Ki Hajar Dewantara adalah sosok pejuang pendidikan di Indonesia yang sangat besar jasanya. Ketika Indonesia sedang dijajah oleh Belanda, pendidikan hanya untuk orang Belanda dan para bangsawan saja. Rakyat jelata atau kalangan pribumi tidak diperbolehkan bersekolah. Ini terutama bertujuan agar ekonomi dan penjajahan tetap berlangsung dan berkesinambungan.

Hal itu menimbulkan keprihatinan tokoh ini hingga ia mendirikan sekolah untuk kalangan pribumi. Selain berjuang lewat pendidikan, tokoh ini juga ikut berjuang secara politik dengan menjadi jurnalis serta aktivis yang sangat gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga tercetus proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.

ki hajar dewantara untuk pendidikan

Peran Ki Hajar Dewantara dalam kemerdekaan Indonesia sangat penting. Beliau bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial politik. Ini lantas diimplementasikan pada tahun 1922 dengan mendirikan perguruan sekolah bernama Taman Siswa. Ini merupakan tempat pendidikan khususnya bagi kaum pribumi saat itu. Ditambah lagi beliau juga aktif di Budi Utomo dan mendirikan organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Pada masa kemerdekaan Indonesia di era kabinet kepemimpinan Presiden Soekarno Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pengajaran Indonesia. Kalau saat ini setara dengan Menteri Pendidikan Nasional. Sehingga Ki Hadjar Dewantara merupakan orang pertama yang menjabat Menteri Pengajaran Indonesia walaupun cukup singkat, yaitu dari tanggal 2 September sampai 14 November 1945.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Suwardi Suryaningrat atau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Namun dalam panggilan bahasa jawanya adalah Ki Hajar Dewantoro. Beliau dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 di kawasan Kadipaten Paku Alaman Yogyakarta.

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat memulai karir sebagai seorang kolumnis dan jurnalis. Dalam banyak tulisannya ia sering mengkritik pemerintahan Belanda. Seperti tulisannya berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda” yang menyudutkan pemerintahan Belanda. Atas tindakan tersebut pihak pemerintahan Belanda tidak tinggal diam. Belanda menangkap dan menghukum tokoh ini dengan membuangnya ke Pulau Bangka.

Soewardi Soerjaningrat sudah mengerti dengan resiko dan arti sebuah perjuangan. Walaupun ia diasingkan oleh pemerintahan Belanda, beliau terus menulis dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang pendidikan secara konsisten.

Lembaga pendidikan Taman Siswa yang didirikannya terus berusaha meningkatkan kecerdasan pribumi dari kalangan rakyat jelata. Hal tersebut sesuai tujuan Taman Siswa didirikan  yaitu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekaligus untuk memperjuangkan kaum pribumi agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak sama seperti kalangan orang-orang Belanda dan kaum bangsawan.

ki hajar dewantara

Soewardi Soerjaningrat berasal dari keluarga bangsawan Kraton Yogyakarta bergelar Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Namun ia tidak mau kehidupannya jauh dari rakyat kebanyakan yakni rakyat jelata. Sehingga ia meninggalkan gelar kebangsawanan dan memilih menamakan diri dengan sebutan Ki Hajar Dewantara.

Soewardi Soerjaningrat dibesarkan dalam lingkungan kerajaan bangsawan dengan penuh keceriaan. Pada waktu memasuki usia sekolah, sebagaimana kaum bangsawan yang lainnya, ia memilih memasuki sekolah dasar pada sekolah dasar Belanda Eropa bernama ILS.

Selepas lulus sekolah dasar, Soewardi Soerjaningrat kecil melanjutkan sekolah di Sekolah Kedokteran Bumiputera saat itu, STOVIA. Namun sebuah penyakit menyerang tubuhnya membuat Soewardi Soerjaningrat muda jatuh sakit.

Setelah sembuh dari sakit, Ki Hajar memilih bekerja sebagai jurnalis dan penulis. Sehingga ia tidak sempat menamatkan kuliahnya dengan baik. Beliau disibukkan dengan kegiatannya meliput berita dan menulis berita di sejumlah koran dan media massa terkenal saat itu yakni Poesara, Tjahaja Timoer, Kaoem Moeda, Oetoesan Hindia, De Expres, Midden Java dan Sediotomo.

Melihat penjajahan Belanda kepada rakyat jelata di Indonesia yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan menyengsarakan rakyat membuat Soewardi Soerjaningrat selalu melakukan kritikannya kepada pemerintah Hindia Belanda saat itu lewat tulisannya.

Perjuangan Ki Hajar Dewantara Untuk Pendidikan

Setiap pejuang mempunyai arena perjuangan masing-masing. Ada para pejuang kemerdekaan Indonesia yang berjuang melalui jalur diplomasi. Adapula orang-orang yang berjuang secara fisik melalui peperangan. Misalkan Panglima besar Jenderal Soedirman.

Begitu pula ada orang yang berjuang dalam bidang pendidikan. Perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk pendidikan terlihat jelas di masa revolusi fisik dan pergerakan menuju kemerdekaan. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan didirikannya Perguruan Taman Siswa oleh tokoh ini merupakan cikal bakal lahirnya lembaga pendidikan kaum pribumi.

perjuangan ki hajar dewantara untuk pendidikan

Pada waktu itu, negara Indonesia mengalami penjajahan oleh bangsa Belanda. Sehingga hanya orang-orang Belanda dan kaum bangsawan saja yang diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan. Oleh sebab itu, beliau berinisiatif untuk mendirikan Perguruan Taman Siswa untuk membebaskan bagi warga pribumi asli Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dan membebaskan bangsa Indonesia dari kebodohan.

Pada waktu itu, pihak pemerintah kolonial Belanda sengaja tidak memberikan hak mendapatkan pendidikan yang layak bagi kaum pribumi. Dengan alasan, dengan bodohnya kaum pribumi maka akan membuat pihak Belanda semakin bebas dan leluasa menjajah Indonesia. Ditambah lagi pihak Belanda akan lebih leluasa mempekerjakan kalangan pribumi dengan gaji yang rendah.

Hal itu disadarinya bahwa Belanda sangat lama menjajah Indonesia. Beliau tidak rela bangsanya sendiri berada dalam kebodohan. Oleh karenanya, beliau mendirikan sekolah atau perguruan Taman Siswa untuk meningkatkan kesadaran bagi bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan dan meningkatkan kesadaran untuk menentukan sendiri menuju kemerdekaan bangsa dan negara.

Perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh Ki Hajar secara organisasi maupun pribadi dilakukan secara terbuka dan gencar. Beberapa tulisannya lebih mengkritik penjajahan yang dilakukan oleh Hindia Belanda. Yang membuat pihak Belanda memberikan hukuman kepada tokoh ini dengan cara diasingkan ke sebuah pulau terpencil.

Dunia pendidikan dan dunia politik menjadi ajang perjuangan beliau yang sangat kentara. Hal tersebut dimulai dengan mendirikan sekolah Taman Siswa. Yang dilanjutkan dengan beliau bergabung pada organisasi politik Budi Utomo.

Lalu bersama Ernest Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo  membentuk organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia bernama Indische Partij. Yang kemudian hubungan mereka semakin dekat yang dikenal sebagai tiga serangkai.

Pendidikan yang dijalani oleh Ki Hajar adalah pendidikan yang sangat baik dan tinggi. Beliau sampai sekolah di negeri Belanda. Namun hal itu tidak membuatnya gembira. Karena bangsanya sendiri tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan.

jasa ki hajar dewantara

Pada waktu itu, pendidikan di sekolah hanya bisa dinikmati oleh kalangan bangsawan dan orang eropa. Diskriminasi dilakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Oleh sebab itu, melalui berbagai buku dan tulisannya, ia sering melakukan krirtikan terhadap pemerintahan Hindia Belanda yang tak memperbolehkan bangsanya sendiri untuk sekolah.

Atas tulisan dan perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk pendidikan membuat pemerintah Hindia Belanda mulai tersadar akan kesalahannya. Yang kemudian pihak pemerintahan Hindia Belanda melakukan kebijakan politik etis atau politik balas budi yakni memperbolehkan kaum pribumi untuk bersekolah. Hingga lahirlah beberapa sekolah di Indonesia dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi buah pemikirannya.

Jasa Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar mulai dikenal luas oleh kalangan pejabat pemerintahan Hindia Belanda dan masyarakat luas dengan tulisannya yang sangat tajam dan bagus kualitas tulisannya serta enak dibaca. Untaian kalimatnya lebih banyak mengandung pesan semangat anti kolonialisme dan anti penjajahan.

Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, Suryadi Suryaningrat

Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, Suryadi Suryaningrat

Sementara itu, untuk mewujudkan Indonesia merdeka, ia mengerti tidak bisa banyak mengandalkan perjuangan melalui tulisan. Ki Hajar pun masuk bergabung pada organisasi sosial politik saat itu bernama Budi Utomo dan organisasi politik Insulinde.

Berikut ini berbagai jasa Ki Hajar Dewantara untuk bangsa dan negara Indonesia yang sangat penting.

1.Meningkatkan kecerdasan bagi bangsa Indonesia

Salah satu jasa yang paling besar Ki Hajar adalah dalam bidang pendidikan dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa.  Rakyat kaum jelata yang tidak mendapatkan pendidikan menjadi mendapatkan pendidikan yang baik di Taman Siswa. Segala ilmu dan pengetahuan diajarkan di sekolah tersebut hingga memunculkan generasi muda yang  cerdas dan pintar.

2.Membangkitkan semangat kemerdekaan bagi bangsa dan negara Indonesia

Jasa Ki Hajar berikutnya yang telah disumbangkan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat luas untuk mengusir penjajajah dan mencapai kemerdekaan. Hal itulah yang memicu kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

perjuangan ki hajar dewantara

3.Memberikan pondasi dasar bagi dunia pendidikan di Indonesia

Yang tak kalah penting jasa Ki Hajar Dewantara adalah memberikan pondasi dasar bagi dunia pendidikan Indonesia hingga saat ini dengan semboyannya yang sangat terkenal. Tiga semboyan dasar bagi dunia pendidikan itu, antara lain :

Tut Wuri Handayani

Yang berarti seorang guru atau tenaga pendidik harus mampu memotivasi dan mendorong kepada murid atau peserta didik untuk melakukan hal yang baik dalam lingkup sosial keluarga dan masyarakat.

Ing Ngarsa Sung Tuladha

Yang berarti tenaga pendidik mesti menempatkan diri di jajaran terdepan dalam memberikan teladan dan contoh yang baik kepada anak murid.

Ing Madya Mangan Karsa

Terakhir semboyan Ki Hajar adalah Ing Madya Mangan Karsa yang berarti tenaga pendidik harus senantiasa hadir di kalangan peserta didik untuk memberikan dukungan dan semangat positif kepada para peserta didik dalam membuat karya yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat luas.

Atas jasa-jasa Ki Hajar yang sangat besar dalam dunia pendidikan maka pemerintah Indonesia mengangkat tokoh ini sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan pahlawan nasional pada tahun 1959.

Kenapa Ki Hajar Dewantara Disebut Sebagai Bapak Pendidikan Nasional?

Lantas kenapa Ki Hajar Dewantara disebut sebagai bapak pendidikan nasional? Hal tersebut terutama karena jasanya sangat besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Semua lembaga pendidikan sekarang ini beserta undang-iundang pendidikan berpatokan pada filosofi ataupun semboyan yang dibawakan oleh Ki Hajar, yaitu Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, dan Ing Ngarsa Sung Tuladha.

Kalau dalam dunia militer maka yang mendirikan fondasi yang kokoh bagi dunia militer Indonesia yang sekaligus dianggap sebagai Bapak Nasional Tentara Indonesia adalah Panglima besar Soedirman. Adapun dalam bidang pendidikan adalah Ki Hajar. Kedua orang tersebut dianugerahi sebagai pahlawan nasional bagi bangsa dan negara Indonesia.

kenapa ki hajar dewantara disebut sebagai bapak pendidikan nasional

Berikut ini apa saja informasi penting kenapa Ki Hajar Dewantara disebut sebagai bapak pendidikan nasional sekaligus tokoh inspiratif yang perlu kita ketahui.

1.Keluarga Bangsawan

Ki Hajar berasal dari kalangan kaum bangsawan tepatnya Keraton Yogyakarta. Di keraton Yogyakarta ia akrab disapa Raden Mas Soewardi Soeryaningrat sebagai gelar kebangsawanan. Pada umur 40 tahun, beliau berganti nama dengan nama masyarakat jelata pada umumnya yakni Ki Hajar Dewantara.

2.Perjuangan Politik

Menulis artkel tentang kritikan keras kepada kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Salah satu artikel yang ditulisnya membuat pihak pemerintah Hindia Belanda marah besar berjudul “Andai Aku Seorang Belanda”. Atas tindakan tersebut Ki Hajar ditangkap bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.  Apalagi ia ikut bergabung dan membentuk  organisasi politik seperti Budi Utomo dan indische Partij.

Semenjak pihak pemerintah kolonial Belanda menangkap tiga serangkai tersebut maka berpisahlah ketiga serangkai itu. Tokoh ini diasingkan ke Pulau Bangka. Sedangkan Cipto Mangunkusumo dibuang ke Pulau Banda. Adapun Ernest Douwes Dekker diasingkan ke daerah Kupang.

3.Hari Pendidikan Nasional

Tanggal kelahiran Ki Hajar dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei sekaligus diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia yang sejajar dengan pahlawan nasional lainnya, seperti Cut Nyak Dien, Jenderal Panglima Besar Soedirman dll.

Berkat jasa Ki Hajar Dewantara saat ini di tanah air berdiri berbagai macam sekolah. Dari sekolah dasar negeri dan swasta yang semuanya berpatokan pada semboyan dari tokoh ini. Untuk menghormati jasa-jasanya, Ki Hajar bukan hanya diangkat sebagai pahlawan nasional tetapi juga hari kelahiran beliau dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.