa raja-raja dari dinasti Syailendra dan sesudahnya. Hal tersebut mengingat letak candi Borobudur yang berada di bukit pegunungan yang sepi sekali dan nyaman dijadikan lokasi pertapaan tanpa takut terganggu dengan keributan orang.

Adapun yang menjadi fungsi Candi Borobudur pada masa sekarang antara lain:

1.Keajaiban dunia

Borobudur merupakan salah satu situs yang pernah masuk dalam daftar keajaiban dunia dan menjadi pusat cagar budaya dunia. Atas hal itu membuat nama candi Borobudur semakin terkenal ke seluruh dunia dan menjadi tempat wisata favorit yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

2.Pemasukan negara

Fungsi berikutnya dari Candi Borobudur bagi negara adalah menjadi sumber pemasukan tambahan devisa bagi negara dari sektor pariwisata. Apalagi sejak diterapkan tarif baru masuk candi Borobudur yang mengalami kenaikan membuat sumber pemasukan negara semakin bertambah besar.

3.Pengingat manusia pada masa sekarang

Candi Borobudur pada masa sekarang berfungsi untuk mengingatkan pada manusia bahwa karya yang besar tidak lahir dalam waktu sekejap. Namun karya besar lahir membutuhkan proses dan waktu yang lama hingga hadir karya besar. Seperti halnya pada sejarah candi Borobudur yang memakan waktu setengah abad.

borobudur sebagai keajaiban dunia

Berdasarkan catatan yang ada, sejarah Candi Borobudur dibangun melalui lima tahapan, antara lain:

  • Tahapan pertama yang dimulai pada tahun 780 Masehi. Yang dilakukan adalah perluasan pelataran dan perataan bukit.
  • Tahapan kedua dan ketiga dilakukan pada tahun 792 Masehi. Yang menjadi pekerjaannya adalah menambah undakan.
  • Tahapan keempat dilakukan tahun 824 Masehi. Yang pekerjaannya meliputi penyempurnaan pada bagian gawang pintu, tangga dan relief serta pagar Langkan

4.Simbol pengingat budaya beragam di Indonesia

Sejarah Candi Borobudur juga mengingatkan pada keberagaman agama dan bahwa Indonesia mempunyai banyak budaya yang berbeda-beda dan menghormati budaya tersebut. Sehingga pembangunan candi Borobudur pun menggunakan dua kebudayaan yakni kebudayaan Nusantara dan kebudayaan Budha.

Candi Borobudur Sebagai Keajaiban Dunia

Candi Borobudur sebagai keajaiban dunia sudah diakui dunia. Hal ini karena pembuatannya yang tidak sembarangan. Sejarah Candi Borobudur memerlukan waktu lama dengan jumlah batu yang tersusun hingga dua juta lebih batu andesit. Pada sebuah polling yang diselenggarakan oleh sebuah yayasan dijelaskan bahwa Candi Borobudur tidak termasuk tujuh keajaiban dunia. Namun hanya sebatas nominasi atau usulan dari Indonesia.

Candi Borobudur bukan termasuk tujuh keajaiban di dunia. Namun pamor atau popularitas Candi Borobodur sangat tinggi dari tingkat nasional sampai dunia internasional. Mengunjungi propinsi Jawa Tengah tidak lengkap rasanya tanpa mengunjungi Candi Borobudur yang menjadi ikon wisata di Jawa Tengah tepatnya Magelang. Berdasarkan data dari pihak dinas pariwisata, setiap tahunnya Candi Borobudur dikunjungi oleh empat juta lebih wisatawan asing dan domestik.

Candi Borobudur sebagai keajaiban dunia juga karena bentuknya yang unik. Banyak orang di Indonesia dan dunia mengagumi Candi Borobudur sehingga menganggap sangat layak dan pantas dimasukkan ke dalam tujuh keajaiban dunia.  Namun pihak yayasan New Seven Wonders Of The World menganggap Candi Borobudur tak termasuk pada tujuh keajaiban dunia. Hal itu diperkuat dengan jumlah responden yang mendukungnya juga sangat kecil.

Sekarang, anda tak bisa menjumpai lagi pada buku eksiklopedia atau buku pelajaran sejarah hingga Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) yang memuat sejarah Candi Borobudur sebagai tujuh keajaiban dunia. Karena Candi Borobudur tak resmi dimasukkan sebagai tujuh keajaiban dunia. Namun banyak orang yang menganggapnya pantas masuk tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur adalah tempat ibadah bagi pemeluk agama Budha sejak jaman dinasti Syailendra.

Pemerintah Indonesia mendaftarkan Candi Borobudur sebagai tujuh keajaiban dunia. Namun  hal tersebut belum berhasil diterima. Pada akhirnya yang menjadi tujuh keajaiban dunia terpilih adalah Piramida Agung Giza di Mesir, Patung Zeus Olympia, Taman Gantung Babilonia, dan Mercusuar Alexandria. Namun yang tersisa saat ini hanyalah  Piramida Agung Giza. Sedangkan yang lainnya hancur karena gempa bumi.

Seiring dengan perkembangan jaman terbaru dibuatlah sebuah survey yang akan memberikan daftar tujuh keajaiban dunia yang baru. Sejumlah situs mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia. Salah satunya Candi Borobudur. Namun berdasarkan hasil pemungutan suara, Candi Borobudur kalah telak di tahap final sehingga tidak berhasil masuk menjadi tujuh keajaiban dunia.

peran candi borobudur

Adapun yang berhasil masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia terbaru adalah Taj Mahal di India, Tembok besar China, Petra Yordania, Colosseum Italia, Machu Picchu di Peru, Chicken Itza di Meksiko, dan patung Christ di Brazil. Walaupun Candi Borobudur tidak termasuk tujuh keajaiban dunia  versi terbaru tapi jangan berkecil hati. Karena Candi Borobudur sudah diakui secara resmi sebagai warisan budaya dunia yang tak kalah hebat dengan tujuh keajaiban dunia lainnya.

Sejarah Candi Borobudur pernah hilang ditelan bumi. Yang ada hanyalah gundukan bukit yang dipenuhi semak belukar dan tumbuhan liar. Namun pada tahun 1824 pada waktu tanah jawa dikuasai oleh pihak tentara Inggris maka Gubernur di tanah Jawa masa itu yakni Stamford Reffles memerintahkan untuk membersihkan tempat candi Borobudur di Magelang dari sisa-sisa debu abu vulkanik.

Dengan dibantu oleh ratusan penduduk sekitar membersihkan semak belukar dan tanaman liar pada akhirnya sejarah candi Borobudur dapat ditemukan kembali pada tahun 1834. Sudah beberapa kali Candi Borobudur mengalami pemugaran dari asalnya yang dilakukan oleh pihak pemerintah kolonial Inggris sampai Indonesia dan lembaga UNESCO.