Daftar Isi
ToggleMengenal Hari Guru Sedunia
Peringatan Hari Guru Sedunia kali ini mengingatkan kita akan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan, Moms. Setiap tahun, kita punya momen khusus untuk mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Di Indonesia, kita mengenal Hari Guru Nasional setiap tanggal 25 November. Tapi, tahukah kamu bahwa ada hari yang dirayakan oleh seluruh dunia untuk menghormati profesi yang satu ini? Ya, itulah Hari Guru Sedunia.

Pernahkah kamu membayangkan sebuah hari di mana hampir setiap negara di muka bumi ini, terlepas dari perbedaan budaya, politik, dan bahasa, bersatu untuk menyuarakan satu hal yang sama: apresiasi setinggi-tingginya untuk para guru? Hari itulah yang kita sebut sebagai Hari Guru Sedunia. Ia bukan sekadar peringatan, melainkan sebuah kampanye global yang penuh makna. Mari kita bahas lebih dalam soal hari guru sedunia yang sangat istimewa ini, karena memahami esensinya adalah bentuk penghargaan pertama yang bisa kita berikan.
Kapan Hari Guru Sedunia Dirayakan?
Kapan hari guru sedunia sebenarnya dirayakan? Tahukah kamu bahwa ada satu hari khusus dalam setahun yang secara resmi didedikasikan untuk mengenang jasa para pendidik di seluruh dunia? Jika kamu menelusuri kalender global, temukanlah tanggal 5 Oktober yang telah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai World Teachers’ Day atau Hari Guru Sedunia. Penetapan ini telah berlangsung konsisten sejak tahun 1994, menjadi penanda penting dalam kalender pendidikan internasional.
Pemilihan tanggal 5 Oktober tidak dilakukan secara sembarangan. Tanggal ini dipilih untuk menghormati momen bersejarah ketika UNESCO dan International Labour Organization (ILO) secara bersama-sama mengadopsi rekomendasi penting mengenai Status Guru pada tahun 1966. Dokumen rekomendasi tersebut bukan sekadar pernyataan simbolis, melainkan sebuah piagam fundamental yang untuk pertama kalinya menetapkan pedoman global menyeluruh mengenai hak-hak dan kewajiban profesi keguruan.
Rekomendasi tersebut mencakup aspek-aspek kritikal seperti proses rekrutmen, standar pendidikan awal calon guru, serta jaminan kondisi kerja dan lingkungan pembelajaran yang layak. Instrumen ini menjadi landasan hukum internasional yang mengatur perlindungan dan pengakuan terhadap profesi guru. Dengan kata lain, kapan hari guru sedunia dirayakan yaitu tanggal 5 Oktober merupakan pengakuan resmi dan formal dari masyarakat global terhadap kontribusi fundamental guru dalam membangun peradaban dan memajukan dunia pendidikan.
Apa Bedanya Hari Guru Indonesia dengan Hari Guru Sedunia?
Apa bedanya hari guru Indonesia dengan hari guru sedunia? Terkadang, muncul pertanyaan mengenai perbedaan antara Hari Guru Nasional Indonesia dan Hari Guru Sedunia. Meskipun keduanya sama-sama didedikasikan untuk menghargai jasa para pendidik, keduanya memiliki latar belakang, cakupan, dan tujuan yang berbeda secara fundamental. Perbedaan ini tidak hanya terletak pada tanggal peringatannya, tetapi juga pada nilai-nilai dan konteks historis yang melandasi masing-masing peristiwa.


Hari Guru Nasional, yang diperingati setiap tanggal 25 November, merupakan bentuk apresiasi yang sangat dalam dan personal bagi bangsa Indonesia. Penetapan tanggal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, yang tidak terlepas dari akar sejarah perjuangan guru di tanah air. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1945, tepat seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan. Pada masa awal kemerdekaan, para guru bersatu dalam satu organisasi untuk memperjuangkan kedaulatan pendidikan nasional dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Oleh karena itu, peringatan ini sarat dengan semangat nasionalisme dan merupakan penghormatan atas kontribusi konkret guru dalam membangun fondasi pendidikan bangsa di tingkat nasional.
Sementara itu, Hari Guru Sedunia yang dirayakan setiap 5 Oktober, memiliki perspektif yang lebih luas dan bersifat universal. Diinisiasi oleh UNESCO, UNICEF, Education International, dan organisasi internasional lainnya, hari ini bertujuan menyoroti isu-isu pendidikan yang melampaui batas-batas geografis suatu negara. Fokusnya adalah pada masalah global seperti kesejahteraan guru di seluruh dunia, peningkatan standar profesi keguruan, serta berbagai tantangan pendidikan di era kontemporer. Hari Guru Sedunia juga menekankan pentingnya investasi dalam peningkatan kualitas guru sebagai langkah strategis untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara bagi semua orang.
Meski sama-sama menghormati jasa guru, ‘Apa bedanya Hari Guru Indonesia dengan Hari Guru Sedunia?’ terletak pada konteks nasional dan globalnya. Singkatnya, perbedaan utama terletak pada lingkup dan esensi masing-masing peringatan. Hari Guru Nasional adalah sebuah refleksi atas perjuangan dan dedikasi guru dalam konteks kebangsaan Indonesia, sementara Hari Guru Sedunia merupakan seruan global untuk meningkatkan apresiasi dan dukungan terhadap profesi guru di seluruh dunia. Merayakan kedua hari tersebut justru saling melengkapi: satu sebagai bentuk penghargaan yang mendalam pada akar sejarah lokal, dan yang lainnya sebagai bagian dari komitmen kolektif global untuk memajukan dunia pendidikan.
Sejarah Hari Guru Sedunia
Peringatan Sejarah Hari Guru Sedunia berawal dari adopsi Rekomendasi ILO/UNESCO mengenai Status Guru pada tahun 1966. Setiap momen perayaan memiliki akar sejarah yang dalam, membentuk makna dan tujuannya. Begitu pula dengan Hari Guru Sedunia, yang tidak dapat dipisahkan dari peran dua lembaga global yaitu UNESCO dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Awal mula penandaannya berawal dari sebuah konvensi penting yang diselenggarakan pada tanggal 5 Oktober 1966.
Kala itu, di kota Paris, perwakilan pemerintah dari berbagai negara berkumpul dalam konferensi antar-pemerintah yang difasilitasi oleh UNESCO dan ILO. Hasil dari pertemuan tersebut adalah diadopsinya sebuah kerangka kebijakan bertajuk “Rekomendasi mengenai Status Guru”. Dokumen ini menjadi landasan normatif pertama yang mengatur standar global bagi tenaga pendidik, mencakup prinsip-prinsip mendasar seperti prosedur rekrutmen, pelatihan profesional, serta jaminan kondisi kerja yang layak bagi guru.

Rekomendasi tersebut menjadi patokan utama dalam menetapkan hak dan tanggung jawab guru di tingkat internasional. Namun, meski telah ada panduan yang jelas, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru masih menghadapi tantangan seperti upah yang tidak memadai, beban kerja berlebihan, dan minimnya apresiasi terhadap profesi mereka. Menyadari bahwa semangat rekomendasi tahun 1966 belum sepenuhnya diwujudkan, UNESCO kemudian mengambil langkah lanjutan. Pada tahun 1994, tepat 28 tahun setelah dokumen itu disepakati, organisasi ini secara resmi menetapkan tanggal 5 Oktober sebagai Hari Guru Sedunia.
Sejarah hari guru sedunia ditetapkan oleh UNESCO untuk menghormati kontribusi guru bagi masyarakat. Penetapan ini dimaksudkan sebagai pengingat tahunan bagi seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan untuk menyadari akan pentingnya memenuhi hak-hak guru dan meningkatkan kualitas profesi keguruan. Hari Guru Sedunia tidak hanya sekadar peringatan simbolis, melainkan juga momentum evaluasi dan refleksi atas komitmen global untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas melalui dukungan terhadap para pendidik. Tujuannya adalah memastikan bahwa prinsip-prinsip yang tertuang dalam rekomendasi asli terus hidup dan diterapkan dalam kebijakan pendidikan di seluruh dunia.
Tema Hari Guru Sedunia
Setiap tahun, Hari Guru Sedunia diperingati dengan sebuah tema khusus yang ditetapkan oleh UNESCO, tidak sekadar sebagai penghias perayaan, melainkan sebagai fondasi dari gerakan global yang bertujuan menyoroti dan mengatasi tantangan nyata yang dihadapi oleh pendidik di seluruh dunia. Tema ini dipilih dengan cermat untuk mencerminkan isu-isu paling mendesak dalam dunia pendidikan, sekaligus menjadi panduan bagi berbagai negara dalam melakukan evaluasi dan perbaikan. Dengan adanya tema tersebut, peringatan Hari Guru berubah dari seremoni simbolis menjadi momentum aksi dan refleksi bersama yang memiliki dampak sistematis dan berkelanjutan.
Sebagai ilustrasi, tema hari guru sedunia yang diusung pada tahun 2023 adalah “The Teachers We Need for the Education We Want: The Global Imperative to Reverse the Teacher Shortage” atau “Guru yang Kita Butuhkan untuk Pendidikan yang Kita Inginkan: Keharusan Global untuk Membalikkan Kekurangan Guru”. Tema ini secara tegas mengangkat persoalan kritis berupa berkurangnya jumlah tenaga pendidik secara global, termasuk di Indonesia, akibat berbagai faktor seperti rendahnya rekrutmen, tingginya angka pergantian profesi, dan kondisi kerja yang kurang mendukung. Isu ini mendesak pemerintah dan pemangku kebijakan untuk mengambil langkah strategis, termasuk mengalokasikan investasi yang lebih besar untuk menarik, melatih, dan mempertahankan guru-guru kompeten.

Melalui tema tahunan, kita dapat melihat pola dan tren permasalahan pendidikan global. Dalam beberapa tahun terakhir, tema-tema tersebut sering kali terfokus pada beberapa area kunci. Salah satunya adalah pemberdayaan guru, yang menekankan pentingnya memberikan otonomi profesional, peralatan yang memadai, serta kesempatan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan. Area lain yang kerap muncul adalah peran guru dalam memandu transformasi pendidikan di era digital, termasuk adaptasi terhadap teknologi dan metode pembelajaran baru. Selain itu, tema-tema juga banyak menyoroti ketahanan guru dalam menghadapi dampak krisis, seperti pandemi, serta pentingnya meningkatkan kesejahteraan, status sosial, dan lingkungan kerja para pendidik.
Fungsi tema hari guru sedunia tersebut tidak hanya simbolis, melainkan juga praktis. Ia menjadi pemandu arah bagi penyelenggaraan diskusi, lokakarya, webinar, dan kampanye di media sosial yang dilakukan secara serentak di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, tema ini menciptakan kesatuan pesan dan konsentrasi perhatian yang mampu mendorong kesadaran kolektif serta memacu perubahan kebijakan di tingkat nasional maupun internasional.
Di tingkat individu, perayaan Hari Guru Sedunia dapat diwujudkan dalam bentuk dukungan yang lebih substantif. Selain mengungkapkan terima kasih melalui pesan atau unggahan di media sosial, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Orang tua dapat berperan sebagai mitra kolaboratif dengan membangun komunikasi yang konstruktif bersama guru, serta memberikan kepercayaan terhadap metode dan pendekatan pendidikan yang diterapkan.
Dukungan juga dapat diwujudkan dengan menyuarakan apresiasi terhadap kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Tekanan dari masyarakat sipil sering kali menjadi pendorong perubahan yang signifikan dalam proses pembuatan kebijakan. Terakhir, bentuk penghargaan yang paling mendalam adalah dengan terus mengembangkan ilmu yang telah diberikan dan menjadi pribadi yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan oleh guru dapat terus hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Guru Sedunia mengingatkan kita bahwa di belakang setiap dokter, insinyur, peneliti, dan pemimpin yang hebat, berdiri seorang guru yang pernah memberinya ilmu dan membentuk karakternya. Mereka adalah arsitek peradaban. Tanggal 5 Oktober adalah pengingat tahunan bahwa membangun peradaban yang lebih baik dimulai dengan memuliakan para arsiteknya.
Mari jadikan momentum Hari Guru Sedunia lebih dari sekadar peringatan, tetapi juga langkah nyata untuk terus menghadirkan pendidikan terbaik bagi putra-putri kita. Salah satu wujud apresiasi nyata pada semangat para pendidik adalah memberikan dukungan penuh bagi anak-anak agar lebih percaya diri dan berprestasi di sekolah. Untuk itu, kamu bisa menghadirkan pendampingan belajar yang efektif melalui bimbingan Les Privat SD bersama tenaga pengajar profesional. Dengan pengalaman dan metode pembelajaran yang teruji, les privat Edumaster siap membantu anak meraih hasil akademik optimal sesuai potensi terbaiknya.
Segera kunjungi edumasterprivat.com dan temukan solusi pendidikan yang tepat bagi buah hatimu hari ini.


