Interaksi sosial asosiatif adalah suatu hubungan yang terdapat pada satu individu dengan individu lain yang bersifat positif. Dalam hal ini jenis interaksi sosial ini mengarah kepada bentuk-bentuk kerja sama atau yang sifatnya persatuan yang saling menguntungkan.

Pada dasarnya, interaksi sosial yang terdapat dalam masyarakat terdapat dua macam dari segi dampaknya. Masing-masing adalah interaksi sosial yang berdampak positif bagi individu atau kelompok dan jenis interaksi yang malah memberikan dampak negatif.

Pengertian Interaksi Sosial

Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial adalah kegiatan di masyarakat yang sudah terbiasa terjadi pada berbagai kelompok masyarakat.  Contohnya interaksi yang dilakukan antara individu yang bertetangga ataupun bersahabat.

pengertian interaksi sosial asosiatif

Interaksi sosial bukanlah jenis hubungan sosial yang biasa terjadi.  Namun hubungan yang terdapat pada interaksi sosial mesti terdapat unsur-unsur di dalamnya.  Seperti adanya unsur respon atau saling timbal balik.

Namun dalam interaksi sosial di masyarakat terdapat sisi baik dan sisi buruknya.  Interaksi sosial yang mengandung sisi buruk memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitarnya.  Jenis interaksi ini umumnya masuk kategori interaksi sosial disosiatif yang mengarah pada perpecahan.

Dari beragam jenis interaksi sosial yang terdapat di masyarakat terdapat  dua macam interaksi sosial yang sudah umum, yaitu:

  1. Interaksi sosial asosiatif
  2. Interaksi sosial disosiatif

Interaksi sosial yang membawa dampak buruk dapat dilihat bukan saja dari anggota masyarakat yang tercerai berai atau berselisih.  Tapi juga dari sarana dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.  Tentu hal tersebut tidak diinginkan oleh setiap orang.  Sehingga setiap individu mengharapkan terjauhnya dari interaksi sosial yang buruk dan berdampak negatif.

Orang akan lebih memilih jenis interaksi sosial yang memberikan ketenangan,  dampak positif, kedamaian dan kesejahteraan dalam segala bidang kehidupan setiap harinya.  Interaksi sosial seperti ini termasuk jenis interaksi yang  asosiatif.

Salah satu contoh interaksi sosial yang memberikan dampak positif adalah interaksi sosial asosiatif. Sebelum memahami pengertian interaksi sosial jenis ini perlu dipahami terlebih dahulu pengertian dari interaksi sosial secara umum.

Interaksi sosial adalah suatu kaitan sosial di masyarakat antara satu individu dengan individu lain atau hubungan antar kelompok.  Sifat dari interaksi sosial yang dijalankan pada masyarakat adalah dinamis.

Untuk melihat contoh interaksi sosial dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari manusia. Misalkan interaksi antara anak dengan orangtuanya, interaksi antara pembeli dan pedagang, interaksi antara investor dan pengelola modal dan lain sebagainya.

Jenis Interaksi Sosial

Jenis interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat terbagi ke dalam berbagai jenis, antara lain :

  1. Interaksi sosial antar individu
  2. Interaksi sosial antara individu dengan kelompok
  3. Interaksi sosial antar kelompok

Adapun yang menjadi sifat dari interaksi sosial di masyarakat adalah bersifat terus menerus setiap harinya. Hal tersebut tak terlepas dari manusia adalah makhluk sosial yang mesti berinteraksi satu sama lain dalam pemenuhan kebutuhannya.

Interaksi sosial yang berlangsung di masyarakat bisa mengubah sebuah situasi masyarakat menjadi lebih baik ataupun lebih buruk.  Inilah yang memunculkan istilah interaksi sosial jenis asosiatif dan disosiatif. Karena cakupannya sangat luas maka pembahasan pada artikel ini fokus pada interaksi sosial asosiatif.

manfaat interaksi sosial asosiatif

Ciri Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah suatu pola dalam kaitan timbal balik antara individu yang satu dengan yang lain dan memiliki ciri tertentu.  Berikut ini ciri-ciri interaksi sosial, yaitu:

  1. Hubungan yang dinamis. Interaksi sosial yang dilakukan oleh manusia bersifat dinamis. Pola hubungan bisa mengalami perubahan dari beragam jenis atau bentuk maupun dampaknya.
  2. Berkelanjutan secara konsisten
  3. Memberikan dampak baik maupun dampak buruk

Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif

Untuk jenis interaksi sosial yang paling menguntungkan dan banyak diharapkan orang atau pemerintah terjadi di masyarakat adalah jenis interaksi sosial asosiatif. Lalu apa alasannya?

Hal tersebut disebabkan interaksi sosial jenis ini bersifat mengarah kepada persatuan atau mempersatukan anggota masyarakat. Sedangkan interaksi sosial disosiatif merupakan interaksi sosial yang mengarah kepada perpecahan pada masyarakat. Sehingga memberikan dampak yang negatif.

Dari penjelasan tersebut sudahlah dapat dipahami secara jelas pengertian interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Dengan sifatnya yang menguntungkan membuat banyak orang lebih memilih dan berharap mengadakan interaksi sosial jenis asosiatif di masyarakat dengan berbagai bentuknya.

Manfaat Interaksi Sosial Asosiatif

Sebagai salah satu bagian dari anggota masyarakat,  manusia mesti berinteraksi sosial.  Berikut ini beberapa manfaat interaksi sosial asosiatif yang perlu kita ketahui.

1.Persatuan dan kesatuan masyarakat yang terbangun secara kuat

Manfaat yang pertama dari terbangunnya interaksi sosial yang asosiatif adalah masyarakat semakin bersatu secara kuat.  Masyarakat tidak mengalami perpecahan satu sama lain. Anggota masyarakat mengerti arti penting terhadap kerjasama yang saling menguntungkan.

2.Penyelesaian masalah

Dengan persatuan yang terjadi di tengah masyarakat akan membuat segala permasalahan di masyarakat akan bisa diselesaikan secara baik.  Karena setiap anggota masyarakat akan mendukung segala hal yang baik.  Permasalahan dapat diselesaikan secara baik bersama-sama.

3.Tidak mengalami perpecahan dalam masyarakat

Masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda tentu saja sangat mudah terjadinya perpecahan.  Namun dengan pola interaksi sosial asosiatif yang dijalankan membuat perpecahan pada tubuh masyatakat dapat dihindarkan. Karena alih-alih terjadinya perpecahan. Justru masyarakat menginginkan persatuan dalam masyarakat secara tenang.

4.Melakukan pencegahan timbulnya konflik pada masyarakat

Manfaat interaksi sosial jenis asosiatif berikutnya adalah mencegah timbulnya konflik di dalam masyarakat sesama individu atau secara kelompok. Justru masyarakat memilih bersatu terhadap segala perbedaan yang ada. Baik dari segi agama, ras,  suku,  bahasa,  adat istiadat, budaya,  ideologi dan lainnya.

interaksi sosial asosiatif

Jenis Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial yang asosiatif mempunyai jenis-jenisnya tersendiri. Berikut ini dua jenis interaksi sosial asosiatif, antara lain :

1.Adaptasi

Jenis interaksi sosial adaptasi adalah sebuah pola hubungan interaksi sosial yang dijalankan dengan menyesuaikan dan  mengikuti norma dan kebiasaan masyarakat setempat. Adanya pola interaksi sosial adaptasi untuk mengurangi ketegangan atau konflik yang terjadi pada masyarakat.

2.Paternalisme

Interaksi sosial paternalisme adalah interaksi yang berlangsung dalam masyarakat antara penduduk pendatang dan penduduk asli. Adapun penduduk pendatang melakukan penguasaan terhadap segala bidang kehidupan pada masyarakat.  Yang meliputi bisnis, ekonomi, kesehatan, perdagangan, politik dan lain sebagainya. Hal ini berguna untuk mengurangi ketegangan atau konflik.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Sebagai bentuk interaksi sosial yang bernilai positif, berikut ini bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif yang wajib kamu ketahui.

1.Kerjasama

Bentuk interaksi sosial yang sangat populer dan sering ditemui pada masyarakat adalah kerjasama.  Kerjasama bisa dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti kerjasama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Pengertian dari kerjasama adalah suatu upaya bersama-sama yang dilakukan oleh individu yang berubah menjadi kelompok dalam memperoleh tujuan yang  ingin dicapainya. Umumnya tujuan yang ingin diraih adalah sama sehingga mempercepat dan menjadi faktor pendorong interaksi sosial asosiatif dalam wujud kerjasama.

Ada sejumlah perwujudan dari sifat-sifat interaksi sosial kerja sama yang bisa terjadi. Antara lain :

  1. Adanya kerja sama buah dari kontak sosial yang ingin bersifat menguntungkan dan dinamis
  2. Terjadinya dukungan antara sesama anggota masyarakat.
  3. Sukarela. Interaksi sosial yang dilakukan dalam bentuk kerja sama umumnya dilakukan secara sukarela. Hal ini disebabkan keuntungan bukan hanya didapatkan oleh orang lain tapi juga dirinya sendiri.

Adapun bentuk perwujudan kerja sama, antara lain bargaining, koalisi, kooptasi, dan joint venture.

bentuk interaksi sosial asosiatif

Sedangkan berdasarkan karakteristiknya, kerja sama terbagi ke dalam berbagai kategori yang meliputi:

  • Kerjasama langsung
  • Kerja sama spontan
  • Kerjasama tradisional
  • Kerjasama kontak

2.Akomodasi

Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya adalah akomodasi. Akomodasi adalah sebuah penyesuaian terhadap nilai dan norma dalam masyarakat yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Sehingga dapat mengatasi ketegangan atau konflik yang tengah terjadi.

Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi antara lain koersi, kompromi, arbitrase, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, ajudikasi, dan asimilasi.

Bentuk interaksi sosial asosiatif berikut adalah asimilasi. Asimilasi adalah proses sosial yang berlangsung dalam kehidupan bermasyarakat yang bercirikan upaya untuk memperkecil jurang pembeda antara kelompok atau individu.

3.Akulturasi

Terakhir, bentuk interaksi sosial asosiatif lainnya adalah akulturasi. Akulturasi adalah proses sosial di masyarakat yang berhadapan dengan kehadiran budaya asing yang datang. Budaya asing tersebut dapat mempengaruhi masyarakat karena beberapa kelebihan. Hingga masyarakat menerima kebuidayaan asing tersebut dengan baik.

Interaksi sosial yang saling menguntungkan sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Sebagaimana pemerintah membutuhkan terjadinya interaksi sosial yang menjadi integrasi sosial semacam ini. Karena hal ini akan membuat pembangunan bangsa dan negara Indonesia akan lebih mudah dijalankan. Semua anggota masyarakat bersinergi saling membantu program pemerintah.

Dengan kata lain, interaksi sosial asosiatif adalah jenis interaksi sosial di masyarakat yang sifatnya membangun positif dan menjaga persatuan masyarakat.

Ciri Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif pada dasarnya bis akita kenali dari ciri-ciri yang terlihat. Berikut ini beberapa ciri dari bentuk interaksi sosial yang asosiatif yaitu:

1.Terdapatnya kerja sama yang bersifat membangun atau positif

Salah satu ciri interaksi sosial yang positif adalah adanya hubungan yang saling membangun dan bersifat positif. Baik antar individu maupun dengan kelompok. Perwujudannya dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

2.Menuju persatuan

Karakteristik berikut dari interaksi sosial asosiatif adalah adanya arah menuju persatuan. Persatuan dalam ruang lingkup antara sesana individu atau persatuan diantara sesama kelompok masyarakat. Hal ini akan menimbulkan manfaat yang positif bagi anggota masyarakat yang menjalankan interaksi sosial bentuk ini.

3.Terdapatnya lebih dari satu kelompok atau individu

Berikutnya yang jadi ciri interaksi sosial asosiatif adalah melibatkan individu lebih dari satu orang atau lebih dari satu kelompok. Individu tersebut saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu atau kelompok lain dalam menuju kerja sama.

4.Tujuan yang sama

Tak kalah penting,  ciri interaksi sosial jenis yang asosiatif lainnya adalah masing-masing pihak mempunyai tujuan yang sama. Hal ini membuat terjadinya kerjasama dalam masyarakat.

jenis interaksi sosial asosiatif

Contoh Interaksi Sosial Asosiatif

Contoh tentang bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Hal tersebut karena sifatnya yang saling menguntungkan antara berbagai pihak yang ada.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh-contoh interaksi sosial asosiatif yang sering kita lihat.

  1. Gotong royong
  2. Siskamling
  3. Kerja kelompok bersama siswa siswi sekolah dasar, SMP atau SMA
  4. Kerjasama bisnis atau usaha yang terjadi antara dua individu
  5. Kerukunan antara umat beragama. Pemeluk agama Islam sangat menghormati keberadaan tempat ibadah agama lain. Dengan cara tidak mengganggu atau merusak tempat ibadah lain.
  6. Tim catur  RT 04 yang diterjunkan pada kejuaraan catur tingkat RW saling bekerjasama dalam rangka persiapan menuju kejuaraan yang sebentar lagi akan berlangsung. Proses saling dukung dan latihan dijalankan secara konsisten. Hingga akhirnya dapat memenangkan pertandingan catur tersebut.

Demikianlah penjelasan singkat apa itu interaksi sosial asosiatif, pengertian, bentuk, jenis dan contoh-contohnya. Untuk lebih memahami materi pelajaran ini kamu bisa mengikuti les privat SMA yang ada. Semoga dapat berguna bagi para pembaca sekalian.