Perbedaan sensorik dan motorik anak perlu orangtua kenali dengan baik. Hal ini bermanfaat para orangtua dapat memaksimalkan tumbuh kembang anak. Kecerdasan terbagi dua yakni kecerdasan motorik dan sensorik.

Sehingga dengan mengetahui perbedaan tersebut maka anda bisa memilih dan memanfaatkan jenis mainan yang berguna untuk merangsang kemampuan motorik dan sensorik anak, khususnya pada periode emas usia 1 atau 2 tahun.

Perbedaan Sensorik dan Motorik Anak

Kemampuan sensorik dan motorik merupakan aspek penting dalam pertumbuhan anak yang sangat penting. Kemampuan sensorik berkaitan dengan aspek panca indera dalam menangkap dan menafsirkan setiap informasi yang masuk ke dalam tubuh.

Sedangkan kemampuan motorik berhubungan dengan pergerakan fisik anak dalam melakukan gerakan dan koordinasi fisik. Mengenal aspek sensorik dan motorik anak akan membuat Anda lebih memahami bahwa ada dua aspek kemampuan anak yang perlu mendpat perhatian.

contoh sensorik dan motorik

Ada beberapa permainan yang bisa merangsang kemampuan sensorik ataupun motorik anak. Hal tersebut berguna agar anak Anda bisa tumbuh secara baik dan normal dalam perkembangan fisik dan kecerdasannya.

Selain itu, orangtua juga bisa memasukkan buah hatinya ke kelas-kelas sensorik anak yang terdekat di daerah. Sebaliknya, jika anak kurang baik dalam kemampuan motorik, maka orangtua bisa merangsangnya dengan mainan atau kelas untuk membantu merangsang kemampuan motoriknya secara optimal.

Mengenal Kemampuan Sensorik Anak

Pada dasarnya, seorang anak sudah mendapat karunia kemampuan sensorik secara alami sejak lahir. Ada berbagai jenis kemampuan sensorik anak. Namun dalam beberapa kasus, sejumlah anak tidak mampu mengerjakan suatu pekerjaan dengan sempurna karena adanya gangguan pada saraf sensoriknya.

Baca juga Cara Mengajari Anak Membaca Dengan Cepat

Mengenal perbedaan sensorik dan motorik anak sangat penting. Ada beberapa jenis saraf sensorik pada anak, seperti saraf pendengaran, saraf perabaan, penglihatan, saraf keseimbangan, dan saraf penciuman.

perbedaan sensorik dan motorik anak

Kemampuan sensorik pada anak sangat mudah kita kenali dari pengertian secara bahasa. Sensorik berasal dari kata dasar sensor. Yang berarti proses seleksi terhadap pengetahuan yang didapatkan dari indera. Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui perantaraan indera misalkan indera pendengaran atau indera penglihatan.

Kemampuan sensorik anak adalah keahlian dalam menafsirkan segala sesuatu informasi yang mereka dapatkan lewat indera yang dimilikinya. Indera sensorik itu meliputi banyak hal yang meliputi:

  1. Telinga atau pendengaran. Indera pendengaran ini akan mendapatkan ilmu dari pendengaran di sekitarnya. Kemudian ia menafsirkan sendiri atas apa yang ia dengar.
  2. Indera pengecap yang berhubungan dengan rasa
  3. Indera sentuhan yang berkaitan dengan sentuhan atau indera peraba
  4. Indera penglihatan yakni mendapatkan informasi lewat mata
  5. Indera penciuman yang berkaitan dengan hidung. Sehingga bisa memberikan penafsiran atas aroma yang dirasakan

Setelah mengetahui kemampuan sensorik anak maka anda bisa mengembangkan kemampuannya. Anda juga bisa mengecek apakah anak anda memiliki kemampuan sensorik yang baik atau tidak. Ada sejumlah mainan yang bisa merangsang kemampuan sensorik pada anak usia 1 dan 2 tahun.

Mengenal Kemampuan Motorik Anak

Selain aspek sensorik, penting juga orang tua mengenal contoh sensorik dan motorik maupun perbedaan sensorik dan motorik anak. Arti kemampuan motorik anak sendiri adalah kemampuan dalam soal gerakan. Terdapat dua macam jenis kemampuan motorik ini, yaitu:

1.Motorik Kasar

Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan pergerakan tubuh yang melakukan kerjasama memakai otot besar pada seluruh tubuh. Contoh motorik kasar pada anak seperti lari, jalan, atau lompat.

kemampuan motorik anak

2.Motorik Halus

Kemampuan motorik halus pada anak adalah kemampuan anak dalam bergerak secara fisik menggunakan otot kecil. Contoh kemampuan motorik halus seperti ketrampilan anak dalam main puzzle, menyusun balok,  menggambar, dan lainnya.

Contoh Sensorik dan Motorik

Untuk meningkatkan kemampuan sensorik dan motorik anak yang paling mudah adalah menggunakan permainan yang bisa merangsangnya. Permainan seperti itu sangat mudah kita dapatkan di pasaran dengan harga yang terjangkau. Dari mulai harga puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Contoh mainan untuk merangsang sensorik pada anak 1 tahun atau lebih dapat anda temukan di toko-toko mainan terdekat. Ada berbagai macam mainan yang dapat anda manfaatkan untuk memaksimalkan penggunaan mainan untuk meningkatkan kemampuan sensorik dan motorik anak.  Dengan demikian, sang anak bisa tumbuh sehat dan normal.

Lihat juga Cara dan Tips Memilih Playgrup yang Baik

Ada banyak permainan fisik yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan sensorik dan motorik pada anak. Anda juga bisa membuatnya sendiri atau membelinya di toko mainan terdekat di sekitar rumah. Namun pastikan mainan tersebut sangat ramah dan aman bagi anak seumurannya.

kemampuan sensorik anak

Dalam sistim pertumbuhan anak, pada umur 0 sampai enam bulan merupakan fase pertumbuhan otak anak. Tahapan ini sangat penting bagi seorang ibu memperhatikan kemampuan motorik dan sensorik anak.  Jika kemampuan sensorik dan motorik anak masih belum terlihat jelas maka orangtua bisa memberikan mainan sebagai pemicu peningkatan kemampuan motorik dan sensorik pada anak.

Jangan sampai anda sebagai orangtua terlambat memberikan stimulus untuk meningkatkan kemampuan sensorik dan motorik anak. Pemberian contoh sensorik dan motorik dengan mainan dapat memicu meningkatnya kemampuan otak, motorik dan sensorik pada anak. Supaya ketika anak tumbuh dewasa, ia dapat melakukan sosialisasi dan komunikasi secara baik.

Perkembangan Saraf Sensorik dan Motorik Anak

Pada usia bayi dan anak-anak mulai terbentuk saraf sensorik dan motorik yang dinamakan sensorimotor. Sensorimotor adalah suatu proses pembentukan performa sensorik dan motorik pada anak yang baru lahir hingga berumur 2 tahun.

Pada tahap ini, bayi atau anak akan mengawali kemampuannya dalam menggerakkan tangan dan anggota badan lainnya. Kemudian berlanjut dengan menggenggam barang sekitarnya sampai mulai belajar berjalan.

perbedaan sensorik dan motorik anak

Untuk mengetahui perbedaan sensorik dan motorik anak, kita lihat bagaimana para ahli melihatnya. Perkembangan saraf sensorik dan motorik anak menurut Jean Piaget terdiri-dari 6 bagian yang meliputi:

1.Fase Refleks

Tahap permulaan seorang anak memiliki kemampuan saraf sensorik dan motorik adalah ketika ia baru lahir sampai berumur 1 bulan. Sang bayi akan melakukan gerakan spontan atau refleks secara sederhana yang menunjukkan kemampuan awal seorang bayi dalam menguasai saraf motorik dan sensorik. Contoh, pada saat dagu atau bibir seorang bayi disentuh secara refleks bibir bayi menjulur seperti mau menyusu.

2.Refleks Berulang

Refleks berulang ini pada umumnya sudah dialami oleh anak yang berusia antara satu bulan sampai empat bulan. Contohnya pada waktu anak mengalami lapar maka secara refleks berulang-ulang maka jari anak dimasukkan ke mulutnya.

Baca juga Anak Manja, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Untuk contoh lainnya, pada saat ada suara di sekitarnya maka bayi akan melihat ke sumber suara. Pada proses ini tahapan pembentukan saraf sensorik dan motorik mulai terbentuk secara sempurna.

3.Fase Sirkuler Sekunder

Fase ini, seorang anak akan bisa menggerakkan mainan seperti mainan mobil dalam memajukan dan memundurkan. Fase ini akan dialami oleh anak berumur empat bulan sampai delapan bulan.

Gangguan Sensorik dan Motorik Pada Anak

Umumnya para orang tua menginginkan anak-anaknya dapat tumbuh sehat dan normal secara fisik dan mental. Orang tua juga ingin anaknya mempunyai kecerdasan yang optimal, baik pada sistem motorik maupun sensorik. Karena itu penting mengetahui perbedaan sensorik dan motorik anak karena terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Anak yang berumur mulai 0 sampai lima tahun disebut masa-masa keemasan pertumbuhan seorang anak. Pada fase ini, seorang anak dengan mudah menyerap segala informasi yang berada di sekitarnya. Di sinilah peran penting orangtua untuk memperhatikan tumbuh kembang anak. Orangtua harus memastikan sang anak bisa tumbuh sehat, cerdas dan baik.

Untuk memastikan anak tumbuh kembang secara optimal, maka setiap orangtua bisa melihatnya dari ukuran tinggi badan dan bobot badannya sesuai standar normal. Kemudian perlu dicek juga pada bagian tindakan sosial, kemampuan kognitif, kemampuan bicara, dan pertumbuhan sensorik maupun motorik halus dan kasar. Semua ini perlu mendapat perhatikan.

kemampuan sensorik anak

Beberapa orangtua yang sibuk dengan urusan pekerjaannya terkadang mengabaikan semua ini. Hingga sang anak terkena gejala gangguan sensorik dan motorik. Kalau sang anak menderita gejala gangguan saraf motorik dan sensorik maka penanganan yang cepat perlu dilakukan. Salah satunya dengan berobat ke dokter ahli.

Ada beberapa ciri anak berumur 6 bulan atau lebih yang mengalami gangguan motorik dan sensorik. Seperti anak tak menampilkan interaksi sosial atau tidak mampu melakukan interaksi sosial dengan teman sebayanya. Jika hal ini terjadi maka anda perlu melakukan intervensi pada anak berupa stimulus yang bisa anda lakukan di rumah atau dengan terapi dokter berpengalaman dan ahlinya.

Contoh Mainan Untuk Merangsang Motorik Dan Sensorik Anak

Mengetahui perbedaan sensorik dan motorik anak juga berguna agar setiap orang tua mengetahui apa yang menjadi kekurangan pada anaknya. Jika anak kurang optimal dalam segi sensorik maka ia bisa kita rangsang kemampuannya sejak dini. Caranya dengan memberikan latihan atau mainan yang bisa merangsang kemampuan saraf anak.

Berikut ini beberapa contoh mainan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik dan sensorik pada anak yang wajib orang tua tahu.

1.Puzzle

Anda tentu telah mengenal dengan permainan Puzzle. Permainan ini sangat disukai oleh anak-anak. Puzzle merupakan jenis mainan yang bermanfaat bagi anak. Seperti untuk melatih kesabaran anak sekaligus meningkatkan kemampuan motorik anak.

2.Bermain Menempatkan Barang

Misalkan anda membuat permainan kancing warna warni yang mesti ditempatkan pada wadah tertentu. Hal ini tentu saja membuat kaki dan tangan anak bergerak dan saling berkoordinasi. Yang sekaligus dapat melatih kemampuan sensorik dan motorik anak.

kemampuan motorik anak

3.Main Pasir

Salah satu kegiatan yang paling disukai oleh kalangan anak-anak adalah bermain pasir. Banyak orang tua yang melarang anaknya jika bermain pasir. Karena dianggap akan membuat kotor badan dan menimbulkan berbagai penyakit. Namun di balik kekurangan bermain pasir itu terdapat sebuah kelebihan. Ternyata bermain pasir dapat meningkatkan kemampuan motorik pada anak.

4.Menggambar

Kegiatan menggambar juga dapat meningkatkan kemampuan sensorik anak maupun aspek motoriknya. Karena pada saat anak menggambar maka indera penglihatannya akan berfungsi. Begitu juga otot kaki dan tangan saling berkoordinasi.

5.Berlari dan Bersepeda

Yang paling jelas adalah permainan berlari dan bersepeda yang akan meningkatkan kemampuan motorik dan sensorik pada anak. Koordinasi perlu dilakukan antara kaki, tangan dan mata supaya anak dapat berlari dan berkoordinasi secara baik. Kaki yang mengayuh sepeda akan memperkuat kemampuan motorik anak.

Demikian perbedaan sensorik dan motorik anak beserta contoh mainan yang dapat kita gunakan untuk melatih kemampuan saraf tersebut. Semoga informasi singkat ini bisa memberikan pencerahan dan bermanfaat bagi para orang tua untuk mengoptimalkan kemampuan anak.