Apa Saja Kriteria Kelulusan SD 2025? Ini Penjelasannya

Kriteria Kelulusan SD 2025
Table of Contents

Memahami Kriteria Kelulusan SD 2025

Memasuki tahun ajaran baru, pemahaman mengenai kriteria kelulusan SD 2025 menjadi sangat penting bagi orang tua dan siswa. Setelah enam tahun penuh dengan proses belajar, tawa, dan usaha, apa sebenarnya yang menentukan sebuah tanda kelulusan? Jika kamu adalah salah satu orang tua yang sedang mencari kejelasan, artikel ini hadir untuk menjawab rasa penasaranmu. Edumaster akan mengupas tuntas kriteria kelulusan SD untuk tahun 2025 berdasarkan regulasi terbaru, dengan penjelasan yang detail dan mudah dipahami.

Kriteria Kelulusan SD 2025

Perlu dipahami bahwa sejak dihapuskannya Ujian Nasional (UN), penentuan kelulusan sepenuhnya menjadi wewenang satuan pendidikan, dalam hal ini sekolah, di bawah payung hukum dan panduan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal ini memberikan ruang bagi sekolah untuk menilai siswa secara lebih komprehensif, tidak hanya dari satu titik ujian saja. Artikel ini akan menguraikan secara rinci setiap poin dalam kriteria kelulusan SD 2025 beserta penjelasannya, seperti yang tercantum dalam dokumen resmi sekolah-sekolah.

Menyelesaikan Seluruh Program Pembelajaran

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan telah mengumumkan kriteria kelulusan SD 2025 sebagai pedoman baru. Kriteria pertama dan paling mendasar adalah penyelesaian seluruh program pembelajaran. Ini terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Kriteria ini menekankan pada proses yang dijalani siswa dari hari pertama mereka masuk SD hingga hari terakhir. Kelulusan bukanlah sesuatu yang ditentukan hanya oleh ujian akhir, tetapi oleh konsistensi dan ketekunan selama enam tahun.

Apa bukti penyelesaian program ini? Semua tercatat rapi dalam buku rapor. Sekolah akan melihat perkembangan anak dari kelas I semester 1 hingga kelas VI semester 2. Setiap nilai, setiap catatan guru, adalah bagian dari mosaik besar yang menggambarkan perjalanan akademik anak. Artinya, setiap tahun dan setiap semester memiliki kontribusinya masing-masing. Orang tua disarankan untuk memantau perkembangan anak sejak dini, karena ketuntasan belajar di setiap tingkatan menjadi fondasi yang kuat untuk tingkat selanjutnya. Ini adalah tentang komitmen dan kehadiran penuh dalam setiap fase pembelajaran.

Mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang

Pemerintah telah mengumumkan perubahan pada kriteria kelulusan SD 2025 yang akan mulai diberlakukan pada semester genap. Meski UN telah dihapus, bukan berarti tidak ada ujian sama sekali. Siswa tetap diwajibkan untuk mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang yang diselenggarakan oleh sekolah. Asesmen ini bisa dianalogikan sebagai “Ujian Sekolah” yang dulu kita kenal. Fungsinya adalah untuk mengukur pencapaian belajar siswa pada akhir fase (dalam hal ini akhir SD) berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Pengertian Cuaca: Macam-Macam dan Keadaannya

Kriteria Kelulusan SD 2025

banner daftar les privat edumaster

Asesmen ini biasanya mencakup seluruh mata pelajaran inti. Yang membedakannya dengan UN adalah, soal dan pelaksanaannya disusun oleh sekolah atau dikoordinasi oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Tujuannya lebih formatif dan sumatif sekaligus: untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai kompetensi yang diharapkan dan sebagai salah satu bahan pertimbangan kelulusan. Keikutsertaan dalam asesmen ini adalah sebuah kewajiban. Jadi, mempersiapkan anak dengan baik untuk menghadapinya tetap menjadi langkah yang penting.

Memperoleh Nilai Sikap/Perilaku Minimal Baik

Pendidikan di Indonesia, terutama dalam Kurikulum Merdeka, menempatkan pembentukan karakter pada posisi yang sangat vital. Oleh karena itu, kelulusan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitifnya saja. Kriteria ketiga mensyaratkan siswa untuk memperoleh nilai sikap atau perilaku dengan predikat minimal Baik.

Penilaian sikap ini bersifat menyeluruh dan dilakukan secara terus-menerus oleh guru. Aspek yang dinilai meliputi sikap spiritual (seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin) dan sikap sosial (seperti kerjasama, toleransi, dan sopan santun). Nilai ini tercermin dari perilaku sehari-hari anak di sekolah, baik dalam interaksi dengan guru, teman, maupun dalam mengikuti kegiatan sekolah. Kriteria ini mengirimkan pesan yang jelas: sekolah ingin meluluskan siswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang mulia.

Nilai Baik pada Ekstrakurikuler di Semester Akhir

Uniknya, partisipasi dan prestasi dalam kegiatan non-akademik juga mendapat porsi khusus. Siswa diharuskan memperoleh nilai baik pada aspek ekstrakurikuler di semester 2 kelas VI. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah menghargai pengembangan diri siswa di luar kelas.

Kegiatan ekstrakurikuler, apakah itu pramuka, olahraga, seni, atau klub sains, mengajarkan nilai-nilai seperti kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, dan mengasah bakat. Dengan menjadikannya sebagai salah satu kriteria kelulusan, sekolah mendorong siswa untuk tidak fokus pada buku pelajaran saja, tetapi juga menemukan passion dan belajar menjadi pribadi yang utuh dan seimbang.

Memenuhi Standar Nilai Minimal (SNM) pada Ijazah

Memasuki akhir tahun ajaran, pihak sekolah menginformasikan kriteria kelulusan SD 2025 kepada seluruh orang tua/wali murid kelas VI. Inilah bagian yang paling spesifik dan sering menjadi pusat perhatian: Standar Nilai Minimal (SNM) untuk setiap mata pelajaran yang tercantum di dalam ijazah. Setiap mata pelajaran memiliki batas nilai minimal yang harus dipenuhi oleh siswa. Berdasarkan contoh dokumen, berikut rinciannya untuk tahun 2025:

Kelompok A (Mata Pelajaran Inti):

  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti: 75
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): 75
  • Bahasa Indonesia: 70
  • Matematika: 65
  • Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): 70
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): 75
  • Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): 75
Baca juga:  10 Cara Mengatasi Anak Teriak Ketika Main Game Online

Kelompok B (Muatan Lokal):

  • Muatan Lokal Pendidikan Budi Pekerti: 75
  • Muatan Lokal Bahasa Daerah (dalam contoh ini Bahasa Indramayu): 72
  • Muatan Lokal Bahasa Inggris: 65

Dari rincian di atas, terlihat bahwa penekanan tidak hanya pada mata pelajaran akademik seperti Matematika dan IPA, tetapi juga pada pendidikan karakter (Agama, PPKn, Budi Pekerti) dan keterampilan (PJOK, SBdP). Muatan lokal juga mendapat porsi yang signifikan, menunjukkan pentingnya melestarikan kearifan dan budaya daerah. Orang tua dapat menggunakan rincian ini sebagai panduan untuk mengetahui mata pelajaran apa yang mungkin memerlukan perhatian dan pendampingan lebih bagi anak.

Apa yang Dapat Dilakukan Orang Tua agar Kriteria Kelulusan SD 2025 Dapat Terpenuhi?

Dengan pemahaman akan kriteria kelulusan SD 2025 yang dibutuhkan, dukungan yang diberikan dapat menjadi fondasi kokoh bagi anak. Peran ini selain memastikan keberhasilan di sebuah ujian, juga membekali mereka dengan kemampuan dan ketangguhan mental untuk melangkah ke fase pendidikan berikutnya. Dukungan yang tepat akan menciptakan pengalaman persiapan yang lebih bermakna dan minim tekanan. Banyak orang tua yang menanyakan tentang kriteria kelulusan SD 2025 dan bagaimana mempersiapkan anak-anak mereka.

Memantau Perjalanan Belajar dengan Penuh Perhatian

Kesiapan akademik merupakan sebuah proses yang dibangun secara bertahap, bukan sesuatu yang dapat diukur hanya pada detik-detik terakhir. Orang tua dapat mengambil peran dengan melakukan komunikasi rutin dan berkala dengan guru wali kelas, yang dapat dimulai sejak dini. Dialog yang terbuka ini memungkinkan untuk mengidentifikasi kekuatan serta bidang-bidang yang masih memerlukan pemantapan. Dengan demikian, intervensi dan bantuan dapat diberikan tepat waktu, menghindari penumpukan materi dan kecemasan yang sering kali muncul jika segala sesuatu baru dibahas menjelang ujian. Pemantauan yang konsisten ini pada dasarnya adalah bentuk pendampingan yang proaktif.

Mengutamakan Pemahaman Mendalam atas Hafalan Cepat

Dalam menghadapi Asesmen Sumatif Akhir, pendekatan belajar yang berbasis pemahaman konsep terbukti lebih unggul dibandingkan sekadar menghafal. Orang tua dapat mendorong anak untuk menggali akar dari setiap materi pelajaran, misalnya dengan mengajukan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”. Diskusi ringan tentang penerapan suatu rumus matematika dalam kehidupan sehari-hari atau sebab-akibat suatu peristiwa sejarah akan membuat ilmu tersebut melekat lebih kuat dalam memori. Metode ini tidak hanya efektif untuk jangka pendek, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis dan analitis yang merupakan bekal berharga untuk pembelajaran seumur hidup.

Kriteria Kelulusan SD 2025

Merawat Pertumbuhan Karakter dalam Aktivitas Sehari-hari

Nilai-nilai sikap seperti kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab tidak diajarkan melalui teori semata, melainkan melalui pembiasaan yang konsisten dalam keseharian. Orang tua memiliki kesempatan untuk menanamkan ini dengan melibatkan anak dalam tanggung jawab rumah tangga yang sesuai, mendiskusikan pentingnya integritas dalam menyelesaikan tugas sekolah, serta memberikan apresiasi atas usaha disiplin yang mereka tunjukkan. Lingkungan rumah yang menekankan nilai-nilai ini akan menjadi tempat latihan yang nyata, di mana karakter anak terbentuk secara alami dan otentik, yang pada akhirnya tercermin dalam sikapnya di sekolah.

Baca juga:  Hasil Rapor Anak dan Cara Menghadapinya
Memberikan Ruang untuk Mengasah Keterampilan Hidup di Luar Akademik

Kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar pengisi waktu, melainkan sebuah arena penting untuk mengembangkan berbagai kompetensi non-akademik. Memilihkan kegiatan yang selaras dengan ketertarikan anak dan mendukung partisipasinya dengan konsisten adalah suatu investasi berharga. Melalui kegiatan ini, anak belajar tentang kerja sama, kepemimpinan, manajemen waktu, dan ketekunan. Keterampilan lunak ini sering kali menjadi penentu kesuksesan dalam beradaptasi dan bersosialisasi di lingkungan yang baru nanti. Dukungan terhadap minat mereka juga mengirimkan pesan bahwa setiap bidang kehidupan memiliki nilai yang setara.

Membangun Lingkungan Rumah yang Menenangkan dan Memberi Kekuatan

Kondisi psikologis yang sehat adalah fondasi dari performa belajar yang optimal. Menjelang masa-masa yang menegangkan, penting bagi orang tua untuk menciptakan suasana rumah yang menjadi sumber ketenangan, bukan tekanan. Hal ini dapat diwujudkan dengan menyampaikan bahwa kelulusan adalah buah dari sebuah perjalanan panjang, dan yang terpenting adalah usaha terbaik yang telah dilakukan. Meyakinkan anak bahwa dukungan dan kasih sayang orang tua tidak bergantung pada angka semata akan meringankan beban yang mereka rasakan. 

Kriteria kelulusan SD tahun 2025 dirancang untuk melihat siswa sebagai individu yang utuh. Sukses seorang anak tidak lagi ditentukan semata oleh hasil sebuah ujian akhir yang berlangsung dalam hitungan jam, yang kerap menciptakan atmosfer tegang. Sebaliknya, penilaian berpusat pada portofolio komprehensif yang merekam perjalanan panjang belajar selama enam tahun. Setiap tugas, partisipasi dalam diskusi kelas, hasil proyek, dan perkembangan keterampilan dasar dikumpulkan menjadi sebuah mosaik yang menggambarkan pertumbuhan anak secara utuh. 

Pendekatan ini memungkinkan guru untuk melihat kemajuan peserta didik dari waktu ke waktu, mengakui usaha, ketekunan, dan kemampuan pemecahan masalah yang ditunjukkan di sepanjang perjalanan akademiknya. Dengan memahami kriteria kelulusan SD 2025, sekolah dapat menyusun strategi pembelajaran yang tepat.

Nilai Rata-Rata Ijazah Minimal 71

Selain memenuhi nilai minimal per mata pelajaran, siswa juga harus mencapai nilai rata-rata keseluruhan dari semua mata pelajaran tersebut minimal 71. Dalam contoh, total nilai semua mata pelajaran adalah 712, yang ketika dibagi dengan 10 mata pelajaran, menghasilkan rata-rata tepat 71.2.

Kriteria Kelulusan SD 2025

Kriteria ini memastikan bahwa siswa tidak hanya “lolos pas-pasan” di setiap mata pelajaran, tetapi memiliki pemahaman yang seimbang dan memadai secara keseluruhan. Ini mendorong siswa untuk berusaha optimal dalam semua bidang, bukan hanya fokus pada satu atau dua pelajaran tertentu.

Memahami berbagai persiapan dan kriteria kelulusan SD 2025 tentu membuat orang tua ingin memastikan yang terbaik bagi buah hati. Jangan biarkan rasa khawatir menghampiri. Perjalanan belajar anak akan terasa lebih ringan dan terarah ketika didampingi oleh pendamping yang tepat.

Mulailah langkah pasti dari sekarang untuk membangun pondasi akademik dan kepercayaan diri anak yang kokoh. Bimbingan Les Privat SD dari les privat Edumaster hadir dengan guru-guru terpilih yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memahami karakter belajar unik anakmu. Mereka akan menyusun strategi belajar personal agar si kecil siap menghadapi setiap ujian dengan percaya diri dan meraih hasil yang memuaskan.

Kunjungi edumasterprivat.com hari ini juga! Temukan informasi lengkap mengenai program kami dan konsultasikan kebutuhan belajar anakmu secara gratis. Wujudkan kesuksesan anak di masa depannya bersama kami.

banner daftar les privat edumaster
About the Author

related Post

Sedang mencari les privat bahasa inggris dewasa bekasi? Temukan metode belajar praktis, speaking intensive, dan jadwal fleksibel bersama Edumaster. Tingkatkan

Cari les privat persiapan SBMPTN Jakarta terbaik? Temukan strategi latihan, jadwal 30 hari, dan contoh modul persiapan UTBK Jakarta yang

Panduan lengkap memilih les matematika SMA terdekat untuk persiapan UTBK. Pelajari materi UTBK, pentingnya guru matematika SMA berpengalaman, dan teknik