Umum

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang: Pengertian, Fungsi dan Cara Penerapannya

Siklus akuntansi perusahaan dagang merupakan hal yang tidak dapat dianggap sepele. Karena kehadiran dan fungsinya yang sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap perusahaan dagang. Dengan adanya laporan inilah pelaku bisnis dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap usaha yang dijalankannya.

Sebenarnya siklus akuntansi sangat penting bagi setiap pelaku bisnis yang menjalankan suatu perusahaan, termasuk usaha dagang. Ini merupakan bagian dalam pembuatan laporan keuangan yang sifatnya sangal simpel dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Secara mendasar, siklus akuntansi pada perusahaan dagang mempunyai tahapan-tahapan tertentu. Proses ini biasanya berawal dari proses transaksi hingga membuat laporan keuangan bagi perusahaan. Pada fase selanjutnya adalah terdapat saldo yang dilakukan penutupan jurnal hingga jurnal pembalik.

Untuk mengenal lebih lengkap tentang siklus akuntansi perusahaan dagang tentu harus memahami terlebih dahulu apa itu siklus akuntansi dan apa itu perusahaan dagang.  Sehingga kita dapat mengetahui pentingnya fungsi laporan keuangan yang satu ini.

Pengertian Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah suatu hal yang umum terdapat pada perusahaan. Untuk pengertian secara istilah, siklus akuntansi adalah serentetan aktifitas yang bertugas melaksanakan identifikasi dan analisa sampai perekaman pada suatu peristiwa dalam perusahaan yang sedang berlangsung.

Pada dasarnya,  siklus akuntansi berlangsung dalam periode 1 tahun. Kemudian di akhir tahun dibuatkan laporan keuangan akuntansi kepada perusahaan.  Proses perhitungan akuntansi akan berjalan tidak selamanya. Tapi per periode sehingga membuat pengulangan dan menjadi sebuah siklus akuntansi yang dikenal secara umum.

Menurut Wikipedia, pengertian siklus akuntansi adalah suatu proses yang terjadi secara berulang kali dalam melaksanakan kegiatan identifikasi, analisa, serta perekaman atas segala aktifitas akuntansi pada suatu perusahaan.

Pada siklus akuntansi  perusahaan dagang menggunakan teknik, metode, kaidah hingga prinsip akuntansi yang baik dan benar. Sehingga kegiatan pencatatan pada semua aktifitas akuntansi di perusahaan berjalan lancar. Pada dasarnya, siklus akuntansi pada perusahaan diawali di permulaan tahun dan diakhiri memakai buku jurnal penutup.

Karakteristik Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi perusahaan dagang berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.  Proses pengulangan menjadi sifat dan ciri khas dari siklus akuntansi. Semua ini berlaku selama perusahaan masih beroperasi secara aktif.

Karakteristik siklus akuntansi yang memiliki pola berulang menjadi suatu hal yang sangat berguna bagi para petinggi di manajemen perusahaan. Karena pihak manajemen perusahaan dapat melaksanakan suatu kegiatan analisa yang baik terhadap situasi finansial perusahaan bersangkutan.

Apa Itu Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam sektor bisnis perdagangan. Sebagian ahli memberikan definisi apa itu perusahaan dagang. Perusahaan dagang adalah suatu jenis usaha yang memiliki usaha inti dalam pembelanjaan barang-barang kebutuhan pokok, sekunder dan tersier.

Selanjutnya barang-barang tersebut diperjualbelikan kembali kepada masyarakat umum untuk mendapatkan laba atau profit.  Labanya tentu sesuai yang ditentukan oleh pihak perusahaan. Dengan cara mencari selisih dan memperhitungkan biaya transportasi, harga pokok barang, upah karyawan  dll.

Perusahaan dagang adalah murni suatu perusahaan yang tidak mengubah wujud suatu barang fisik  dalam kondisi berbeda. Misalkan contoh perusahaan dagang adalah sektor usaha pada perusahaan toko kelontongan, supermarket, dan minimarket. Semua perusahaan tersebut hanya bergerak menjualkan produk kebutuhan tanpa ikut mengubah wujud barang tersebut.

Barang-barang yang dijual pada supermarket dan toko kelontong umumnya jenis barang kebutuhan pokok manusia sehari-hari. Sehingga perputaran uang pada perusahaan dagang ini secara harian dalam jumlah nominal uang dan kuantitas barang yang sangat besar.

Membangun suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih oleh setiap pelaku usaha dalam mendapatkan laba penghasilan. Hal itu bertujuan lainnya khususnya dalam mengembangkan usaha ke skala yang sangat besar.

Namun sebelum membangun perusahaan dagang harus dibarengi dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkannya. Salah satunya adalah kemampuan akuntansi. Seperti dalam pembuatan laporan keuangan pada perusahaan dagang.

Ciri-Ciri Perusahaan Dagang

Dari penjelasan singkat di atas, dapatlah ditarik suatu kesimpulan dari ciri-ciri perusahaan dagang, antara lain :

  1. Perusahaan yang fokus menjual barang tanpa direpotkan dalam proses produksi atau pengubahan wujud barang
  2. Terdapatnya buku perusahaan dagang. Ciri selanjutnya dari perusahaan dagang adalah memiliki buku perusahaan dagang. Buku perusahaan dagang menampilkan berbagai hal mengenai metode dan upaya gampang dalam melaksanakan kegiatan mencatat laporan keuangan.

Apa Itu Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Lantas apa itu siklus akuntansi perusahaan dagang? Siklus akuntansi ini merupakan suatu proses pembuatan laporan keuangan bagi perusahaan yang menjalani transaksi perdagangan di dalam masa yang ditentukan.

Siklus akuntansi perusahaan dagang adalah suatu hal yang berkaitan sekali dengan pembuatan laporan keuangan perusahaan pada tempo waktu  yang sudah ditentukan. Pada siklus akuntansi pada perusahaan dagang sering diawali dari mengumpulkan data-data terlebih dahulu. Dari data tersebut berupa transaksi berlanjut dalam membuat laporan finansial perusahaan hingga melakukan upaya menutup saldo perusahaan.

Dalam pembuatan siklus akuntansi bisa berupa barang yang diperdagangkan barang fisik maupun nonfisik atau digital. Proses perhitungan akuntansi pun hampir sama.  Terutama dalam menghitung rugi dan laba. Keuntungan diperoleh setelah semua transaksi penjualan diakumulasikan dikurangi biaya-biaya. Seperti biaya harga pokok, biaya operasional dll.

Fungsi Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Sebuah perusahaan perlu membuat laporan secara berkala. Nah, berikut ini beberapa fungsi siklus akuntansi perusahaan dagang yang penting untuk diketahui.

  1. Fungsi yang utama dari adanya siklus akuntansi perusahaan dagang yaitu untuk mengurangi berlangsungnya fraud. Pembuatan laporan keuangan yang menjadi bagian inti dari siklus akuntansi berusaha memberikan laporan finansial perusahaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Fungsi selanjutnya dari siklus akuntansi bagu usaha dagang adalah untuk melakukan proses akuntansi secara rutin, bertahap dan sistematis. Semua data transaksi dicantumkan pada laporan keuangan dalam masa tertentu.
  3. Fungsi siklus akuntansi perusahaan dagang yang terakhir adalah memberikan data informasi yang akurat dan berguna dalam menentukan kebijakan perusahaan yang tepat. Dari siklus laporan akuntansi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam memilih keputusan yang tepat yang mesti dilakukan perusahaan dagang.

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Berikut ini tahapan-tahapan dari siklus akuntansi perusahaan dagang, antara lain :

1.Transaksi yang dilakukan identifikasi

Langkah pertama dalam tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang adalah melakukan identifikasi transaksi. Hal tersebut sangat perlu dilaksanakan oleh seorang akuntan agar dapat mencatat segala transaksi yang pernah berlangsung.

Identifikasi transaksi adalah sebuah bagian dari proses pencatatan keuangan. Namun pencatatan keuangan hanya berlaku pada kegiatan mencatat transaksi keuangan yang berpengaruh sangat besar bagi keuangan perusahaan. Dalam proses pencatatan tersebut mesti disertai dengan bukti yang sah. Seperti nota, faktur, kuitansi dan lain sebagainya.

2.Analisa transaksi

Tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang berikutnya setelah mengidentifikasi transaksi adalah menganalisis transaksi.   Dengan cara memastikan setiap transaksi berpengaruh sekali dalam keuangan perusahaan dalam segi kredit ataupun debet.

Akuntansi dalam melakukan analisis transaksi menggunakan rumus persamaan akuntansi yakni aktiva = kewajiban ditambah ekuitas. Seperti contohnya, suatu perusahaan memperoleh modal investasi senilai Rp 1 juta dan ditambah dengan modal perlengkapan dan peralatan mencapai Rp 500 ribu.

Pada laporan keuangan siklus akuntansi dituliskan terjadi proses menambah uang kas. Dari proses penambahan itu membuat bertambahnya modal dari perusahaan sekitar Rp 1,5 juta. Disebabkan semua transaksi tersebut termasuk pada unsur modal yang dimiliki oleh perusahaan dagang.

3.Transaksi yang dicatat pada jurnal

Tahapan siklus akuntansi berlanjut pada pencatatan setiap transaksi pada jurnal.  Kemudian membuat postingan pada buku besar.

4.Penyusunan neraca saldo

Hal penting berikut pada siklus akuntansi perusahaan dagang adalah melakukan penyusunan terhadap neraca saldo dan membuat jurnal penyesuaian.  Semua itu diteruskan dalam menyusun laporan keuangan dan neraca saldo penyesuaian.

5.Penyusunan jurnal penutup

Terakhir, tahapan dalam siklus akuntansi adalah melakukan penyusunan jurnal penutup dan penyusunan jurnal pembalik dan neraca saldo.

Cara Penerapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Berikut ini beberapa tahapan cara penerapan siklus akuntansi perusahaan dagang, antara lain :

1.Pencatatan atas segala transaksi pada buku jurnal umum

Langkah pertama dalam penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang adalah melakukan pencatatan atas segala transaksi bisnis pada buku jurnal umum.  Semua itu menjadi suatu sistem dalam rangkaian siklus akuntansi pada sebuah perusahaan dagang.

Pada waktu terjadinya  kondisi berbagai transaksi usaha pada masa tertentu maka semua itu dilakukan pencatatan pada jurnal umum.  Semua itu akan memperlihatkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Contoh, pada waktu suatu perusahaan dagang menggunakan uang kasnya untuk pembelanjaan  barang investasi seperti kendaraan bermotor tentu akan mengurangi uang kas belanja perusahaan dagang.

2.Pencatatan transaksi pada jurnal khusus

Namun lain halnya, untuk perusahaan dagang yang memiliki minimnya transaksi, jurnal umum hanya dilakukan untuk pencatatan transaksi.  Sedangkan bagi sebuah perusahaan dagang yang memiliki banyak sekali transaksi tentu memerlukan upaya mencatat dan mengelompokkan segala transaksi bersangkutan. Itu semua dicatat pada jurnal khusus.

Dengan pembuatan jurnal umum dan khusus sangat berguna  bagi perusahaan untuk memudahkan dalam pencatatan dan pengelompokan transaksi dagang yang mempunyai banyak transaksi.  Pembuatan jurnal khusus bagi perusahaan dagang mempunyai tujuan dan fungsinya tersendiri, antara lain:

  • Dalam menjadikan segi biaya,tenaga dan waktu yang lebih efisien
  • Disamping itu,pembuatan jurnal khusus bagi kepentingan pencatatan penjualan, pembelian, pengeluaran uang kas dan penerimaan kas.

Dengan demikian, pada siklus akuntansi perusahaan dagang mempunyai dua jurnal yaitu buku jurnal umum dan buku jurnal khusus.

3.Pencatatan transaksi pada penjurnalan buku besar pembantu

Sesudah penyusunan buku jurnal umum dan khusus diwujudkan, berikutnya postingan pada buku jurnal umum tersebut mesti dicantumkan pada buku besar pembantu. Cara ini merupakan bagian dari fase siklus akuntansi sebuah usaha.

4.Penyusunan neraca saldo  yang belum dilakukan penyesuaian

Langkah atau cara penerapan siklus akuntansi perusahaan dagang selanjutnya juga terdapat langkah yang penting yaitu dalam membuat neraca saldo yang belum disesuaikan. Arti dari neraca saldo yang belum disesuaikan adalah suatu kumpulan akun usaha yang timbul pada laporan keuangan dan harta perusahaan pra entri jurnal.

5.Pembuatan jurnal penyesuaian

Siklus akuntansi perusahaan dagang selanjutnya adalah membuat jurnal penyesuaian. Pengertian jurnal penyesuaian adalah sebuah jurnal  yang disusun pada waktu akhir dalam rangka melakukan koreksi atau penyesuaian pembenaran atas jurnal laporan finansial sebelumnya yang sudah dibuat. Jurnal penyesuaian memuat pengeluaran non tunai, akrual dan pembayaran di depan.

6.Pembuatan neraca saldo sudah disesuaikan dan laporan keuangan

Pada akhirnya, siklus akuntansi memasuki fase pembuatan neraca saldo disesuaikan. Kemudian dibuatkan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan dagang.

Demikianlah penjelasan mengenai siklus akuntansi perusahaan dagang. Baik tentang pengertian, fungsi hingga cara penerapannya. Ini merupakan salah satu materi yang terdapat pada mata pelajaran Ekonomi yang diajarkan pada siswa siswi SMA kelas 11. Nah, jika kamu ingin memperdalam pelajaran ini ada baiknya mengikuti les privat yang terpercaya.

Yusuf C

Recent Posts

Rekomendasi Tempat Penitipan Anak di Bintaro

Apakah Anda sering kali merasa khawatir saat harus meninggalkan buah hati Anda untuk bekerja di…

16 jam ago

Rekomendasi Tempat Bermain Anak di Jakarta Selatan yang Lengkap dan Terjangkau

Ingin mencari tempat bermain anak di Jakarta Selatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik?…

2 hari ago

Memahami Statistik Inferensial : Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Rumus dan Contohnya

Statistik inferensial seringkali menjadi momok bagi banyak orang yang ingin memahami data dengan lebih dalam.…

3 hari ago

Memahami Materi Kewirausahaan SD: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri dan Contohnya

Materi kewirausahaan sd merupakan aspek penting dalam kurikulum pendidikan, namun seringkali dihadapi dengan tantangan dalam…

3 hari ago

Memahami Cara Belajar Auditori pada Anak

Bosan belajar dengan cara biasa? Yuk, coba cara belajar auditori. Pernahkah kamu merasa kesulitan memahami…

5 hari ago

Cara Memilih Menu Makanan Anak yang Sehat dan Bergizi

Ingin memberi makan anak dengan cara yang sehat dan bergizi tetapi bingung cara memilih menu…

6 hari ago