Bagi para siswa penting untuk mengetahui apa saja isi perjanjian Saragosa yang terjadi pada tahun 1529. Perjanjian ini terjadi atas kesepakatan Spanyol dan Portugis yang saat itu tengah memperebutkan wilayah kekuasaan di Maluku. Seperti yang diketahui Maluku merupakan wilayah strategis dan mampu menghasilkan rempah-rempah hingga dikenal seluruh dunia.

Perjanjian Saragosa merupakan kesepakatan yang cukup melegenda pada abad 15 hingga 16 di Eropa karena melibatkan dua negara yang berebut kekuasaan. Oleh karena itu, materi tentang apa saja isi perjanjian Saragosa penting untuk dipelajari baik saat di sekolah, belajar secara mandiri maupun belajar privat Edumaster. Untuk lebih lengkapnya yuk simak apa saja isi, sejarah dan dampak perjanjian Saragosa. 

Apa Saja Isi Perjanjian Saragosa? Kesepakatan Spanyol Dan Portugis

Perjanjian Saragosa atau Zaragoza merupakan kesepakatan yang terjadi antara Spanyol dan Portugis tanggal 22 April 1529. Adapun tujuan dibuatnya kesepakatan tersebut yaitu agar Portugis dan Spanyol tidak saling memperebutkan wilayah kekuasaan di Maluku. Lalu apa saja isi perjanjian Saragosa? Berikut ulasannya.

  • Pembagian pengaruh kekuasaan

Pada isi perjanjian Saragosa disebutkan bahwa bumi dikuasai oleh dua pengaruh yaitu pengaruh Spanyol dan Portugis. Hal ini telah ditetapkan sesuai dengan wilayah kekuasaan masing-masing. 

 

  • Pembagian wilayah

Selain pembagian pengaruh, isi dalam perjanjian Saragosa menyebutkan area kekuasaan yang dimiliki Spanyol terbentang mulai dari Meksiko hingga ke barat yaitu Filipina. Sedangkan Portugis menguasai wilayah Brazil hingga ke arah timur yaitu kepulauan Maluku di Indonesia. 

Jika ditelaah lagi secara garis besar apa saja isi perjanjian Saragosa, maka dapat diketahui bahwa berisi pembagian wilayah atau kekuasaan secara adil. Kesepakatan ini guna menghentikan perebutan wilayah kekuasaan dan perdagangan di Maluku. 

Dari keputusan tersebut juga disebutkan bahwa Spanyol harus segera meninggalkan wilayah Maluku dan kembali membangun kolonialismenya di Filipina. Lalu Portugis tetap menjalankan aktivitas perdagangan seperti yang dilakukan sebelumnya di Maluku termasuk dengan melakukan monopoli perdagangan. 

Isi Perjanjian Saragosa ditandatangani oleh kedua belah pihak yang merupakan kepala pemerintahan dari masing-masing negara. Kaisar Charles V hadir sebagai wakil dari pihak Spanyol sementara dari Portugis diwakili oleh Raja John III. 

apa saja isi perjanjian saragosa

Sejarah Perjanjian Saragosa

Adapun sejarah perjanjian Saragosa dilatarbelakangi oleh perjanjian Tordesillas yang belum terselesaikan sebelumnya. Pada perjanjian tersebut diketahui bahwa Spanyol mendapatkan kekuasaan untuk seluruh daerah di wilayah barat sedangkan Portugis menguasai bagian timur.

Dari kesepakatan tersebut kemudian Portugis berlayar menuju negara di arah timur hingga bertemu benua Afrika dan negara lainnya seperti India. Tidak sampai di situ, Portugis melanjutkan perjalanannya hingga ke arah Asia Tenggara dan berhenti di Malaka pada tahun 1509 dibawah pimpinan Diogo Lopes de Sequeira.

Merasa mendapatkan harta karun yang melimpah akhirnya Portugis terus berlayar ke Indonesia dan berhenti di Maluku. Sebagai wilayah yang memiliki hasil rempah melimpah, Bangsa Portugis tergiur untuk menguasai seluruh wilayah Malaka hingga akhirnya memanfaatkan kekuasaan kesultanan Ternate untuk merebut dan berperang dengan kesultanan Makassar yang menguasai seluruh wilayah Maluku.

Penyerangan yang dilakukan oleh Portugis dengan sekutunya yaitu Kesultanan Ternate membuahkan hasil hingga akhirnya berhasil menguasai wilayah Malaka pada tahun 1511. Pada saat itu Portugis memanfaatkan dan memonopoli perdagangan rempah bahkan membangun benteng pertahanan di Maluku.

Namun, kejayaan dan kekuasaan bangsa Portugis tak bertahan lama karena Spanyol mendarat ke Maluku setelah menemukan Filipina pada tahun 1521. Kedatangan Spanyol ini menjadi ancaman berat bagi Portugis karena bangsa Spanyol juga bertekad merebut kekuasaan atas Maluku karena dijadikan pusat monopoli dagang yang potensial dan berada di wilayah yang strategis.  

Kedatangan Spanyol ke Maluku juga membuat Portugis memberikan tuduhan bahwa Spanyol telah melanggar kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya. Namun, Spanyol seakan enggan untuk meninggalkan Maluku karena dianggap memiliki potensi hasil bumi yang bagus. Oleh sebab itu, Spanyol memanfaatkan kerajaan sekitar yaitu bersekutu dengan Kerajaan Tidore untuk merebut kekuasaan Portugis.

Wilayah Tidore merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Tidore yang satu-satunya wilayah dengan sambutan kurang baik terhadap kedatangan Portugis. Bahkan saat semua wilayah Ternate dikuasai oleh Portugis, kerajaan Tidore tidak gentar untuk menolak kedatangan Portugis. Atas sambutan dan penolakan tersebut, Portugis mulai gencar melakukan serangan ke Tidore.

Dari perlawanan dan penolakan tersebutlah Spanyol datang memberikan bantuan kepada Kerajaan Tidore yang disambut dengan tangan terbuka. Tidak hanya memberikan bantuan, namun Spanyol juga sekaligus menawarkan diri untuk bersekutu melawan Portugis dan kesultanan Ternate yang sudah lama menguasai perdagangan di Malaka. 

Persekutuan yang dilakukan Spanyol dan Portugis dengan kerajaan setempat menjadi awal peperangan perebutan wilayah. Peperangan antara Portugis yang bersekutu dengan kesultanan Ternate dan Spanyol bersekutu dengan kerajaan Tidore terjadi hampir satu dekade di Maluku. 

Perang dan perseteruan yang berkepanjangan tersebut menjadi awal sejarah perjanjian Saragosa dibentuk. Kesepakatan Saragosa dilakukan pada tanggal 22 April 1529 sebagai solusi atas perebutan sengketa lahan kekuasaan Maluku antara Spanyol dan Portugis. 

Dinamakan perjanjian Saragosa karena kesepakatan tersebut dilakukan di Saragossa, salah satu kota yang ada di Spanyol. Kesepakatan tersebut juga biasa dikenal sebagai perjanjian Zaragoza atau Saragossa. 

Maka sesuai kesepakatan kedua belah pihak sebagaimana isi perjanjian maka baik Spanyol maupun Portugis harus mematuhi isi perjanjian. Lalu apa saja isi perjanjian Saragosa? Anda dapat melihat ulasan sebelumnya yang menjabarkan mengenai isi kesepakatan tersebut. 

Perjanjian Saragosa menjadi salah satu awal bagi bangsa-bangsa di Eropa melakukan penjajahan ke wilayah Asia termasuk Belanda yang menguasai Indonesia. Bagi Anda yang tertarik dengan peristiwa bersejarah penting untuk mengetahui perjanjian Saragosa. Materi tersebut dapat didapatkan pada modul sekolah bahkan di les privat Edumaster sekalipun. 

Dampak Dari Perjanjian Saragosa

  • Spanyol meninggalkan Maluku

Kesepakatan yang dilakukan antara Spanyol dan Portugis berisi tentang poin-poin penting. Salah satu dampak perjanjian Saragosa yaitu pihak Spanyol harus dengan sukarela meninggalkan wilayah Maluku. 

Poin tersebut sesuai dengan penjabaran apa saja isi perjanjian Saragosa di atas. Pembagian wilayah kekuasaan Spanyol di luar benua Eropa yaitu dari Meksiko ke barat sampai Filipina. Dengan demikian Spanyol sudah tidak berhak atas kekuasaannya di Maluku dan kembali fokus pada kekuasaannya di Filipina.

  • Portugis kembali menguasai monopoli perdagangan Maluku

Sejalan dengan perginya Spanyol dari Maluku, maka dampak perjanjian Saragosa untuk pihak Portugis yaitu berhak atas kekuasaan di Maluku seperti awalnya. Kekuasaan tersebut termasuk monopoli dagang rempah-rempah rakyat.

  • Kondisi Pasca Perjanjian Saragosa

Setelah perjanjian Saragosa keluar dan disepakati oleh kedua kubu, ternyata kekuasaan masing-masing tidak berjalan mulus. Pihak Spanyol tidak sepenuhnya rela dan setuju untuk meninggalkan Maluku dan semua yang ada di dalamnya. 

Untuk mendapatkan kembali Maluku, ternyata Portugis harus membayarkan kompensasi kepada Spanyol tepatnya ke kaisar Charles V sebanyak 350 ribu dukat atau setara dengan 100kg emas murni. Pada zaman dahulu dukat merupakan mata uang milik kekaisaran Romawi yang termasuk mata uang dagang internasional.

sejarah perjanjian spanyol isi perjanjian saragosa

Namun lagi-lagi Spanyol tidak menepati janjinya, mereka kembali ke Maluku secara diam-diam tanpa sepengetahuan Portugis. Adapun tujuan bangsa Spanyol ke Maluku yaitu untuk mencuri rempah-rempah yang ada serta mencoba memperebutkan kembali kekuasaannya. 

Upaya Spanyol seakan sia-sia karena pengaruh dan peran Portugis di kepulauan Maluku cukup kokoh sehingga sulit untuk dikalahkan. Salah satu peran yang paling terlihat yakni pada masalah internal yang menyangkut kerajaan Maluku seperti kerajaan Ternate dan Tidore. 

Besarnya pengaruh Portugis untuk wilayah Maluku ini bahkan berlanjut untuk penentuan pemimpin atau raja di kerajaan Maluku. Raja yang dipilih oleh Portugis adalah raja yang bisa menjadi sekutu dan dapat bekerja sama untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah yang selama ini dilakukannya. 

Berbeda cerita jika raja tidak mematuhi dan menolak kebijakan yang diberikan maka Portugis tidak akan segan untuk menurunkan tahta raja tersebut. dengan demikian pihak Portugis bebas menghabiskan rempah-rempah Maluku demi kepuasan kubunya sendiri sementara rakyat hanya tunduk kepada perintahnya.

Kejayaan Portugis tidak bertahan lama karena setelah diangkatnya raja baru yaitu Sultan Baabullah yang dijuluki dengan ‘sang penakluk’ dengan berani menentang aturan dan perintah Portugis.

Sultan Baabullah bahkan sukses menyatukan kerajaan islam di seluruh nusantara mulai dari Sumatera, Jawa, Makassar serta Maluku untuk menyerang kawanan Portugis. Beliau berhasil mengumpulkan armada kapal seperti lebih dari 120 ribu tentara perang dan 2 ribu kapal tempur yang siap beroperasi untuk melawan Portugis 

Pertempuran antara rakyat Indonesia dan Portugis ini berlangsung secara sengit dalam beberapa waktu. Namun, pasukan rakyat pribumi yang jumlahnya sangat banyak membuat Portugis tunduk hingga akhirnya berhasil mengakui kekalahannya dan ditendang dari Indonesia pada tahun 1575.

Berbanding terbalik dengan Portugis, Spanyol yang telah fokus pada koloninya di Filipina justru sukses menguasai sebagian besar wilayahnya. Kesuksesan tersebut membuat Filipina menjadi salah satu provinsi kerajaan Spanyol di Asia yang bertahan hingga ratusan lamanya. 

Lalu pada tahun 1821 Spanyol menetapkan secara resmi bahwa Filipina adalah bagian provinsi darinya. Pada tahun 1898 Filipina mengumumkan keluar dari pemerintahan Spanyol dan disambut baik oleh Amerika yang kemudian mengambil alih pemerintahan. Usai perang dunia ke 2 tepatnya tahun 1946 Filipina baru dilepaskan dan diakui kemerdekaannya.

Sementara nasib Maluku setelah Portugis berhasil diusir jatuh tangan Belanda setelah sampai di nusantara pada 1605. Tak jauh berbeda dengan Portugis dan Spanyol, Belanda juga berusaha untuk menguasai wilayah Maluku bahkan seluruh wilayah di Indonesia. 

Kekuasaan tersebut berlanjut selama kurang lebih 3,5 abad dan baru berakhir saat Indonesia menyatakan proklamasi kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945.Meskipun baru benar-benar diakui kedaulatannya pada tahun 1949. 

Perjanjian Saragosa merupakan salah satu pemicu terjadinya penjajahan dunia seperti yang disebutkan pada buku sejarah. Bagi Anda yang bingung mempelajari materi sejarah tersebut dapat menggunakan les privat Edumaster karena modul dan kurikulum yang digunakan lengkap dan tersusun dengan baik.

Itulah penjelasan mengenai apa saja isi perjanjian Saragosa, sejarah bahkan dampak yang ditimbulkan. Jika Anda bingung mempelajari materi sejarah tersebut bisa memilih layanan privat Edumaster yang melayani privat untuk buah hati dari TK hingga persiapan untuk masuk perguruan tinggi sekalipun.