Stunting adalah situasi pada waktu tinggi tubuh seorang anak lebih rendah ketimbang standar tinggi tubuh pada anak seumurannya. Hal ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti minimnya asupan gizi pada anak dalam masa waktu yang panjang.

Istilah stunting sedang populer saat ini. Pemerintah telah mengidentifikasi penyebab tingginya kasus stunting di Indonesia. Seperti  kekurangan nutrisi pada anak. Sehingga pemerintah secara berkala memberikan bantuan makanan bernutrisi dan bergizi tinggi pada anak.

Kemudian aspek berikutnya yang jadi penyebab stunting di Indonesia adalah pola asuh yang tidak tepat pada anak. Oleh sebab itu, secara berkala, pemerintah melalui Dinas Kesehatan secara rutin memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada ibu-ibu. Materi yang diberikan  tentang pola makan yang sehat dan hidup yang bersih pada anak.

Pengertian Stunting Adalah

Pengertian stunting adalah kondisi seorang anak yang mengalami minim asupan nutrisi yang sangat konis. Akibat dari dampak negatif stunting dapat terlihat dari kondisi fisik dan psikis anak. Salah satunya proses tumbuh kembang anak menjadi terhambat.

pengertian stunting adalah

Dari segi fisik, seorang anak yang mengalami stunting mempunyai ciri khas ukuran tinggi badannya yang lebih pendek dari kebanyakan anak seusianya.

Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stunting adalah suatu kondisi anak atau balita yang memiliki skor z nilai kurang di 3.00 dan 2.00 pada standar deviasi.

Fenomena stunting yang terjadi di Indonesia menimbulkan keprihatinan tersendiri. Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian dari WHO bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat stunting sangat tinggi di dunia. Rata-rata tiga anak dari 10 anak di tanah air hidup dalam kondisi stunting. Jumlah angka kasus stunting di Indonesia melebihi 30 persen.

Sesuai dengan data yang ditetapkan oleh WHO bahwa sebuah negara temasuk kategori dengan tingkat stunting yang tinggi jika angka penderitanya lebih dari 20 persen. Sedangkan negara Indonesia, jumlah angka kasus stunting lebih dari 30 persen.  Sehingga Indonesia menjadi negara yang memiliki tingkat kasus stunting cukup tinggi.

Melihat fenomena tingginya tingkat stunting di Indonesia maka pemerintah dan pihak swasta berusaha mengatasinya lewat berbagai program dan cara. Seperti dengan pemberian gratis makanan bergizi bagi anak stunting.

Pengertian stunting adalah berkaitan erat dengan postur badan anak yang pendek. Hal yang mempengaruhi postur tubuh anak yang pendek adalah asupan nutrisi, hormonal dan genetik. Tak aneh jika ada seorang anak bertubuh pendek. Karena orangtuanya sendiri memiliki postur tubuh yang pendek-pendek.

Disamping dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetika, seorang anak bertubuh pendek bisa disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang.

Seorang anak yang mengalami kekurangan nutrisi pada tubuhnya cenderung akan membuat postur tubuhnya lebih pendek dari yang seharusnya.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa anak yang memiliki perawakan pendek bukan berarti anak tersebut mengalami stunting. Namun anak yang mengalami stunting pastinya mempunyai ukuran tinggi badan yang lebih rendah dari yang seharusnya.

Melihat fenomena tingginya tingkat kasus stunting anak di tanah air membuat Presiden RI memberikan instruksi tegas. Hal tersebut tercantum pada Peraturan Pemerintah No 72 di tahun 2021 mengenai upaya percepatan menurunkan stunting.

Pendek kata, berdasarkan Kementerian Kesehatan,  stunting adalah hambatan yang diderita oleh seorang anak. Sehingga dampaknya terwujud pada lambatnya tumbuh kembang anak. Dampak negatif stunting tentu saja bersifat jangka pendek sampai jangka panjang.

Penyebab Stunting

Setiap orangtua tentu tidak mengharapkan anaknya mengalami stunting. Oleh sebab itu, untuk menghindari terjadinya stunting, maka orang tua wajib mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya.

penyebab stunting

Beberapa faktor penyebab stunting adalah sebagai berikut:

1.Kekurangan nutrisi pada anak

Adapun faktor utama yang menyebabkan seorang anak mengalami stunting adalah kekurangan nutrisi pada waktu lama. Oleh sebab itu, cara menghindari stunting pada anak pada kasus ini adalah dengan cara memberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi pada anak.

2.Minimnya asupan nutrisi pada waktu masih bayi atau dalam kandungan ibu

Seorang ibu hamil yang kurang mencukupi dalam kebutuhan nutrisi terhadap bayi sangat berbahaya. Salah satunya bayi yang dikandungnya bisa mengalami kondisi stunting.

3.Tak dipenuhi nutrisi pada tahap pertumbuhan anak

Hal berikutnya yang menjadi penyebab stunting adalah tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan. Padahal asupan kandungan nutrisi bergizi tinggi bagi anak sangat penting terutama dalam proses tumbuh kembang anak.  Hal ini bisa disebabkan taraf ekonomi dan pendidikan orangtua yang sangat rendah.

Demikianlah beberapa penyebab stunting pada anak. Adapun penyebab paling utama diakibatkan oleh faktor kekurangan gizi yang diderita oleh sang anak pada fase pertumbuhan. Penyebab lainnya dapat disebabkan minimnya asupan nutrisi seorang ibu ketika sedang mengandung anak.

Faktor Risiko Stunting

Seorang anak mempunyai tingkat resiko mengalami stunting berbeda tingkatannya. Ada anak yang memiliki faktor risiko stunting tinggi dan ada pula yang rendah. Berikut ini beberapa faktor yang membuat anak memiliki risiko tinggi terkena stunting.

faktor risiko stunting

1.Faktor ibu

Seorang ibu hamil mempunyai tingkat tinggi dalam faktor risiko mengalami stunting. Pada anak mengalami resiko tinggi stunting apabila ibu hamil tersebut mengalami hal-hal berikut ini, antara lain :

  • Taraf hidup dalam keadaan ekonomi miskin
  • Memiliki postur badan yang rendah atau pendek
  • Intrauterine growth restriction
  • Tingkat pendidikan sangat rendah
  • Berkediaman di daerah yang memiliki sistem sanitasi yang sangat jelek
  • Bertempat tinggal di lingkungan daerah yang tak memperolah pasokan air yang bersih

2.Faktor anak

Adapun faktor anak yang membuat tingginya risiko terkena stunting adalah meliputi:

  • Anak memperoleh kandungan nutrisi yang berkualitas sangat rendah
  • Anak mengalami sakit yang membuat menghambat proses menyerap gizi dan nutrisi. Misalkan sindrom malabsorbsi, infeksi kronis, sakit jantung bawaan, anemia, sakit TBC dan penyakit lain sebagainya.
  • Anak atau bayi tak memperoleh air susu ibu yang eksklusif
  • Anak ditelantarkan oleh orangtua atau keluarganya

Itulah sejumlah faktor risiko stunting dari seorang anak yang perlu kita waspadai. Selanjutnya akan dibahas tentang gejala-gejala apa saja tanda seorang anak mengalami stunting.

Gejala Stunting

Gejala stunting yang dialami oleh seorang anak kadang disadari dan kadang juga tidak. Disebabkan hanya perkiraan saja anak yang mempunyai postur badan yang rendah dari standar.  Namun untuk bisa mengetahui seorang anak mengalami gejala stunting dapat tampak nyata ketika anak berumur dua tahun.

stunting adalah

Berikut ini gejala-gejala seorang anak mengalami stunting yang wajib untuk kita waspadai.

  1. Anak mengalami hambatan dalam masa tumbuh kembang
  2. Anak mengalami hambatan dalam pembelajaran di sekolah dan rumah
  3. Anak gampang mengalami sakit
  4. Pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak terganggu
  5. Bobot badan anak lebih rendah ketimbang anak seumurannya
  6. Postur badan anak lebih rendah atau pendek ketimbang tinggi badan anak seumurannya.

Gejala Anak Mengalami Stunting Karena Penyakit

Seorang anak yang mengalami stunting adalah dengan faktor penyebab menderita sakit kronis dapat terlihat gejala-gejalanya. Berikut ini gejala stunting pada anak karena penyakit yang meliputi:

  1. Anak cenderung lebih banyak berdiam diri atau tak aktif bermain. Padahal anak-anak seusianya sudah umum sangat menyukai dan aktif bermain.
  2.  Anak mengalami sesak nafas
  3. Anak kerapkali mengalami kondisi badan yang lemes atau lesu
  4. Tak bisa menyusu. Gejala seorang anak mengalami stunting adalah anak tak bisa menyusu secara benar.
  5. Badan anak tampak membiru pada saat sedang menangis.
  6. Anak mengeluarkan keringat di malam hari
  7. Anak mengalami kondisi demam dan batuk konis

Itulah beberapa gejala seorang anak mengalami stunting. Kalau hal ini terjadi maka langkah terbaik yang harus dilakukan oleh orang tua adalah memeriksakan anak kepada dokter terdekat. Hal tersebut berguna untuk memastikan apakah anak mengalami stunting atau tidak.

gejala stunting

Selain itu ada tanda paling utama seorang anak mesti melakukan pemeriksaan ataupun berkonsultasi dengan dokter. Yaitu berkaitan postur tinggi tubuh anak yang lebih pendek dari standar anak seumurannya.

Diagnosis Stunting

Untuk mengecek seorang anak menderita stunting atau tidak maka peranan dokter sangat penting. Dokter terlebih dahulu akan melakukan diagnosis terhadap anak. Cara pertama dengan mengajukan beberapa pertanyaan dari dokter kepada anak bersangkutan.

Seperti bertanya apa saja yang dimakan setiap hari sang anak, jenis susu yang diminumnya apakah susu ASI atau bukan? Kemudian dokter akan bertanya pula tentang riwayat penyakit yang pernah diderita  anak, tempat tinggal anak dan lain sebagainya.

Kemudian bagian proses diagnosis stunting adalah oleh dokter dengan melakukan pengukuran tinggi tubuh  anak. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur bobot badan anak. Langkah terakhir dalam proses diagnosis melakukan pemeriksaan terhadap proses tumbuh kembang anak.

Dengan sejumlah diagnosis tersebut dapatlah diketahui seorang anak mengalami stunting atau tidaknya. Jika diketahui seorang anak mengalami stunting maka orangtua perlu melakukan pengobatan sekaligus pemeriksaan anaknya secara  berkala kepada dokter maupun posyandu terdekat.

Untuk anak yang berumur kurang dari dua tahun maka dalam memeriksakan anak ke dokter harus dilaksanakan tiap satu bulan minimal satu kali. Sedangkan bagi anak berumur dua tahun lebih maka pemeriksaan ke dokter dapat dilaksanakan sebanyak satu tahun satu kali.

Cara Mencegah Stunting

Melakukan pencegahan stunting adalah sangat penting dilakukan oleh berbagai pihak. Seperti pemerintah, orangtua, dan masyarakat luas. Karena dampak buruk stunting sangat besar bagi kehidupan anak di masa depannya.

cara mencegah stunting

Berikut ini beberapa upaya dan cara mencegah stunting yang dapat kita lakukan.

1.Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil

Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik pada saat kehamilan ibu. Dengan cara ibu hamil rajin dan teratur makan makanan bergizi dan sehat. Hal ini sangat berguna agar janin kelak dapat lahir dalam keadaan selamat dan sehat serta memperoleh nutrisi yang memadai.

2.Memenuhi kebutuhan nutrisi anak

Selanjutnya, cara mencegah stunting adalah dengan memberikan gizi yang sangat komplit pada anak.  Seperti vitamin A, B, C,D,E dan vitamin K serta karbohidrat, lemak sehat, protein, kalsium, sodium, fosfor, magnesium dan mineral.

3.Menerapkan pola asuh yang sangat tepat

Cara mencegah stunting adalah juga bisa dengan menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak. Hal ini meliputi pemberian ASI bagi anak balita sampai umur dua tahun, dan Inisiasi Menyusui Dini.

4.Pemberian MPASI yang maksimal

Untuk mencegah stunting pada anak selanjutnya adalah dengan memberikan MPASI atau makanan pendamping air susu ibu yang maksimal dan tepat kepada anak. Misalkan dalam bentuk makanan mengandung vitamin A, sumber protein, kacang-kacangan, olahan dari susu, serealia atau umbi-umbian.

5.Memperbaiki kebersihan lingkungan

Selain itu, cara mencegah stunting adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar anak. Disamping itu, orangtua bisa mengajarkan anak untuk membiasakan bergaya hidup yang sehat dan bersih.

6.Menyembuhkan penyakit anak

Terakhir, cara mencegah stunting adalah menyembuhkan berbagai penyakit pada anak. Terutama penyakit yang membuat nafsu makan anak berkurang drastis. Contohnya sembelit, TBC, flu, pilek, batuk, demam dan lain-lain.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian stunting adalah, faktor penyebab, faktor risiko, gejala hingga bagaimana cara mencegahnya. Pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi sejak dalam kandungan agar anak bisa tumbuh kembang secara optimal. Untuk meningkatkan prestasi akademik di sekolah kalian bisa mengikuti bimbel atau les privat yang ada.